EKONOMI

Jelang Idulfitri, Pos Indonesia Catatkan Kenaikan Transaksi 30 Persen

Seorang pekerja PT POS Indonesia melintasi paket yang akan dikirim ke sejumlah daerah jelang Lebaran. (Ilustrasi)

Jakarta Review, Jakarta – PT Pos Indonesia Regional IV Jakarta mencatatkan kenaikan transaksi hingga 30% menyusul tingginya permintaan pengirim barang menjelang Idulfitri.

Deputi Pemasaran Pos Indonesia Regional IV Djoko Suhartanto mengaku kenaikan tersebut lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya lantaran didorong oleh maraknya bisnis online maupun dagang-el.

“Transaksi itu mengalami peningkatan menjelang Lebaran dan kita syukuri. Lonjakannya sampai 20%-30% atau lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya di Kantor Pos Indonesia Regional IV Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Adanya peningkatan tersebut, menurutnya, dikarenakan kepercayaan masyarakat yang masih tinggi terhadap PT Pos Indonesia di tengah persaingan jasa logistik yang semakin kentara.

“Kepercayaan masyarakat kepada PT Pos Indonesia semakin meningkat seiring kualitas pelayan yang semakin baik,” ungkapnya.

Dia mengaku pengiriman barang terbesar masih tinggi di Pulau Jawa yakni mencapai 60%. Adapun jenis barang yang dikirim bervariasi.

“Sekarang pengiriman yang paling tinggi adalah pengiriman paket terutama didorong oleh bisnis online. Kalau surat dan dokumen menurun karena perkembangan teknologi,” ujarnya.

Di sisi lain, dia mengatakan sampai H-3 Lebaran pola pengiriman barang masih berjalan lancar dengan meski permintaan pengirim barang masih tetap tinggi.

“Pengiriman kita berjalan lancar tak ada komplain. Bahkan, di bandara kiriman kita lancar. Kita sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari bahwa menjelang Lebaran itu biasanya lonjakannya tinggi dalam hal pengiriman,” ucapnya.

BUMN itu juga akan tetap melayani pelanggan saat hari pertama Lebaran mengingat di momen tersebut biasanya masih ada masyarakat yang memerlukan jasa pengiriman barang.

“Kami akan tetap buka, dan hanya akan libur pada 15-16 Juni saja. Setelah itu kami kembali buka di seluruh daerah. Ini karena memang kebutuhan pengiriman itu tinggi,” ujarnya.

 

Sumber: Bisnis.com

Tags
Close