DIDAKTIKA

Lima Perguruan Tinggi Terima Penghargaan PWMP Kementan

Unila raih Penghargaan PWMP dari Kementan bersama Empat Kampus lainnya. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi keberhasilan mahasiswa dan alumni perguruan tinggi menjalankan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Kementan mengganjarnya dengan memberikan penganugerahan kepada lima perguruan tinggi terbaik.

“Penganugerahan PWMP ini untuk mengapresiasi mereka yang berhasil mengembangkan usaha pertanian melalui program PWMP, yang diharapkan jadi motivasi bagi kelompok penerima PWMP lainnya,” kata Nurwahidah, Kepala Subbidang Peserta Didik, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, di Bogor, Kamis (15/11).

Ia menyebutkan, lima perguruan tinggi yang menerima Anugerah PWMP 2018 yakni Institut Pertanian Bogor, Universitas Syah Kuala, Universitas Lampung, UGM dan Brawijaya. Selain perguruan tinggi, Anugerah PWMP juga diberikan kepada lima Politekni Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yakni Polbangtan Malang, Polbangtan Banjar Baru, Polbangtan Gowa, Polbangtan Magelang-Yogyakarta, dan Polbangtan Yogyakarta.

Penganugerahan PWMP diberikan sebagai motivasi terhadap hasil karya dan inovasi peserta program penumbuhan wirausahawan muda pertanian agar dapat mandiri, profesional, dan berdaya saing. Sedikitnya ada 10 kriteria yang dinilai oleh tim penliai dari Pusat Pendidikan Pertanian, dan perguruan tinggi mitra yakni aset usahanya stabil, jaringan kerja, pemasaran, dan penambahan modal.

“Kelima perguruan tinggi penerima program PWMP ini mampu menampilkan itu, mereka menjadi model PWMP terbaik di antara penerima lainnya,” kata Nurwahidah.

Ia menjelaskan, program PWMP yang dilaksankan oleh Kementerian Pertanian telah dimulai sejak 2016 lalu. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan regenerasi petani, mendorong mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi menjadi wirausahan muda pertanian.

Tahap pertama PWMP adalah penumbuhan minat dan penyadaran tentang usaha pertanian. Tahun pertama ini melibatkan delapan perguruan tinggi mitra, enam Polbangtan, dan tiga SMK Penyuluh Pertanian.

Untuk perguruan tinggi skema bantuan diberikan berupa modal usaha, sedangkan untuk Polbangtan dan SMK Penyuluh Pertanian berupa beasiswa. “Untuk perguruan tinggi sasarannya adalah alumni, modal diberikan berkisar antara Rp30 juta sampai Rp35 juta. Sedangkan beasiswa sebesar Rp15 juta per kelompok,” kata Wahida.

Memasuki tahun ketiga program PWMP bagi penerima tahun 2016 sudah memasuki tahap kemandirian. Tercatat ada 500 kelompok PWMP yang terbentuk di delapan perguruan tinggi mitra, enam Polbangntan dan tiga SMKPP.

Program PWMP terus berjalan hingga 2018 ini, setiap tahun ditargetkan ada 500 kelompok PWMP yang terbentuk di tiap-tiap perguruan tinggi mitra, dan Polbantan maupun SMKPP. “Untuk mengukur tingkat keberhasilan dan kemandirian mereka menjalankan program PWMP ini makanya kita berikan anugera PWMP ini agar memotivasi mereka berkembang lagi besar lagi, dan memotivasi kelompok PWMP lainnya untuk memajukan usahanya,” kata Nurwahidah.

Sumber : Antara

Tags
Close