DIDAKTIKA

FDRM: Kurikukum Tata Busana di BLK Perlu Ditingkatkan

Dani Satria Peneliti Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM). (dok: Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Tujuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang ingin membuat Balai Latihan Kerja (BLK) fashion kelas internasional perlu diapresiasi. Apabila fashion yang merupakan bagian dari industri kreatif ini berkembang, maka akan menjadikannya sebagai pencipta lapangan pekerjaan dan penyumbang devisa yang besar bagi Indonesia.

Untuk itu, kurikulum tata busana atau menjahit di BLK perlu dikembangkan sampai ke tataran bisnis. Karena selama ini kurikulum tata busana atau menjahit di BLK masih bersifat praktikal dan belum merambah ke strategi branding dan pemasaran.

“Sudah saatnya kurikulum tata busana di BLK diperkaya dari pelatihan teknis dikembangkan sampai ke pengenalan branding dan marketing supaya peserta pelatihan dapat menjalankan bisnis fashion yang kompetitif di pasar,” kata Pemerhati Ketenagakerjaan, Dani Satria melalui siaran persnya di Jakarta, Sabtu (29/06/2019).

Bekal ilmu fashion design ini yang akan membuat peserta pelatihan vokasi tata busana menjadi lebih kreatif dan lebih mengetahui selera pasar nasional ataupun dunia. Selain itu juga akan membuka cakrawala berpikir supaya peserta pelatihan menjadi wirausaha fashion yang kekinian dan mengikuti perkembangan zaman.

“Apalagi untuk generasi milenial yang cepat menerima arus informasi, mereka akan antusias jika diberi bekal dalam membuat bisnis rintisan berbasis fashion ini. Selera dan daya kreatif mereka juga sangat beragam untuk dituangkan pada industri kreatif fashion ini. Selanjutnya BLK akan menjadi pusat mode-mode dan pusat belajar fashion design yang bagus,” imbuh Peneliti Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM) tersebut.

BLK fashion ini akan memberi peluang yang lebih baik pada generasi muda untuk berkarya. Mereka diharapkan dapat menciptakan industri garmen dengan design yang bertaraf internasional. Selain itu, generasi muda juga cenderung lebih terbiasa dalam mengoperasikan perangkat lunak untuk membuat design di komputer dan hal ini akan menjadi nilai tambah.

Sebelumnya, usai mengikuti International Labour Conference (ILC) Ke-108 di Jenewa, Swiss, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri melakukan kunjungan kerja ke Instituto Marangoni di Kota Milan, Italia pada Jumat (21/6/2019). Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menjajaki kerja sama pengembangan pelatihan bidang fashion. Menaker menjelaskan bahwa industri fashion/mode sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia. (win)

Tags
Close