DIDAKTIKA

Tiga Kampus Jakarta Gelar Program Citarum Sehat di Karawang

Panitia acara  Program Citarum Sehat, Indonesia Kuat  sedang memberikan cendera mata. (Dok Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Berbagai perguruan tinggi yang berada di wilayah Kopertis III bersinergi untuk berkontribusi dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Ketiga perguruan tinggi yakni LSPR Jakarta, Universitas Krisnadwipayana dan Universitas Mpu Tantular menggelar Program Citarum Sehat, Indonesia Kuat di dusun Rumambe 2, Desa Anggadita, Karawang Timur pada Sabtu, 27 Oktober 2018.

Program Citarum Sehat, Indonesia Kuat ini terdiri dari serangkaian kegiatan yaitu story telling tematik Indonesia Kuat, edukasi karakter kebangsaan melalui permainan, pembinaan karakter kebangsaan dalam keluarga bagi 50 Kader PKK serta pembinaan karakter kebangsaan dan anti narkoba kepada 50 Pemuda/I Karang Taruna di dusun Rumambe 2.

Edukasi karakter kebangsaan dilakukan melalui permainan kepada 181 siswa/I SD Anggadita 2 kelas 1 sampai kelas 6. Para mahasiswa dari LSPR Jakarta, Universitas Krisnadwipayana dan Universitas Mpu Tantular mengajarkan nilai-nilai cinta tanah air , displin, rela berkorban, gotong royong dan menjaga lingkungan melalui permainan seperti dusunku bersih dan lingkaran sungai citarum.  Pembelajaran karakter kebangsaan diwujudkan dalam berbagai permainan agar mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa/i SD.

Pada program ini, dilakukan juga pembinaan karakter kebangsaan dalam keluarga pada 50 kader PKK. Semua berawal dari keluarga. Pembentukan karakter bangsa dimulai dari  pendidikan karakter dalam keluarga. Nilai-nilai luhur yang ditanamkan secara kuat pada setiap anggota keluarga akan  menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya karakter masyarakat dan bangsa.

Indriasari dosen Universitas Krisnadwipayana menyampaikan pentingnya peran ibu dalam keluarga untuk  menanamkan nilai nilai  jujur, disiplin, kerja keras, mandiri dan semangat cinta tanah air dalam keluarga.

“Anak-anak gemar meniru maka ibu-ibu harus menjadi idola bagi anak-anak,” lanjutnya.

Selain itu, dilakukan pula penataan perpustakaan SD Anggadita 2 agar menjadi bersih dan sehat sehingga siswa/I menjadi nyaman di perpustakaan dan gemar membaca. Tim pengabdian kepada masyarakat yang merupakan sinergi antara LSPR-Jakarta, Universitas Krisnadwipayana dan Universitas Mpu Tantular memberikan sumbangan kepada perpustakaan SD Anggadita 2 berupa buku-buku cerita bertematik hidup sehat, hidup bersih dan sikap menjaga lingkungan.

Program Citarum Sehat, Indonesia Kuat juga melakukan edukasi bagi para generasi muda dusun Rumambe 2 yang tergabung dalam karang taruna. Edukasi karakter kebangsaan dikolaborasikan dengan pembinaan anti narkoba agar para pemuda/I di dusun Rumambe 2 menjadi sehat dan kuat serta jauh dari penyalahgunaan narkoba.

Ina Heliany, dosen Universitas Mpu Tantular menyampaikan rasa cinta tanah air yang dapat diwujudkan oleh generasi muda dengan berkomitmen menjadi penerus bangsa yang jujur, displin, bertanggung jawab dan rela berkorban.

Antusias para warga dusun Rumambe 2 terlihat dengan banyaknya warga yang ikut serta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Citarum Sehat, Indonesia Kuat. Citarum milik bersama, maka diperlukan partisipasi aktif segenap masyarakat agar segera terwujud Citarum Harum.

Kepala Desa Anggadita, Agustia Mulyana menyambut baik kegiatan Citarum Sehat, Indonesia Kuat ini. Apalagi selama ini ada kerinduan dari warga disekitar DAS Citarum untuk menikmati sungai Citarum seperti tahun 70-an.

“Sungai Citarum adalah sumber kehidupan bagi warga disekitarnya, oleh karena itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat mengembalikan kelestarian sungai Citarum,” ujarnya saat memberikan sambutan sekaligus  membuka program Citarum Sehat, Indonesia Kuat.

Yuliana R. Prasetyawati selaku koordinator sub sektor Bela Negara, program Citarum Sehat, Indonesia Kuat mengatakan program yang dilaksanakannya bertujuan untuk membangun kultur masyarakat akan sadar lingkungan. Permasalahan yang ada di Citarum bukan hanya terkait pencemaran namun juga rendahnya sikap kesadaran akan lingkungan,

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap keputusan Pemerintah Pusat yang pada Februari 2018 lalu telah menggulirkan Program Citarum Harum guna memulihkan sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

“Sebagai kalangan akademisi, kami terpanggil untuk berkontribusi dalam program Citarum Harum dalam sinergi menjaga kelestarian DAS Citarum ini,” ujar Yuliana. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close