MEGAPOLITAN

Pengelola Kompleks Kemayoran Rutin Setor PNBP ke Kemenkeu

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Layanan Umum Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran (BLU PPK) Riski Renando memberikan penjelasan mengenai pengelolaan Kompleks Kemayoran di Gedung Utama, Kemensetneg Jakarta, Jumat (30/11/2018). (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Badan Layanan Umum Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran (BLU PPK) secara rutin menyetorkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dalam jumlah besar kepada Kementerian Keuangan.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan BLU PPK Riski Renando di Gedung Utama Kemensetneg Jakarta, Jumat, menyebutkan sebagai BLU, pihaknya selama ini menyetorkan PNBP ke Kementerian Keuangan.

“Pendapatan kami dari PNBP, dari semua pengelolaan aset, kerja sama pemanfaatan aset di Kemayoran. Itu pendapatan kami dari sana,” katanya.

Ketika ditanya berapa besar PNBP yang dihasilkan, Riski mengatakan cukup besar namun ia harus mendiskusikan dengan direktur keuangannya sebelum menyampaikan kepada publik.

Riski juga mengatakan, pihaknya mengelola lahan yang cukup luas di kawasan pusat kota Jakarta.  “Kami kan di sini punya lahan, misalnya ada investor yang membangun kan kita juga ada pola kerja samanya,” katanya

Ia menyebutkan lahan yang ada di kawasan itu juga bisa disewa oleh investor untuk melakukan kegiatan usaha.

Ia menyebutkan Kompleks Kemayoran meliputi areal sekitar 450 hektare. Saat ini di kawasan itu terdapat JIExpo Kemayoran, kawasan pasar modern, kantor pemerintah, apartemen, gereja, dan lainnya.

“Rencananya, nanti juga ada Menara Jakarta di Kawasan Kemayoran,” katanya.

Ia menyebutkan di kawasan itu juga terdapat area hijau seluas sekitar 15 hektare yang berfungsi sebagai area resapan dan jogging track.

Menurut dia, area jogging track berupa green belt dengan lebar 25-30 meter sepanjang empat kilometer.

Sumber: Antara

Tags
Close