EKONOMINASIONAL

Optimalisasi Aset di Lahan Premium, Pegadaian Rambah Bisnis Properti

Pelayanan di kantor pegadaiaan. (istimew)
Pelayanan di kantor pegadaiaan. (istimew)

Jakarta Review – PT Pegadaian (Persero) hingga Oktober 2016 membukukan penyaluran pinjaman sekitar Rp 35 triliun, atau tumbuh sebesar 14 persen dibanding periode sama 2015.

“Pertumbuhan pinjaman cukup signifikan. Diharapkan sampai dengan akhir tahun 2016 bisa melampaui 100 persen dari yang ditargetkan pemegang saham,” kata Dirut Pegadaian, Riswinandi, di sela pembukaan Porseni BUMN 2016 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (27/11).

Selain itu, Pegadaian saat ini tengah mempersiapkan pemisahan bisnis di luar jasa keuangan, yaitu bisnis properti dan perdagangan emas.

Khusus bisnis properti, Pegadaian mengalokasikan investasi pada tahun 2016 sekitar Rp 600 miliar untuk menyelesaikan pembangunan sembilan hotel berbasis syariah, Pesonna Hotel.

Hotel yang dibangun bekerja sama dengan Hotel Indonesia Natour Group ini, yaitu di Tegal, Gresik, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Jogja Tugu, Jogja Malioboro, Pekanbaru, dan Makassar.

“Ekspansi bisnis ke sektor properti untuk memanfaatkan lahan-lahan Pegadaian yang menganggur. Dari pada membayar pajak tanah dan bangunan, lahan-lahan di kawasan premium dijadikan hotel,” kata Riswinandi.

Menurut catatan, dari sembilan hotel yang dibangun Pegadaian tersebut, tiga di antaranya sudah beroperasi, yaitu Surabaya, Pekanbaru, dan Makassar. Selebihnya, enam hotel ditargetkan beroperasi pada tahun 2017. (fh)

 

 

 

Tags

Artikel Terkait

Close