DIDAKTIKANASIONAL

Wisuda LSPR Hadirkan Handry Satriago

Dr.Handry Satriago – CEO of General Electric saat tampil sebagai salah satu pembicara di acara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations – Jakarta (LSPR-Jakarta) di Ballroom Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53, SCBD-Jakarta, 30 November 2017. (Dok LSPR)

Jakarta Review, Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations – Jakarta (LSPR-Jakarta) kembali menyelenggarakan wisuda dengan melantik 1119 alumni baik dari program sarjana maupun pasca sarjana, diantara wisudawan tersebut akan dilantik beberapa public figure Indonesia yang merupakan mahasiswi LSPR – Jakarta, diantaranya adalah Anggika Bosterli  dan Adinda Thomas serta Abel Cantika yang dikenal sebagai selebgram. Acara berlangsung di Ballroom Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53, SCBD-Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Dr. Handry Satriago – CEO of General Electric di sesi pagi dan  Dr. Ir. Illah Sailah, MS – Kopertis Wilayah III, Prof. Mike Hardy, CMG OBE FRSA – Executive Director, Centre for Trust, Peace and Social Relations at Coventry University, UK dan Triawan Munaf – Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di sesi siang hadir untuk menyampaikan inspirational speech mereka kepada para wisudawan, orangtua dan juga para tamu undangan.

Saat tampil sebagai narasumber CEO General Electric Indonesia Dr Handry Satriago mengatakan, kunci sukses yang paling utama dalam hidup adalah percaya diri. “Jadi apa pun kondisi seseorang, percaya diri harus menjadi hal mutlak,” ujarnya.

Menurut Handry, banyak orang bertanya kepada dirinya mengenai sukses.

“Tidak ada resep generik untuk sukses karena setiap orang berbeda-beda. Sukses itu susah didefinisikan, sukses bagi saya adalah apa yang saya lakukan. Setiap orang punya definisi sendiri untuk sukses,” ucapnya.

Handry Satriago yang lahir pada 13 Juni 1969 di Pekanbaru itu mengaku perlu 13 tahun untuk bisa menggapai mimpinya menjadi pimpinan di General Electric Indonesia.

“13 tahun saya bekerja dari staf menjadi CEO hingga saat ini. Salah satu produk perusahan kami adalah mesin pesawat,” ungkap mantan paskibraka nasional ini.

Tingkat Serapan 75 Persen

Sekedar informasi London School of Public Relations – Jakarta yang berdiri sejak 1 Juli 1992 adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan program sarjana ilmu komunikasi yang terbagi atas enam konsentrasi pilihan yaitu, Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Digital Media Communication & Advertising dan Performing Arts Communication, serta program pasca sarjana yang terbagi menjadi empat konsentrasi yaitu Corporate Communication, Marketing Communication, International Relations Communication dan Mass Media Management. Saat ini LSPR – Jakarta memiliki 17.219 lulusan serta lebih dari 4500 mahasiswa dan mahasiswi aktif.

Data LSPR Career Center menunjukkan tingkat serapan lulusan LSPR-Jakarta di dunia kerja mencapai 75% lulusan. LSPR Career Center selain menyelenggarakan seminar dan pelatihan, menyediakan informasi lowongan pekerjaan, juga membantu menyalurkan para alumni ke bidang pekerjaan yang mereka inginkan baik dalam dan luar negeri. Saat ini tercatat 9.749 alumni untuk program sarjana, 1.075 alumni untuk pasca sarjana dan 6.600 alumni program diploma, total keseluruhan alumni adalah 17.219 orang.

Sejak tahun 2002, LSPR selalu mendapat pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional dengan nilai A. Untuk program S1 LSPR telah mendapat pengakuan internasional dari lembaga akreditasi internasional yakni The London Chamber of Commerce and Industry Examination Board (LCCI) United Kingdom dan City and Guilds UK sedangkan untuk Program S2, LSPR menjalin kerjasama dengan Edith Cowan University Australia dan City and Guilds UK.

Pada 9 November 2016, LSPR telah menerima surat keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 345/M/KPT/2016 mengenai tentang penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada lingkup program studi Ilmu Komunikasi. LSPR juga mendapatkan tiga penghargaan dari KEMENRISTEKDIKTI pada tanggal 30 November 2016 dengan predikat Peringkat I di Kalangan Sekolah Tinggi untuk Aspek Kelembagaan, Peringkat I di Kalangan Sekolah Tinggi untuk Aspek Kemahasiswaan dan Peringkat II di Kalangan Sekolah Tinggi untuk Aspek Ketenagaan. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close