EKONOMI

Implementasikan Nontunai, Blue Bird Raih Penghargaan BI

Supir sedang membersihkan puing-puing perpisahn yang rusak . (istimewa)

Jakarta Review – Blue Bird Bali menjadi salah satu perusahaan transportasi yang paling siap mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT). Karena komitmen ini pula Blue Bird Bali diganjar penghargaan khusus dari Bank Indonesia atas upaya dalam turut menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai.

Seiring dengan beroperasinya tol Bali Mandara, Blue Bird Bali juga berupaya untuk mengikuti perkembangan dengan menambah kenyamanan customer melalui penggunaan uang elektronik, sehingga customer tidak perlu merasakan antrian kemacetan di pintu Tol.

GM Blue Bird Are Bali dan Lombok Panca Wiadnyanya mengungkapkan, komitmen pengunaan UNIK dalam transaksi keseharian sudah dicanangkan sejak Juli 2016. Dengan dukungan dua Bank BUMN (Bank Mandiri dan BRI), penggunaan UNIK ini terus disosialisasikan. Secara perlahan penggunaan UNIK ini terus diperluas mulai dari transaksi kebutuhan sehari hari, pembayaran tol hingga pembelian pertalite.

“Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan UNIK dalam bertransaksi, antara lain; Kenyamanan customer, Penghematan dalam transaksi karena nominal yang dibulatkan (diperkirakan dari pembelian pertalite bisa dihemat lebih dari 300 juta dalam setahun), berkurangnya waktu antrian dirasakan oleh pengemudi membuat pemakaian bahan bakar menjadi lebih irit” terang Panca seperti dikutip Infobanknews.com.

Tidak hanya penggunaan uang elektronik dalam transaksi, secara nasional PT Blue Bird Tbk juga sudah menyiapkan kemudahan dalam pembayaran taksi melalui aplikasi MyBlueBird, baik melalui reservasi maupun stop dimanapun dan membayar non tunai dengan fitur Easy Ride. Untuk mendukung GNNT ini Blue Bird Bali memberikan discount hingga 20% untuk mendorong customer bertransaksi secara non tunai.

Panca mengungkapkan banyak sekali tantangan yang dilalui baik dari internal maupun external. “Resistensi tentu ada, namun hanya dibutuhkan pemahaman yang mudah dalam sosialiasi dan tentunya didukung dengan penggunaan yang mudah misalnya akses untuk top up” jelas Panca.

Saat ini Blue Bird telah mengoperasikan 1.200 unit mobil yang terdiri dari 1000 unit taksi dan 200 unit non taksi (sewa dan bus), dan mempekerjakan lebih dari 2000 orang pengemudi dan karyawan.

Tahun ini, Blue Bird juga tampil lebih inovatif dengan taksi regular jenis Multi Purpose Vehicle (MPV). Taksi berkapasitas lebih besar dan menyenangkan ini bisa dipesan melalui aplikasi My Blue Bird atau Call Center.

Menurut Andre Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk, Program ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Bali ataupun pelanggan yang berkunjung ke Bali, baik untuk tujuan wisata maupun keperluan bisnis. “Jadi sekarang para pelanggan punya pilihan lebih banyak. Jika kebetulan membutuhkan armada yang bisa memuat penumpang lebih, tak perlu menggunakan dua unit taksi jenis sedan, atau cari mobil lain. Cukup dengan satu unit sudah bisa menampung 6 orang penumpang dan barang. Lebih praktis” jelasnya.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, untuk tahap awal ini diluncurkan sebanyak 50 unit, dan berlanjut hingga 300 unit sampai awal tahun 2018. Dalam pemilihan jenis kendaraan PT Blue Bird Tbk tetap mengutamakan sisi keamanan, kenyamanan, efisien, serta keandalan. Setiap mobil yang digunakan telah diuji dan memenuhi kriteria tersebut.(win)

Tags

Baca Juga

Close
Close