HUKUMMEGAPOLITAN

Unjuk Rasa Buruh FSPMI Damai, Dandim dan Kapolrestro Jakpus Mengapresiasi

Said Iqbal Presiden KSPI meminta peebaikan hak buruh.

Jakarta Review – Jajaran TNI-Polri memberikan apresiasi dalam aksi unjuk rasa sekaligus peringatan hut ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Komandan Kodim (Dandim) Jakarta Pusat (Jakpus) dan Kapolresto Jakpus yang turun langsung pun memberikan apresiasi atas unjuk rasa yang berlangsung damai.

Dandim 0501/ Jakarta Pusat Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana pada kesempatan tersebut turut turun kelapangan membaur dengan para peserta aksi.

“Seperti yang kita lihat bersama aksi berjalan kondusif, tidak ada orasi yang memprovokasi sehingga situasi dapat dikendalikan dengan baik,” ujar Dandim.

Bersama Kapolres Dandim mengawal longmarch peserta aksi sampai di titik terdekat depan istana yaitu pintu pandang Monas, kemudian masa perlahan mencair menuju ke tempat perayaan ulang tahun FSPMI Ke- 20 di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dandim Jakpus Letkol Wahyu bersama Kapolreto Jakpus Kombes Harry Kurniawan saat meninjau aksi unjuk rasa buruh/foto: istimewa

“Saya beserta Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan mengapresiasi jalanya aksi damai hari ini, terimakasih kepada seluruh peserta aksi yang telah mematuhi himbauan kami,” sebut Dandim Jakpus tersebut.

Seperti diketahui, FSPMI kembali menggelar aksi di depan Istana Negara di pimpin Said Iqbal. Konsentrasi masa terpantau media mulai padat menjelang pukul 11.00 WIB, Rabu (06/02/2019).
Sementara 440 personel Kodam Jaya dibawah pimpinan Dandim 0501/JP BS bergabung dengan personel Polres Metro Jakarta Pusat yang telah melaksanakan persiapan sejak pukul 07.00 bersiaga di Lapangan Sepatu Roda Monas dan ruas jalan protokol seputaran Gambir.

Setidaknya ada 4.000-an buruh yang hadir dalam aksi tersebut. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari perayaan ulang tahun FSPMI-KSPI yang ke-20.

“Walaupun hari ini ulang tahun tapi bagi buruh bukan senang-senang atau leha-leha sekarang 20 kota industri bergerak semua menyampaikan tuntutan FSPMI sebagai bagian dari KSPI menuntut untuk pemerintah kabulkan tuntutan kami,” teriak Said.

Said menyampaikan tuntutan yang pertama adalah lapangan pekerjaan, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), dan kesiapan aturan pemerintah menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan pimpin jalannya apel persiapan didampingi Dandim 0501/ JP BS dan beberapa pejabat Polres dan Kodim.

“Kami akan melakukan Penyekatan Massa yang akan menyampaikan aspirasinya 100 meter dari depan Istana Negara. Tindakan pencegahan tidak diperkenankan memakai senjata api. Lalu, tindakan yang kita pakai yaitu dengan tindakan Preventif,”kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, kegiatan ini bersifat preventif dan jangan sampai anggota menggunakan kekerasan dalam pengamanan ini.

“Fungsi intel sebagai ujung tombak dalam kegiatan kali ini untuk bermediasi dengan pimpinan dari buruh,” jelas Harry. (Nap)

Tags

Artikel Terkait

Close