DIDAKTIKA

STP Terima Kunjungan Serikat Pelaut Jepang

kunjungan studi banding pelaut Jepang. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – All Japan Seamen’s Union (JSU) atau Serikat Pelaut Jepang mengaku tertarik dengan pendidikan kelautan dan perikanan yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Perikanan (STP), salah satu satuan pendidikan tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan ingin mengetahui langsung secara lebih mendalam. Karena itu JSU mengirimkan perwakilannya untuk melakukan studi banding ke STP Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Perwakilan JSU yang datang berasal dari kantor representatif JSU di Indonesia, terdiri dari Chief Representative Capt. Hideo Kon, Assistant Chief Representative Kei Ito, beserta staf, yang diterima oleh Ketua STP Mochammad Heri Edy beserta jajarannya. Hideo menyampaikan, pihaknya berkeinginan memperoleh informasi mengenai pendidikan di STP serta melihat langsung fasilitasnya, sebagai bahan studi banding. Ia sendiri telah tiga kali mengunjungi STP.

Pada pertemuan tersebut, Heri Edy menyampaikan, STP menerapkan pendidikan vokasi dengan porsi praktik sebesar 70% dan teori 30%. Lulusan STP tidak hanya memperoleh ijazah, tapi juga sertifikat keahlian, yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri.

Dari empat jurusan (enam program studi) STP jenjang Diploma IV, salah satunya adalah Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), yang lulusannya dibekali sertifikat Basic Safety Training (BST), Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan (Ankapin) Tingkat I, dan Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan (Atkapin) Tingkat I. “Jadi, kami mencetak lulusan yang siap membawa kapal,” ujarnya.

Heri melanjutkan, untuk kegiatan praktik laut, STP menggunakan kapal latih, yakni Madidihang 01 dari Jepang (sudah berhenti beroperasi karena faktor usia), Madidihang 02 dari Tiongkok, dan Madidihang 03 dari Spanyol yang merupakan kapal latih dan riset kelautan dan perikanan tercanggih di Indonesia dengan bobot 756 GT.

“Kapal tersebut melakukan praktik laut bagi taruna STP selama 90 hari layar dalam setahun. Di luar itu, kapal juga digunakan bersama dengan mitra, antara lain terkait dengan kerja sama penelitian,” tambahnya.

Usai pertemuan, tim JSU melakukan kunjungan ke berbagai fasilitas pendidikan di dalam kampus, khususnya fasilitas praktik taruna Jurusan TPI, seperti laboratorium dan workshop di bidang mesin, teknologi mekanik, listrik, alat tangkap ikan, navigasi, BST, dan simulator. Hideo menyampaikan kekagumannya akan pendidikan di STP dan pihaknya sangat berkeinginan untuk dapat mengunjungi Kapal Madidihang 03, namun sayangnya saat ini belum bisa dilakukan karena kapal tersebut sedang melakukan praktik laut. Usai melaksanakan praktik laut, Kapal Madidihang 03 langsung melakukan kegiatan lain, yakni audit oleh lembaga internasional Bureau Veritas, yang berkantor pusat di Perancis.

“Saya sudah pernah melihat dari luar Kapal Madidihang 03 di Pelabuhan Muara Baru, dari luar sudah terlihat sangat bagus dan kami ingin sekali melihat dalamnya,” kata Hideo.

Sementara itu, disampaikan Heri, sebelum JSU, belum lama ini pihak Jepang lainnya, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA), juga melakukan kunjungan ke kampus STP Jakarta dan Kapal Madidihang 03. JICA berencana memberikan bantuan (loan) kapal pengawas perikanan ke KKP, yang SDM-nya mereka harapkan dapat dipenuhi dari STP.

“Jika disetujui, rencananya simulator kapal pengawas perikanan dari Jepang akan ditempatkan di STP untuk pendidikan dan pelatihan bagi seluruh awak kapal pengawas perikanan se-Indonesia,” ungkap Heri.

Selain Jepang, berbagai negara telah melakukan kunjungan ke STP, antara lain Belanda, Amerika Serikat, Australia, Swedia, Inggris, Spanyol, dan Korea untuk berbagai kepentingan, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian.

“Sebagai contoh, pihak Korea sangat tertarik dengan Kapal Madidihang 03 dan berkeinginan untuk membuat kapal serupa di negaranya,” tutur Heri. (win)

Tags
Close