DIDAKTIKANASIONAL

Abdul Faris Umlati: Paskibraka adalah Pengalaman yang Membanggakan

Bupati Kabupaten Raja Ampat Papua Barat, Abdul Faris Umlati. (dok pribadi)

Jakarta Review – Tak banyak yang tahu kalau Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati sejatinya pernah menjadi pasukan pengibar bendera pusaka saat duduk dikelas 2 SMA. Saat itu pelajar SMA 2 Manokwari ini bertugas menjadi pengerek bendera dalam upacara peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 1990 di Halaman Kantor Bupati Manokwari.

“Rasanya bangga sekali terpilih menjadi paskibraka dan bertugas menjadi pengerek bendera walau hanya untuk tingkat kabupaten,” kata lelaki kelahiran Sorong, 12 Februari 1973 ini kepada Jakarta Review.

Baginya pengalaman mengikuti proses pendidikan dan pelatihan paskibraka adalah pengalaman yang membanggakan dan tak terlupakan.

Bangun pagi, latihan baris-berbaris dan pemberian materi tentang etika, wawasan kebangsaan, kedisiplinan dan pembangunan karakter dari narasumber terpilih adalah materi keseharian yang harus diserap oleh peserta pelatihan tanpa terkecuali.

“Saya mengalami proses pendisiplinan diri dan pembentukan karakter yang kuat selama mengikuti pelatihan paskibraka selama sebulan penuh,” ujar lulusan S1 Universitas Yapis Papua Jayapura ini.

Menurutnya berbagai materi yang diberikan selama pelatihan telah memotivasi dirinya untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan bagian dari empat pilar kebangsaan.

“Nilai-nilai positif selama mengikuti pelatihan paskibraka masih membekas dan sangat  bermanfaat dalam menaklukan berbagai tantangan kehidupan. Nilai-nilai tersebut terbawa saat memimpin birokrasi di Kabupaten Raja Ampat,” tutur Ketua HIPMI Kabupaten Raja Ampat, Periode 2014-2019 ini.

Kini kebanggaan mantan Wakil Ketua I DPRD Raja Ampat periode 2009- 2014 ini makin bertambah, pasalnya Kloria Marau pelajar SMA Negeri 1 Waisai Kabupaten Raja Ampat terpilih mewakili Provinsi Papua Barat sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2017 Tingkat Nasional.

Menurut Faris, semua yang didapatkan oleh Kloria Marau adalah anugerah.

”Sebagai kepala daerah saya sangat bangga ada anak asal Raja Ampat untuk pertama kalinya tampil di Istana Negara sebagai Paskibraka tahun 2017. Ini adalah anugerah karena Raja Ampat bukan saja punya potensi pariwisata dunia namun juga punya sekian banyak aset yang bisa bersaing dengan daerah lain di Papua khususnya dan nasional dalam event-event besar,” jelasnya.

Sebagai wujud syukur atas prestasi yang dicapai pelajar Raja Ampat tersebut, Ia berjanji akan memberi perhatian khusus kepada pelajar yang berprestasi tersebut baik secara moril maupun meteriil. Misalnya dengan memberikan bea siswa kepada pelajar yang bersangkutan dan berbagai bentuk dukungan lainnya. (win/derap paskibraka)

Tags

Artikel Terkait

Close