DIDAKTIKA

BSN Hadirkan “SNI Corner” UII

Penandatanganan nota kerja sama oleh Kepala Bidang Pendayagunaan Informasi Standarisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Agus Purnawarman dan Direktur Perpustakaan UII Joko Sugeng disaksikan Kepala BSN Bambang Prasetya dan Rektor UII Fathul Wahid di Kampus UII, Senin (2/7) (Foto Antara/Luqman Hakim)

Jakarta Review, Yogyakarta – Badan Standardisasi Nasional meresmikan Standar Nasional Indonesia “(SNI) Corner” atau pojok SNI mandiri di Perpustakaan Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang, Yogyakarta, Senin.

Peresmian Pojok SNI tersebut didahului penandatanganan nota kerja sama oleh Kepala Bidang Pendayagunaan Informasi Standarisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Agus Purnawarman dan Direktur Perpustakaan UII Joko Sugeng disaksikan Kepala BSN Bambang Prasetya dan Rektor UII Fathul Wahid.

“‘SNI Corner’ ini menjadi bagian dari kegiatan untuk mendiseminasikan  bahwa masyarakat khususnya mahasiswa kita harus paham standar dalam di era pasar bebas ini,” kata Kepala BSN Bambang Prasetya.

Menurut Bambang,  SNI Corner akan menyediakan informasi mengenai berbagai macam standarisasi, khususnya standarisasi produk riset yang bisa dimanfaatkan oleh kampus maupun masyarakat serta pemerintah setempat.

“Selain menyediakan informasi, nanti sembari riset bisa sekalian kita buatkan SNI-nya. Selama ini banyak penemuan yang belum tersedia SNI sekaligus,” kata dia.

Khusus pendirian SNI Corner di UII, Bambang berharap bisa menjadi model bagi perguruan tinggi lainnya karena UII berinisiatif mendirikan SNI Corner secara mandiri. “Kami berharap UII bisa menjadi pelopor pendirian ‘SNI Corner’ mandiri tidak menggunakan APBN,” kata dia.

Menurut Bambang, SNI Corner sudah ada sejak 2013 yang hingga saat ini sudah mencapai 26 unit tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Rektor UII Fathul Wahid berharap di samping berfungsi sebagai sarana informasi yang menjadi referensi bahan ajar bagi mahasiswa, SNI Corner mampu meningkatkan pemahaman civitas akademika UII terkait standarisasi.

“Standarisasi menjadi sangat penting ketika kita memasuki dunia global di mana semua sekat antar bangsa sudah hilang. Dengan demikian standarisasi juga akan berfungai sebagai sarana komunikasi antar sektor dan aktor yang beragam tersebut,” kata dia.

Sumber: Antara

Tags
Close