NASIONAL

BPJS Ketenagakerjaan Turut Kembangkan Pariwisata Danau Toba

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (tengah) meresmikan fasilitas objek wisata Hutaginjang, Danau Toba, Sabtu (1/9). Agus didampingi Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Rekson Silaban (kiri) dan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (kanan). (Dok: Humas BPJS Ketenagakerjaan)

Jakarta Review, Muara – BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,  diantaranya dengan partisipasi peningkatan fasilitas pendukung pariwisata di Penatapan Hutaginjang, Kecamatan  Muara-Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan, BPJS mendorong pariwisata Hutaginjang dengan pembuatan gazebo rumah adat Batak Toba sebagai tempat peristirahatan bagi para wisatawan.

Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan BPJS merupakan terobosan BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya mensosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk kalangan milenial. Kelompok ini potensi terbesar calon pekerja formal dan informal di Indonesia yang wajib terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan,  Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan dilakukan mengingat dewasa ini terjadi pegeseran tren menabung di kalangan generasi milenial. Awalnya, generasi ini menabung untuk kebutuhan konsumtif ke menabung untuk liburan (leisure economy).

“Jika dulu anak-anak muda menabung untuk membeli sesuatu yang konsumtif, di era milenial anak mudanya menabung untuk berlibur atau kebutuhan pariwisata. Itu lah yang kemudian mendasari kami melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan dengan mendukung fasilitas pariwisata di salah destinasi pariwisata unggulan Indonesia seperti di Danau Toba ini,” kata Agus saat meresmikan fasilitas objek wisata Hutaginjang, Sabtu (1/9).

Menurut Agus, dorongan fasilitas pariwisata diharapkan bakal menggeliatkan roda perekonomian masyarakat sekitarnya.“Akan ada banyak masyarakat yang akan memanfaatkannya dengan mencari penghasilan, tentunya akan menciptakan lapangan kerja serta potensi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Untuk 2018, kata Agius, BPJS Ketenagakerjaan menganggarkan dana sebesar Rp70 miliar untuk mendukung program TJLS. Penyaluran dana TJLS untuk mendorong potensi pariwisata seperti yang mereka lakukan di Danau Toba adalah proyek percontohan yang akan dilanjutkan ke destinasi-destinasi pariwisata lainnya di seluruh Indonesia.

“Cara sosialisasi melalui dukungan fasilitas pariwisata ini akan lebih mengedukasi masyarakat akan pentingnya program jaminan sosial yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Agus.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagkerjaan, Irvansyah Utoh Banja menambahkan, hingga Juli 2018, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang terdaftar telah mencapai 47,9 juta pekerja atau meningkat sebesar 12,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Ia menambahkan, peserta aktif sejumlah 28,1 juta atau meningkat 19,9 persen. Sementara jumlah iuran kepesertaan yang telah dikumpulkan mencapai sebesar Rp 35,5 triliun atau meningkat 38,6 persen.

Sepanjang 2018, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan jaminan peserta sebesar Rp13,4 triliun atau meningkat 16,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017. BPJS Ketenagakerjaan juga berhasil mencatatkan dana investasi mereka sebesar Rp333 triliun atau meningkat 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut termasuk hasil investasi sebesar Rp17 triliun yang berhasil dibukukan selama 2018.

Skema investasi BPJS Ketenagakerjaan meliputi investasi dalam bentuk surat utang 62 persen, saham 18,5 persen, deposito 8,5 persen, reksadana 10 persen dan investasi langsung 1 persen.

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Close