DIDAKTIKANASIONAL

LSBA Gelar Drama Musikal Bertajuk PETER PAN

Peter pan mengajak wendy dan adik2nya ke neverland. (istimewa)

Jakarta Review – London School Beyond Academy (LSBA) kembali menampilkan drama musikal bertajuk “PETER PAN” pada hari Minggu 7 Mei 2017 di Auditorium Prof. Djayusman STIKOM LSPR Jakarta. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari Autisme sedunia yang jatuh pada tanggal 2 April 2017 lalu.

Direktur London School Care for Autism Awareness (LSCAA) dan juga London School Beyond Academy (LSBA) Chrisdina Wempi mengatakan acara ini juga merupakan penutup dari rangkaian acara Autism Awareness Festival 9.

“Judul yang dipilih tahun ini adalah PETER PAN, yang didalam ceritanya terdapat nilai kesetiakawanan”, ujarnya.

Ia menambahkan London School Beyond Academy (LSBA) merupakan lembaga pelatihan ketrampilan bagi remaja berkebutuhan khusus yang berdiri dibawah naungan STIKOM LSPR-Jakarta. Berdiri pada tahun 2013 dan hingga saat ini sudah memiliki empat angkatan dengan jumlah siswa sebanyak 52 orang.

“LSBA memilih kegiatan drama musikal karena melihat pada persiapannya para siswa banyak sekali mendapatkan pembelajaran. Penampilan akhir bukanlah segalanya, tetapi proses persiapan yang menjadi momen penting bagi para siswa, dimana mereka akan belajar banyak hal seperti menghafal naskah, menunggu, mematuhi aturan, tenggang rasa, dan saling menghormati sesama temannya”, ujarnya.

Dalam drama musikal “PETER PAN” ini semua siswa/I LSBA berkontribusi aktif. Selain peran di drama musikal ini dimainkan oleh seluruh siswa/I LSBA, bagian lain yang dikerjakan oleh mereka adalah mempersiapkan sebagian besar perlengkapan pemain (property crew) dan bahkan bertanggungjawab sebagai operator lampu panggung (lighting crew). Produksi ini dibantu oleh tim dari konsentrasi Performing Arts Communication LSPR-Jakarta, mulai dari penulisan naskah, pelatih dan tata musik.

Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, Pendiri dan Direktur LSPR-Jakarta mengatakan anak-anak yang terlibat dalam acara ini sangatlah berpotensi. Adapun drama musikal PETER PAN merupakan judul ketiga yang mereka pernah tampilkan. Sebelumnya pada tahun 2015, judul yang ditampilkan adalah ALADDIN, sementara tahun lalu mereka berhasil memukau para penonton dengan menggelar drama musikal berjudul THE GREASE.

“Yang mereka butuhkan adalah kepercayaan. Percaya bahwa mereka bisa, percaya bahwa kita adalah bagian terpenting bagi mereka.. dan kita akan melihat mereka berhasil”, tuturnya.

Prita menambahkan London School Centre for Autism Awareness (LSCAA) merupakan bagian dari kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) LSPR-Jakarta sebagai bentuk kepeduliannya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang salah satu karakteristiknya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi baik verbal ataupun non-verbal. Melalui LSCAA, LSPR-Jakarta berharap dapat mengkomunikasikan mengenai autism kepada masyarakat Indonesia.

Berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan oleh LSCAA seperti acara tahunan Autism Awareness Festival, Workshop for Parents, Pembuatan produksi film pendek “Saudaraku Berbeda”, Teachers Training, dan masih banyak lagi guna mengkomunikasikan perihal sosialisasi autism.

Hingga saat ini, LSCAA telah memberikan pelatihan kepada 5028 guru yang mewakili 1616 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Pemutaran film “Saudaraku Berbeda” telah dilakukan di 24 sekolah dan ditonton oleh 3131 siswa. Orang tua pun dilibatkan dengan berbagi pengalaman dengan yang lainnya yang telah diikuti oleh 264 orang. (win)

Tags
Close