DIDAKTIKA

LSPR Gandeng Universitas MH Thamrin Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah

Peresmian SMPN 4 Klari sebagai Kawasan Tanpa Rokok. (Dok Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dua  Perguruan Tinggi di Jakarta yakni Universitas M.H Thamrin  dan  London School of Public Relation (LSPR) Jakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) bersinergi untuk menyelenggarakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertema Pola Hidup Sehat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah  pembinaan SMPN 4 Klari, Desa Anggadita, Karawang Timur menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau.

Program KTR ini sejalan dengan agenda Pemerintah khususnya Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia No.1/2017. Selain itu juga Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok di Lingkungan Sekolah pada 29 Desember 2015 yang lalu. Dalam Pasal 2 beleid tersebut, dijelaskan bahwa  kawasan tanpa rokok bertujuan menciptakan lingkungan sekolah bersih, sehat, dan bebas rokok.

Kepala Lembaga Penerlitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas MH Thamrin Nur Asniati Djaali mengatakan beberapa bentuk kegiatan dilakukan dalam rangka pembentukan Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 4 Klari antara lain sosialisasi kepada para siswa/I SMP mengenai bahaya rokok, pembentukan duta anti rokok, pelatihan public speaking bagi para duta anti rokok agar mampu melakukan sosialisasi kepada teman sebaya dan sosialisasi rencana penetapan KTR kepada komite sekolah.

“Salah satu hasil nyata dari program ini adalah ditetapkan SMPN 4 Klari sebagai Kawasan Tanpa Rokok,” ujar Nur dalam keterangan resminya yang diterima Jakarta Review, Rabu, 7/11/2018.

Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat LSPR Jakarta Yuliana R. Prasetyawati mengatakan kontribusi perguruan tinggi untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah merupakan bentuk keprihatinan terhadap peningkatan perokok pada remaja usia 15-19 tahun yang  meningkat dua kali lipat dari 12,7% pada 2001 menjadi 23,1% pada 2016.

“Ini saatnya bagi perguruan tinggi untuk bersinergi melakukan berbagai kegiatan dalam bentuk edukasi mengenai bahaya merokok dan mendorong sekolah-sekolah disekitar Perguruan Tinggi berada untuk menjadi Kawasan Tanpa Rokok,” cetusnya.

Kepala Sekolah SMPN 4 Klari, Yoyon Sumaryono menyampaikan bahwa program KKN dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Universitas MH Thamrin dan LSPR Jakarta sejalan dengan kebijakan sekolah yang melarang siswa/I dan para guru untuk merokok di lingkungan sekolah.

Menurutnya selama ini pihaknya tak segan untuk menindak tegas kepada para siswa/I dan guru yang melanggar dan kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga telah melarang kantin yang berada di kawasan sekolah menawarkan dan menjual rokok. Komitmen tersebut terwujud dalam Deklarasi Kawasan Tanpa Rokok yang digelar pada Selasa, 7 November 2018 yang salah satunya menyatakan bahwa segenap warga SMPN 4 Klari siap menjadi Sekolah Kawasan Tanpa Rokok  dalam upaya mewujudkan Sekolah Sehat.

Sekedar informasi data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi Jawa Barat  tahun 2013 menunjukkan perilaku merokok khususnya untuk kabupaten Karawang juga  sudah dimulai sejak dini yaitu usia 5 – 9 tahun (0,5%) dan usia  10 – 14 tahun (11,5%). Rerata jumlah  batang rokok yang dihisap per hari pada usia 10 – 14 tahun adalah 5,4 batang rokok dan usia 15 – 19 tahun adalah 7,5 batang rokok.

Data ini menunjukkan pentingnya segala pihak untuk menyusun strategi penyuluhan bahaya merokok sejak usia dini di sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMA serta penetapan KTR di lingkungan sekolah. Partisipasi aktif dari seluruh pihak, yaitu siswa, guru, komite sekolah, petugas kesehatan puskesmas, peragkat desa dan masyarakat akan sangat menentukan dalam upaya pengendalian konsumsi rokok di lingkungan sekolah guna mencapai Indonesia yang sehat tanpa asap rokok. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close