EKONOMI

Julian Noor Didapuk Resmi Menjadi Dirut Baru Adira Insurance

Julian Noor resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menggantikan Indra Baruna. Pengangkatan Julian tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada tanggal 30 Oktober 2017 di Menara Bank Danamon, Jakarta. (Dok Adira Insurance)

Jakarta Review, (Jakarta) – Julian Noor resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menggantikan Indra Baruna. Pengangkatan Julian tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada tanggal 30 Oktober 2017 di Menara Bank Danamon, Jakarta.

“Salah satu hasil keputusan rapat tersebut adalah disetujuinya perubahan susunan kepemimpinan perusahaan. Susunan kepemimpinan yang diperbaharui adalah posisi Direktur Utama yang selama ini dijabat oleh Indra Baruna, digantikan oleh Julian Noor,” ujar Manggi Taruna Habir, Komisaris Utama Adira Insurance dalam keterangan resmi yang diterima Jakarta Review, Rabu, 1/11/2017.

Atas nama Dewan Komisaris, Margi mengucapkan terima kasih kepada Indra Baruna atas pengabdiannya selama 15 tahun di Adira Insurance. Semoga dengan perubahan kepemimpinan ini, Adira Insurance bisa mencatatkan kinerja yang semakin baik sehingga dapat memberikan lebih banyak dukungan proteksi kepada masyarakat dan menjadi perusahaan asuransi pilihan di Indonesia.

Sekedar informasi sosok Julian Noor bukanlah orang baru di Adira Insurance, pasalnya sejak tahun 2015 ia adalah Komisaris Independen Adira Insurance. Lebih dari itu sosok yang terjun di dunia asuransi sejak 1989 ini juga sudah diakui industri asuransi. Tercatat Julian pernah menjabat Managing Director PT Asuransi Himalaya Pelindung (2010-2011), Komisaris Independen PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (2014-2015) lalu menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sejak 2011.

Dengan pengangkatan ini, Julian akan memulai tugas barunya di Adira Insurance pada tanggal 1 November 2017. Namun penunjukkan formal ini masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (win)

 

Tags

Artikel Terkait

Close