EKONOMINASIONAL

BKPM Waspadai Dampak Pilkada DKI Terhadap Sentimen Investor

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong saat memberikan penjelasan kepada awak media di Istana Negara. (liputan6.com)
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong saat memberikan penjelasan kepada awak media di Istana Negara. (liputan6.com)

Jakarta Review – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mewaspadai dampak politik domestik seperti Pilkada DKI Jakarta yang dikhawatirkan akan memengaruhi sentimen investor dalam menanamkan modal.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam paparan realisasi investasi 2016 di Jakarta, Rabu (25/1/2917), mengatakan isu politik domestik tersebut menjadi salah satu kendala jangka pendek dalam memenuhi target realisasi investasi 2017 sebesar Rp678,8 triliun. “Jangan sampai urusan politik domestik, terutama Pilkada DKI, membelah perhatian kita. Jangan sampai kita kehilangan fokus, kehilangan konsentrasi, atas momentum positif ini,” tutur Lembong seperti dikutip wartaekonomi.co.id.

Mantan Menteri Perdagangan itu mengapresiasi pencapaian realisasi investasi 2016 sebesar Rp612,8 triliun yang melewati target Rp594,8 triliun, di mana terdapat peningkatan yang signifikan dalam penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Menurut dia, 2015 merupakan tahun yang sulit bagi investor domestik lantaran ada banyak kejadian yang memengaruhi keyakinan mereka untuk berinvestasi. “Ada kecelakaan Air Asia, kebakaran gambut, dan juga masalah politik. Tapi syukur data kami menunjukkan bahwa pada 2016 sentimen domestik membaik sehingga ada lonjakan yang cukup besar,” katanya.

Ia juga menilai kalangan investor mulai mengapresiasi perubahan yang diusung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sehingga semua pihak harus bahu membahu menjaga momentum positif tersebut.

Ia menambahkan, isu soal tenaga kerja asing dan isu anti-Tionghoa yang belakangan terus berhembus masih belum memberikan dampak negatif bagi investasi dan sektor perekonomian secara umum. “Masih ‘manageable’ (dapat ditangani). Tapi ini sesuatu yang tidak kami anggap enteng. Jangan sampai pertarungan politik ikut berimbas ke arena ekonomi dan investasi,” katanya.

Thomas optimistis investasi akan tetap tumbuh positif pada 2017. Kendati demikian, ia mengingatkan semua pihak harus ekstra cekatan mengikut perubahan dunia yang begitu cepat. Ditambah lagi, adanya kebijakan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. “Kami pun harus ekstra cepat menyesuaikan dan memanfaatkan perkembangan-perkembangan ini. Saya optimis kita bisa melakukan navigasi di tengah perubahan drastis dunia dan memanfaatkan tren-tren yang kemungkinan besar akan berkembang,” ujar Tom, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, BKPM mencatat sepanjang 2016 realisasi investasi sebesar Rp612,8 triliun meningkat 12,4 persen dibandingkan capaian 2015 sebesar Rp545,4 triliun. Capaian 2016 itu terdiri atas realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp216,2 triliun, naik 20,5 persen dan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp396,6 triliun atau naik 8,4 persen dibandingkan 2015.

Adapun dalam hitungan triwulan keempat 2016 atau sepanjang Oktober – Desember 2016, tercatat realisasi investasi sebesar Rp159,4 triliun, naik 9,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi PMDN pada triwulan tersebut mencapai Rp58,1 triliun (naik 25,8 persen) dan PMA mencapai Rp101,3 triliun (tumbuh 2,1 persen).

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pada triwulan keempat 2016 sebanyak 434.466 orang, sedangkan secara akumulatif sepanjang 2016 mencapai 1.392.380 orang. (win)

Tags
Close