DIDAKTIKA

APMFI Gandeng LSPKFI Gelar Ujian Kompetensi Perdana di Jakarta

Ketua Umum APMFI Leonov Rianto berfoto bersama anggota Lembaga Sertifikasi Profesi dan Komunitas Farmasi Indonesia (LSPKFI). Selasa, 12 Febuari 2018 lalu, Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI) menggandeng LSPKFI menggelar ujian kompetensi perdana di salah satu SMK Farmasi Anggota APMFI yang ada di Jakarta. (Dok APMFI)

Jakarta Review, Jakarta – Lembaga Sertifikasi Profesi dan Komunitas Farmasi Indonesia (LSPKFI), Senin, 12 Febuari 2018 lalu baru saja menggelar ujian kompetensi di salah satu SMK Farmasi Anggota Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI) yang ada di Jakarta.

“Ujian diikuti oleh 20 peserta dan berlangsung cukup lama hingga 5 jam. Materi pengujian meliputi semua kegiatan administarasi di apotek dan rumah sakit yang disesuaikan dengan standard kompetensi yang harus dipenuhi lulusan SMK yaitu di level Asisten Tenaga Kesehatan,” kata Ketua Umum APMFI Leonov Rianto yang memimpin langsung ujian komptensi perdana tersebut.

Leo menambahkan ujian tersebut adalah ujian kompetensi perdana, karena tahun ini ada 4000-an siswa-siswi SMK Farmasi di seluruh Indonesia yang siap untuk mengikuti ujian kompetensi dari 25 ribuan lulusan SMK Farmasi setiap tahunnya.

“Selanjutnya secara bertahap kami akan menggelar ujian kompetensi serupa di seluruh Indonesia,” ujar Leo.

Ia mengatakan ujian digelar sebagai amanat dari berbagai regulasi mengenai tenaga kesehatan antara lain UU No 12 tahun 2012, UU No 36 tahun 2014 dan Permenkes No 80 tahun 2016.

“Ketiga regulasi tersebut mewajibkan tenaga kesehatan maupun asisten tenaga kesehatan harus melakukan ujian kompetensi bersama Organisasi Profesi atau Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi. LSP KFI adalah Lembaga sertifikasi yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara syah,” tutur Leo.

Sekedar informasi Lembaga sertifikasi profesi digelar dalam upaya lebih menyiapkan tenaga asisten tenaga kefarmasian yang lebih terlegitimasi di tingkat nasional maupun Internasional khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Karena itu kami bersyukur sejak September 2017 lalu, sudah mendapat kepercayaan dari BNSP untuk menggelar uji komptensi.

“Atas dasar mandat dari BNSP itulah, kami bisa menggelar uji komptensi ini. Tugas kami adalah menjaga dan selalu optimis agar pelayanan farmasi khususnya dalam administratif kefarmasian bisa berjalan sesuai harapan,”tandasnya.

Leo berharap ujian kompetensi ini, lulusan asisten tenaga kefarmasian di  Indonesia bisa dihargai keberadaanya dan bisa lebih dipercaya kompetensinya. Seiring dengan itu ia juga berharap pemerintah bisa segera mengeluarkan regulasi yang lebih terintegrasi dan menguatkan eksistensi dan kiprah lulusan SMK Farmasi dalam perannya sebagai tenaga asisten kesehatan. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close