DIDAKTIKA

Ada Prilly Latuconsina di Gelaran The 10th LSPR PAC Festival 2018

Prilly Latuconsina menunjukkan kemampuan aktingnya di teater berjudul Ratu Sekartaji yang dipentaskan pada tanggal 2 Agustus 2018 di Prof. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR Jakarta. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Prilly Latuconsina dan Mohammad Riza Irsyadillah, dua insan yang kerap tampil di layar kaca sebagai artis peran kini harus menunjukkan kemampuan aktingnya di panggung teater. Sebagai mahasiswa London School of Public Relations Jakarta, Prilly dan Irsyad memiliki kewajiban untuk mementaskan suatu pertunjukkan teater untuk memenuhi mata kuliah Introduction to Performing Arts of Communication. Keduanya akan beradu akting di teater berjudul Ratu Sekartaji yang dipentaskan pada tanggal 2 Agustus 2018 di Prof. Djajusman Auditorium & Performance Hall – LSPR Jakarta.

Teater “Ratu Sekartaji” hanyalah salah satu dari 16 judul teater yang dipentaskan oleh mahasiswa – mahasiswi LSPR Jakarta angkatan 21 yang dikemas dalam acara yang bertajuk The 10th LSPR Performing Arts Communication Festival & The 21st LSPR Theatre Festival. Festival ini melibatkan 16 kelas yang terdiri dari 12 kelas dari jurusan Bussiness Studies dan empat kelas jurusan Performing Arts Communication (PAC).

LSPR Performing Arts Communication Festival merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Department of Performing Arts Communication sebagai ujian akhir semester bagi mahasiswa yang berada di jurusan PAC. Dari tanggal 6 – 10 Agustus 2018, LSPR PAC akan menyuguhkan pertunjukan teater musikal yang berjudul “Hair The Musical” oleh mahasiswa/i PAC 19-1B, dan “Nanny McPhee The Musical” oleh mahasiswa/i PAC 19-2B, sebagai bentuk ujian akhir semester dan juga bagian dari ujian internasional untuk konsentrasi PAC. Rangkaian PAC Festival ini akan dilanjutkan kembali oleh mahasiswa/i PAC Batch 20 yang akan membuat pertunjukkan kolaborasi musik dan tari dengan mengusung tema “Arts for Peace” di Museum Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Sekedar mengingatkan tahun ini, LSPR Jakarta juga telah menerima penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai yang pertama membuat Produksi Teater Terpanjang untuk The 4th LSPR Theatre Festival.

Tahun ini, pengelenggaraan LSPR Theatre Festival sudah memasuki penyelenggaraan ke 21. Dengan didampingi oleh dosen dan asisten dosen yang kompeten di bidang komunikasi seni pertunjukan, The 21st LSPR Theatre Festival akan memiliki 12 teater produksi dengan 12 kelas batch 21 sebagai syarat akademis dan juga pengenalan untuk jurusan Performing Arts Communication. Ratusan judul pertunjukkan teater yang telah ditampilkan tentunya tidak menjadi penghalang bagi para mahasiswa untuk menambah jumlah pertunjukkan teater di LSPR Theatre Festival. Justru hal inilah yang membangkitkan kreativitas dan semangat dari mahasiswa untuk terus berkarya, yang menambah total keseluruhan menjadi 238 pertunjukkan teater hanya melalui festival yang telah diadakan sejak tahun 2005 silam.

Kreativitas mahasiswa tahun pertama amat diasah karena mereka tidak hanya dituntut untuk dapat tampil memukau di atas panggung, tetapi juga untuk dapat menguasai berbagai persiapan di balik layar seperti menjadi sutradara, mengatur tata cahaya dan suara, kostum serta tata rias, dan bahkan dalam menjual tiket pertunjukkan tersebut.

Pertunjukkan akan berlangsung pada tanggal 24 Juli – 5 Agustus 2018. Acara ini akan ditutup dengan pelaksanaan ‘Awarding Ceremony’ pada tanggal 10 Agustus 2018, dimana setiap kelas yang tergabung dalam The 21st LSPR Theatre Festival akan diberikan penghargaan sesuai dengan penilaian dewan juri (Bapak Arswendo Atmowiloto, Bapak Jose Rizal Manua, dan Bapak Seno Joko Suyono) selama festival ini berlangsung. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close