EKONOMI

Manufaktur & Retail jadi Harapan Pertumbuhan Kredit

Sejumlah Narasumber yang terlibat dalam Acara Danamon Media Workshop, Jakarta, 31 Januari 2018. (Dok Humas Bank Danamon).

Jakarta Review, Jakarta – Pertumbuhan kredit nasional tahun lalu diprediksi hanya tumbuh di kisaran 7%. Namun, tahun ini diperkirakan akan tumbuh di atas 10%.

Chief Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Anton Hendranata mengatakan, sektor retail dan manufaktur menjadi harapan untuk mendongkrak pertumbuhan kredit tahun ini.

“Kalau manufaktur dan retail didorong maka pertumbuhan kredit bisa terakselerasi. Saya prediksi tahun ini bisa tumbuh antara 10%-11%,” katanya di Jakarta, Rabu (31/1).

Manufaktur dan retail merupakan dua sektor yang mendominasi pertumbuhan kredit tahun lalu.

Berdasarkan hasil riset Danamon, manufaktur mencakup 18,1% dan retail mencakup 20% dari total pertumbuhan kredit.

Lebih lanjut, Anton menerangkan bahwa pertumbuhan kredit tahun lalu harusnya bisa lebih tinggi. Sebab, pertumbuhan kredit per November 2017 dalam rupiah tumbuh sekitar 7,9%.

Namun, jika dirata-ratakan dengan valas yang tumbuh sebesar 5,2%, maka totalnya turun menjadi 7,5%.

Meskipun demikian, dia yakin pertumbuhan kredit valas akan meningkat tahun ini karena perdagangan diprediksi membaik.

“Kalau perdagangan bergerak lagi khususnya impor maka kebutuhan kredit valas akan meningkat,” pungkasnya.

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Close