DIDAKTIKA

Trisno Nugroho: Kami Ingin Yasporbi Makin dikenal dan Menjadi Sekolah Pilihan Masyarakat

Ketua Yayasan Yasporbi Trisno Nugroho. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Untuk kesekian kalinya Sekolah Yasporbi unit Pancoran menggelar open house terintegrasi pada Sabtu, 10/11/2018 lalu. Acara yang digelar mulai pagi hingga petang itu menampilkan sajian kesenian khas Indonesia yang ditampilkan oleh siswa-siswi Yasporbi mulai dari tingkat TK hingga SMA.

Ratusan siswa-siswi dan orang tua murid hadir meramaikan acara yang rutin digelar untuk menyambut penerimaan siswa baru (PSB) dan ajang pengenalan unit-unit kegiatan yang ada di Yasporbi kepada masyarakat luas tersebut.

“Sebagai sekolah swasta yang dimiliki oleh Bank Indonesia dan menggelar pendidikan mulai dari tingkat TK hingga SMA, kami harus menghadapi persaingan yang ketat dengan sekolah negeri dan swasta lainnya untuk mendapatkan siswa. Karena itu kami rutin menggelar open house sebagai tanda dibukanya PSB dan sekaligus ajang mengenalkan unit-unit yang ada di Yasporbi secara keseluruhan kepada masyakarat sekitar,” ujar Intan Triharti Kepala Sekolah SD Yasporbi kepada Jakarta Review.

Intan menambahkan sebelumnya acara acara open house diselenggarakan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing unit pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Namun untuk tahun ini penyelenggaraannya kami satukan dengan harapan gaungnya lebih terasa bagi masyarakat sekitar yang menjadi target sasaran penerimaan siswa baru.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam open house terdiri dari lomba olahraga hingga kesenian dari TK hingga SMA, misalnya  pagelaran teater, sepakbola, pencak silat dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya seperti marching band, angklung.

“Tahun ini kami menampilkan pagelaran seni budaya dari seluruh Indonesia. Tema ini kami pilih agar anak-anak secara dini mulai memahami bahwa sebagai negara majemuk, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” jelas Intan.

Kenalkan Teknologi Informasi Sejak Dini

Ketua Yayasan Yasporbi Trisno Nugroho mengatakan setiap tahun, Yasporbi Pancoran biasanya menggelar penerimaan siswa baru (PSB) pada November. Artinya beberapa bulan lebih awal dibandingkan jadwal tahun ajaran baru yang biasanya baru dimulai pada Bulan Juni-Juli setiap tahunnya.

“Untuk SD biasanya PSB dibuka di Bulan November, sementara SMP dan SMA di Februari dan Maret. Pelaksanaan PSB lebih dulu dilakukan karena kami harus mencuri start. Dan ini lazim dan sudah banyak dilakukan oleh sekolah swasta yang lain. Kalau terlambat, nanti kami yang akan kesulitan mencari siswa baru,” ujar Trisno.

Ia menambahkan saat ini tingkat persaingan sudah semakin ketat di bidang pendidikan. Karena itu, pihaknya harus pintar-pintar memperlihatkan keunggulan-keunggulan yang bisa orang tua dapatkan saat mereka memutuskan untuk  menyekolahkan anaknya di Yasporbi.

Berdasarkan interaksi kami dengan orang tua murid, pada umumnya mereka tertarik menyekolahkan anaknya ke Yasporbi karena didasarkan oleh beberapa alasan. Pertama, walaupun bukan sekolah agama, kami dianggap tetap memperhatikan dengan serius kegiatan keagamaan di sekolah. Ini terlihat dari aktifitas ibadah pagi untuk siswa-siswi yang beragama non muslim dan sholat dhuha dan dzhur berjamaah yang wajib dilakukan oleh siswa muslim setiap harinya. Kemudian disini juga ada kegiatan eskul tahfiz, iqra agar anak-anak bisa mengembangkan diri.

“Itu semua bisa dilakukan karena Yasporbi memiliki pengajar agama tersendiri dari mulai agama Islam, Kristen dan Hindu. Karena itu kami dikenal sebagai sekolah nasional keagamaan,” papar Trisno.

Yang spesial untuk tahun ini Yasporbi akan mulai mengenalkan logika teknologi informasi atau yang biasa dikenal dengan koding 01 secara dini kepada siswa-siswi dari jenjang TK hingga kelas 1 SD. Hal ini penting untuk dilakukan karena kini telah hidup di era informasi dan digitalisasi yang sudah sangat berkembang dan ini sudah lazim dilakukan di beberapa negara lain.

“Kami ingin jadi sekolah pionir yang mengenalkan logika teknologi informasi secara dini kepada siswa TK hingga kelas 1 SD,” ujar Trisno.

Tak hanya mendukung kegiatan kognitif saja, Yasporbi juga sangat peduli terhadap pengembangan bakat anak. Kemudian kami juga sudah menggunakan Bahasa Inggris untuk pelajaran Matemika dan Science. Selanjutnya untuk Bahasa Inggris kami tambah porsinya menjadi 4 jam per minggunya. Bahkan kami juga rutin menggunakan native speaker satu semester dua kali melalui kerjasama dengan English First (EF). Dan ini sudah berlangsung sekitar 4 tahun untuk SMP dan SMA.

Yasporbi juga secara serius dan berkelanjutan membenahi rekrutmen tenaga pengajar, kurikulum dan sejumlah fasilitas pendukung pengajaran. Tenaga pengajar untuk semua tingkataan adalah SDM yang berkualitas karena direkrut dari lulusan perguruan tinggi ternama sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.

Kemudian setelah itu Yasporbi juga rutin mengikutsertakan para guru tersebut di berbagai pelatihan baik yang dilakukan oleh BI ataupun pihak eksternal. Untuk gajinya-pun kami berikan sesuai dengan kebutuhan, sehingga mereka bisa fokus dalam mengajar dan nggak perlu melakukan pekerjaan sambilan untuk menambal kekurangan pendapatan. Bahkan kami juga tak segan memberikan reward berupa umroh gratis kepada guru-guru yang dianggap berprestasi.

“Jadi kami nggak sembarangan dalam rekruitmen guru dan bahkan kami melarang guru untuk memberikan materi tambahan berupa les kepada siswa-siswinya,” tutur Trisno.

Dengan melakukan sejumlah perbaikan secara konsisten, perlahan-lahan, kualitas sekolah Yasporbi meningkat secara signifikan. Hasilnya jumlah lulusan  SMA Yasporbi yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri meningkat pesat.

“Dalam 3 tahun terakhir separuh lulusan SMA Yasporbi diterima PTN. Ini baik yang masuk melalui jalur prestasi ataupun undangan. Buat kami ini sesuatu hal yang sangat positif dan membanggakan, karena biasanya input siswa-siswi SMA kami nggak sebaik sekolah negeri. Karena biasanya untuk SMP dan SMA merupakan pilihan terakhir karena harus bersaing dengan sekolah negeri. Tapi kami tetap bisa menghasilkan lulusan yang unggul,” tandasnya.

Singkatnya melalui berbagai transformasi yang dilakukan tersebut, kami ingin orang tua yakin saat menyekolahkan anaknya ke Yasporbi akan mendapatkan banyak keunggulan. Bila perlu mereka para orang tua murid nggak perlu lagi memberikan pelajaran dan les tambahan kepada anaknya diluar sekolah. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close