DIDAKTIKA

BRI Hadirkan Kredit Pendidikan untuk Jenjang S2 dan S3

Suasana Acara Peluncuran Produk Briguna Flexi Pendidikan.di Kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.,Rabu, 21 Maret 2018. (Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) meluncurkan kredit pendidikan atau student loan Briguna Flexi Pendidikan di Kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kredit pendidikan ini ditujukan bagi mahasiswa S2 dan S3 di dalam negeri yang sudah memiliki penghasilan tetap.

Maksimal plafon kredit yang diberikan untuk kedua jenjang pendidikan tersebut sebesar Rp 150 juta. Ada pun maksimal jangka waktu pinjaman selama 6 tahun bagi mahasiswa S2. Sedangkan mahasiswa S3 maksimal selama 10 tahun. Perseroan menargetkan di tahun ini bisa menyalurkan kredit minimal Rp 100 miliar.

“Kami targetkan penyaluran kredit pendidikan ini minimal Rp 100 miliar tahun ini,” kata Direktur Utama BBRI Suprajarto saat acara peluncuran di Kementistekdikti, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Hadir dalam acara peluncuran Briguna Flexi Pendidikan ini Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Muhammad Nasir, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto serta perwakilan rektor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Suprajarto menjelaskan, kredit pendidikan ini berifat tanpa agunan, untuk mendapatkan pinjaman, syart dokumen administratif yang dibutuhka di antaranya foto copy identitas diri/KTP dan KK, slip gaji, SK pegawai/karyawan, dan surat rekomendasi tempat bekerja maupun rekomendasi dari universitas.

Kredit ini juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran, yakni mahasiswa diperbolehkan hanya membayar bunga berjalan selama masa pendidikan kuliah sedangkan pokok pinjaman dapat dibayarkan setelah mahasiswa lulus sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir.

Dengan skema pembiayaan fleksibel semacam ini, kata dia, diharapkan bisa memacu minat masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi tingkat lanjut.

“Langkah ini juga merupakan respons BRI atas instruksi Presiden mengenai fasilitas pinjaman untuk pendidikan,” ujar Suprajarto.

Sekedar informasi sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meminta perbankan untuk mengeluarkan produk finansial baru berupa kredit pendidikan atau student loan. Dengan begitu, kredit yang diberikan ke masyarakat tidak melulu untuk hal yang konsumtif seperti membeli kendaraan atau properti. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close