EKONOMI

Setelah Puasa 6 Tahun, CIMB Niaga Kembali Bagikan Dividen

Presiden Komisaris CIMB Niaga Dato’ Sri Nazir Razak (keempat kiri) berbincang dengan Komisaris Tengku Dato’ Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz (kanan), Presiden Direktur Tigor M. Siahaan (ketiga kanan), Direktur Compliance, Corporate Secretary, and Legal Fransiska Oei (kedua kiri), Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Wan Razly (kedua kanan) di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) CIMB Niaga di Jakarta, Selasa (24/4). (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank CIMB Niaga Tbk. memutuskan untuk Kembali membagikan dividen hasil Laba usaha kepada para pemegang Saham.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan menyatakan total pembagian dividen tunai yang disetujui pemegang saham sebesar 20% atau setinggi-tingginya Rp595,5 miliar dari laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2017. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 24 Mei 2018.

CIMB Niaga terakhir kali melakukan pembagian dividen pada 2011 lalu, dengan menggunakan laba usaha tahun buku 2010. Namun, lanjut Tigor, kondisi permodalan perseroan pada tahun ini dinilai cukup kuat untuk mendukung ekpansi jaringan dan bisnis. Posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) CIMB Niaga per akhir 2017 sebesar 18,6% dan akan terus dijaga di kisaran 17%.

“Tadi disetujui dalam RUPST pembagian dividen 20% dari laba tahun lalu yang berkisar Rp3 triliun. Kami sudah beberapa tahun tidak bagi dividen dan sekarang kami rasa waktunya sudah tepat,” katanya di Jakarta, Selaaa (24/4/2018).

Selain pembagian dividen, RUPST CIMB Niaga juga menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan Keuangan Tahunan Konsolidasian CIMB Niaga tahun buku 2017 serta menerima baik laporan pengurusan Direksi dan tugas pengawasan Dewan Komisaris termasuk Dewan Pengawas Syariah CIMB Niaga tahun buku 2017.

RUPST juga menyetujui penunjukan Angelique Dewi Daryanto, SE., CPA, dan Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers Global di Indonesia) masing-masing sebagai Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2018.

Terkait susunan pengurus, RUPST menyetujui pengangkatan kembali John Simon selaku Direktur CIMB Niaga dan David Richard Thomas sebagai Komisaris CIMB Niaga. Keputusan tersebut berlaku efektif sejak penutupan RUPST hari ini sampai dengan penutupan RUPST yang keempat.

“Dengan demikian susunan lengkap dewan komisaris dan direksi CIMB Niaga tidak mengalami perubahan. Kami optimis kerja sama yang telah terjalin baik antara dewan komisaris dan seluruh direksi dapat membawa perseroan meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa depan,” ungkap Tigor.

RUPST bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini juga menyetujui rencana aksi (recovery plan) yang telah disusun dan disampaikan perseroan kepada OJK.

Rencana aksi tersebut meliputi penerbitan instrument keuangan subordinated bonds yang memiliki karakteristik modal dengan fitur write-down melalui penawaran umum serta penerbitan instrumen hutang atau investasi yang memiliki karakteristik modal dengan fitur konversi melalui penawaran umum.

Di samping keputusan tersebut, dalam agenda RUPST lainnya juga dilaporkan, perseroan telah melaksanakan pembelian kembali saham perseroan (share buy back) sebanyak 208.216.392 saham dari publik. Adapun total biaya untuk aksi ini sekitar Rp261,87 miliar.

“Hasil dari pembelian kembali saham perseroan akan digunakan untuk loyalty program berbasis saham dalam program kepemilikan saham karyawan dan manajemen. Kami membagikan Saham Penghargaan (Employee Share Grant) sekitar 12 juta saham (5,7%) yang akan direalisasikan seluruhnya kepada karyawan pada tahun ini,” Tigor menambahkan.

Selain itu, perseroan juga memberikan hak opsi untuk membeli saham bagi karyawan dan manajemen (MESOP) sekitar 196,2 juta saham (94,3%). Hal ini akan direalisasikan secara bertahap, yaitu sebesar 40% pada tahun 2018, 30% pada tahun 2019, dan 30% pada tahun 2020.

Sebagai salah satu implementasi tata kelola perusahaan yang baik, dalam RUPST kali ini, CIMB Niaga menerapkan inovasi baru dalam proses pemungutan suara yaitu dilakukan secara langsung oleh pemegang saham sendiri (individual) dengan menggunakan sistem elektronik (e-voting).

“Hal ini menjadikan CIMB Niaga sebagai perusahaan terbuka pertama di Indonesia yang menggunakan sistem e-voting yang validasinya dilakukan oleh Notaris dan Biro Administrasi Efek selaku pihak independen,” pungkas Tigor

Sumber: Bisnis.com

Tags
Close