DIDAKTIKA

Jalin Kemitraan, CAPRS Hadiri Undangan Dubes Cina Untuk ASEAN    

Anggota Centre For ASEAN Public Relations Studies (CAPRS) berfoto bersama dengan Duta Besar China untuk ASEAN di kediaman Duta Besar China. (Dok Humas LSPR)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam kerangka ASEAN-China Relationship, Centre For ASEAN Public Relations Studies (CAPRS) yang merupakan Pusat Studi ASEAN di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR-Jakarta menyambut undangan dari Ambassador China Mission to ASEAN, H.E. Xuang Xilian untuk hadir dalam acara China Mission – LSPR Youth Cultural Gathering di kediaman Ambassador pada Kamis, 26 Juli 2018.

Kegiatan “China Mission – LSPR Youth Cultural Gathering” berjalan sebagai salah satu perwujudan dari pilar masyarakat sosial budaya ASEAN yang mengutamakan bentuk kerja sama yang berorientasi dan berpusat pada masyarakat dengan tujuan untuk memperkuat integrasi ASEAN serta memperkokoh kesadaran, kesetiakawanan, kemitraan dan juga rasa kebersamaan terhadap ASEAN. Mahasiswa/i LSPR berkesempatan membawakan lagu tradisional seperti Bungong Jempa, Butet, Sirih Kuning, serta tarian tradisional seperti tari Zapin dan Renggong Manis di depan para diplomat China Mission to ASEAN, sebagai sarana promosi keberagaman budaya Indonesia yang efektif dan menghibur. Siapa sangka bahwa lagu Butet yang berasal dari Sumatera Utara ternyata cukup populer di China.

Dalam sambutannya, H.E. Xuang Xilian menyampaikan bahwa generasi muda adalah matahari yang cerah dan dinamis bagi negaranya. Generasi muda di masa depan akan menjadi pemimpin yang memperkuat hubungan ASEAN dan China. Pada tahun 2018, pemerintah China baru saja meluncurkan “Tahun Inovasi ASEAN-China” di Beijing pada 12 April 2018 dan berharap dapat meningkatkan kerjasama di bidang-bidang seperti inovasi teknologi dan ekonomi digital. ASEAN-China sepakat untuk terus memperbarui berbagai kegiatan untuk Tahun Inovasi ASEAN-China, yang mencakup pernyataan bersama tentang sains, teknologi dan inovasi.

Pada tahun 2018 ini juga merupakan peringatan HUT ke-15 Kemitraan Strategis ASEAN-China. Sejak China menjadi mitra strategis ASEAN, dapat dikatakan bahwa China merupakan mitra dagang terbesar ASEAN selama sembilan tahun berturut-turut. Pada 2017, nilai total perdagangan China – ASEAN telah mencapai US$ 514,82 miliar. Sedangkan total perdagangan China ke Indonesia bernilai 63,3 M. Manfaat lain yang dirasakan oleh Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN adalah meningkatnya jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia dan  banyak mahasiwa Indonesia yang belajar ke China. Di masa yang akan datang, kemitraan strategis China dan ASEAN akan dilanjutkan oleh para generasi muda untuk meningkatkan konektivitas ASEAN, mempersempit kesenjangan pembangunan, dan mendorong kerja sama pembangunan. (win)

Tags
Close