DIDAKTIKA

Menteri Agama Lantik Rektor UIN Jakarta

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik tiga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta, Senin (7/1/2019). Lukman melantik Amany Burhanuddin Umar Lubis sebagai rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sumanta menjadi rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nur Jati Cirebon dan Inayatillah selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh yang baru. (Dok: Kemenag)

Jakarta Review, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik Amany Burhanuddin Umar Lubis sebagai rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lukman di Jakarta, Senin, juga melantik dua pimpinan kampus lainnya yaitu Sumanta menjadi rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nur Jati Cirebon dan Inayatillah selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh yang baru.

Dalam keterangan tertulis, ketiga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) itu merujuk pada Keputusan Menteri Agama RI  Nomor B.II/3/00429, B.II/3/00430 dan B.II/3/00431.

Menag berpesan agar para pimpinan baru tersebut untuk menjaga tradisi akhlak Islami dan intelektual yang terus berkembang di kampus-kampus PTKIN. Sebebas apapun intelektualitas dan penggalian ilmu pengetahuan seluruhnya harus bertumpu pada akhlak yang baik. Dengan begitu, PTKIN juga harus berorientasi pada terwujudnya masyarakat berakhlakul karimah.

PTKIN, kata dia, juga harus menjadi kampus terdepan dan berkelas dunia. Maka, civitas PTKIN harus akrab dengan persoalan aktual yang ada di masyarakat.

“Saya minta PTKIN harus lebih proaktif untuk merespon persoalan masyarakat, khususnya dalam masalah agama dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya.  Dan dalam merespon permasalahan itu tetaplah bertumpu pada moderasi beragama,” kata dia.

Moderasi beragama, lanjut dia, perlu dilakukan karena saat ini masyarakat dihadapkan pada tarikan paham-paham keagamaan yang sangat konservatif sehingga seolah tercerabut dari realitas kekinian.

“Di sisi ekstrem yang lain juga berkembang paham liberal, yang juga sesungguhnya tercerabut dari realitas kehidupan keagamaan dan ke-Indonesiaan kita,” kata dia.

PTKIN, kata Lukman, juga harus berorientasi pada kuantitas dan kualitas. Beberapa hal bisa ditempuh para pimpinan PTKIN yang baru dilantik dengan memfokuskan diri pada tata kelola kelembagaan.

“Benahi tata kelola kelembagaan, khususnya manajemen organisasi dan manajemen keuangan. Kepemimpinan saudara diharapkan dapat mengayomi semua entitas yang ada dalam perguruan tinggi yang saudara pimpin,” kata dia.

Sumber: Antara

Tags
Close