EKONOMINASIONAL

Konektivitas Kunci Pengembangan Wisata Raja Ampat

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan pariwisata Raja Ampat. (Sigit Artpro)
Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan pariwisata Raja Ampat. (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat terus berbenah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk membuka konektifitas antar pulau. Ini terkait upaya pegembangan potensi wisata Raja Ampat kepada khalayak luas.

“Kondisi geografis Raja Ampat terdiri dari 615 pulau kecil dan pulau besar, karena itu dibutuhkan infrastruktur untuk menghubungkan konektifitas antar pulau,” ujar Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati di sela acara Deklarasi Anak Muda Indonesia (AMI) di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta) 14 Januari lalu.

Terkait hal tersebut tahun ini, lelaki kelahiran Sorong 12 Februari 1973 ini gembira dengan keputusan manajemen Wings Air yang setiap harinya akan terbang langsung dari Manado ke Raja Ampat. Dengan demikian turis yang akan datang ke Raja Ampat tidak perlu lagi transit ke Sorong. Hal ini diyakini akan meningkatkan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Raja Ampat.

Pesawat milik Wings Air tersebut lanjutnya akan mendarat langsung di Bandara Waisai, Raja Ampat. Sementara ini Bandara Waisai, Raja Ampat memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter dan lebar 30 meter. Tahun 2017 ini landasan pacunya akan diperlebar dan diperpanjang hingga 1.600 meter dengan demikian bisa didarati oleh pesawat jenis ATR 72.

“Wisatawan Cina yang datang ke Manado bisa diarahkan untuk berkunjung ke Raja Ampat. Pasalnya setiap hari ada 15 penerbangan langsung dari Manado menuju Cina. Kalau kita bisa ambil seperlimanya saja sudah bagus sekali dampaknya bagi peningkatan jumlah wisatawan ke Raja Ampat,” tuturnya.

Sekedar informasi, sebelumnya Maskapai Susi Air juga sudah melayani penerbangan rute SorongWaisai. Khususnya sejak Bandara Waisai resmi dibuka Mei tahun lalu. Sayangnya penerbangan ini hanya berlangsung dua kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan yang hanya memiliki kapasitas 11 penumpang saja.

Kini dengan masuknya Wings Air ke Raja Ampat dan akan ditambah lagi dengan Garuda Indonesia hal ini melengkapi moda transportasi yang bisa dipilih oleh turis yang akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata Raja Ampat. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close