NASIONAL

HUT Ke-73 RI, BNI Picu Kinerja dan Bertindak Jadi Agen Pemerataan Ekonomi

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni yang menjadi Inspektur Upara Pengibaran Bendera di BNI Kantor Cabang Banda Aceh. Disusul kemudian hadir Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta dalam acara Jalan Santai bersama ribuan warga Banda Aceh, Minggu (19 Agustus 2018). (Dok Humas BNI)

Jakarta Review, Banda Aceh – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memaknai Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia sebagai pemicu meningkatnya kinerja keuangan korporasi sekaligus tetap setia menjadi agen pendistribusi pembangunan ekonomi hingga ke daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal atau 3T. Langkah-langkah taktis terus digiatkan agar target menjadi one the most profitable financial institutions in Indonesia tetap terpenuhi tanpa melupakan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan untuk menikmati beragam kenyamanan bertransaksi keuangan secara digital.

Demikian inti pesan yang disampaikan oleh Direksi BNI pada Perayaan HUT Ke-73 RI yang kali ini dipusatkan di Banda Aceh. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan sebagai bagian dari Perayaan HUT Ke-73 RI ini digelar secara simultan selama 3 hari berturut-turut di Banda Aceh, mulai dari 17 Agustus 2018 hingga 19 Agustus 2018. Hadir pada Perayaan HUT Ke-73 RI tanggal 17 Agustus 2018 Direktur Utama BNI Achmad Baiquni yang menjadi Inspektur Upara Pengibaran Bendera di BNI Kantor Cabang Banda Aceh. Disusul kemudian hadir Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta dalam acara Jalan Santai bersama ribuan warga Banda Aceh, Minggu (19 Agustus 2018).

Banda Aceh menjadi momentum berpadunya upaya meningkatkan kinerja kinerja dengan kepedulian BNI kepada masyarakat sekitar. Upaya peningkatan kinerja dilakukan secara simbolis antara lain melalui pengenalan produk perbankan termutakhir yang dimiliki BNI, salah satunya aplikasi pembayaran berbasis 3 sumber dana sekaligus atau yap!. Itu ditandai dengan adanya Festival Pasar YAP BNI yang juga dilengkapi pasar murah sembako, bazaar UMKM dan Mitra Binaan BNI. Sementara  kepedulian terhadap masyarakat ditandai oleh berbagai penyaluran bantuan CSR seperti program Elektrifikasi Rumah, Penyediaan Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK),  Program Bedah Rumah, hingga Pembangunan Sarana Prasarana Umum.

BNI juga menjadi penyelenggara Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) bersama PT Surveyor Indonesia,  yaitu berupa pertukaran 20 pelajar dari Provinsi Aceh ke Provinsi Papua  yang simbolis pelepasan program ini sudah dilakukan pada 10 Agustus 2018. Target SMN adalah menyaring siswa-siswa berprestasi yang mengenal negerinya dengan lebih lengkap.

“Semua program ini merupakan kontribusi BUMN, terutama BNI, agar  tidak sekedar ada, tetapi juga benar-benar hadir dan memberikan makna nyata bagi bangsa,” ujar Baiquni.

Di Atas Industri

Baiquni menyebutkan, BNI sebagai Bank BUMN dituntut untuk menunjukkan prestasi yang membanggakan, yang salah satunya adalah melalui pertumbuhan kinerja keuangan yang baik. Kinerja BNI akan selalu bersanding dengan upaya percepatan ekonomi nasional, sesuai dengan usia BNI yang mencapai 72 tahun atau hanya selisih 1 tahun dengan Kemerdekaan RI.

Data pencapaian kinerja BNI per Kuartal II tahun 2018 yang lalu menunjukkan beberapa indikator kinerja keuangan BNI telah menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup baik, di atas kinerja industri. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian Laba bersih BNI sebesar Rp 7,4 Triliun atau tumbuh 16% (yoy); Aset BNI sebesar Rp 734,2 Triliun atau tumbuh 16,2% (yoy); Penyaluran kredit BNI sebesar Rp 457,8 Triliun atau tumbuh 11,1% (yoy); serta, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 526,5 Triliun atau tumbuh  13,5% (yoy). Sementara, data pertumbuhan indikator-indikator tersebut pada industri masih single digit.

Baiquni menuturkan, prestasi BNI itu sejalan dengan prestasi-prestasi membanggakan Indonesia baik pada ajang olahraga, pendidikan, kesenian, maupun ekonomi. Salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap stabil di tengah kelesuan ekonomi dunia saat ini, yaitu tumbuh 5,27% pada Kuartal ke II tahun 2018. Ini didorong oleh adanya Rasionalisasi Berbagai Kebijakan Ekonomi hingga Percepatan Pembangunan Infrastruktur, seperti Program 35.000 MW yang telah berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dari 84% di 2014 menjadi 95%, pembangunan ratusan kilometer jalan tol baru, pembangunan MRT, LRT, kereta cepat dan bandara udara, hingga pembangunan poros maritim Indonesia melalui pelabuhan penyeberangan dan tol laut, yang semuanya tentu sangat membantu dalam meningkatkan aktivitas ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. BNI hadir secara aktif membiayai sebagian  besar proyek pembangunan infrastruktur tersebut. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close