DIDAKTIKA

Yasporbi Gelar Wisuda 295 Lulusan di Tahun 2019  

Ketua Yayasan Yasporbi Trisno Nugroho mendampingi Dewan Pengawas menyerahkan penghargaan kepada salah satu lulusan terbaik di acara wisuda Yasporbi 2019 di Ruang Chandra, Gedung Kebon Sirih Lantai 6, Bank Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Juni 2019. (Sigitartpro/jakrev.com)

Jakarta Review, Jakarta – Yasporbi sekolah swasta yang dimiliki oleh Bank Indonesia menggelar wisuda 295 siswa-siswinya dari berbagai tingkatan di Ruang Chandra, Gedung Kebon Sirih Lantai 6, Bank Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Juni 2019.

“Ada 295 siswa-siswi Yasporbi di Pancoran, Pasar Minggu dan Kemanggisan dari mulai TK hingga SMA yang diwisuda pada hari yang sama,” ujar Ketua Yayasan Yasporbi Trisno Nugroho saat memberikan sambutan di acara wisuda Yasporbi.

Dalam pidatonya Trisno juga menyampaikan kepada tamu yang hadir di acara wisuda tentang berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Yasporbi.

“Hidup kita itu harus lebih baik dari tahun ke tahun. Jangan cepat puas, kalau nggak nanti kita yang rugi, karena itu kita semua harus kerja keras untuk mencapai kemajuan tersebut,” tuturnya seraya berpesan agar siswa-siswi yang diwisuda untuk mengigat jasa dari guru-guru yang selama ini telah membimbing dengan penuh ketekunan dan kesabaran.

Untuk menunjang upaya perbaikan kualitas tersebut ungkap Trisno, pihaknya sudah menyiapkan perpustakaan, dan laboratium komputer yang memadai yang ditujukan untuk peningkatan literasi baca, budaya dan teknologi untuk anak-anak Yasporbi. Selain itu untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini, di Yasporbi juga telah berdiri sebuah Bank mini.

“Alhamdulillah, Yasporbi sekarang didukung penuh oleh Bank Indonesia, terutama utuk peningkatan pra sarana penunjang pendidikan, oleh karena itu dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Yasporbi tahun lalu  hanya berlangsung selama 1 hari. Padahal masih banyak sekolah lain termasuk beberapa sekolah negeri yang ujiannya berlangsung 2 hari. Itu karena sarana komputernya sudah kami siapkan, sehingga siswa yang ujian nggak perlu lagi pinjam komputer dari orang tua,” tutur Trisno.

Prinsipnya lanjut Trisno, kami ingin siswa-siswi Yasporbi mendapatkan sarana penunjang dan materi pelajaran yang terbaik.

“Semua iuran sekolah, kami kembalikan kepada anak-anak dan guru. Karena kami ingin semua yang diperlukan oleh sekolah terpenuhi dan guru-guru bisa fokus mengajar saja. Soal uang biar kami (Yayasan) yang mencarinya,” tandas Trisno.

Terkait pendalaman materi pelajaran, mulai beberapa tahun lalu, kami menyediakan waktu tambahan di Hari Sabtu kepada siswa-siswi kelas 1,2 dan 3 SMP dan SMA. Di hari tersebut mereka bisa menambal materi kekurangan materi pelajaran.

“Sabtu monggo masuk untuk menambal kekurangan materi. Untuk all out menuju sekolah pilihan. Untuk soal gurunya kami yang bayar,” pungkas Trisno. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close