DIDAKTIKANASIONAL

Pejabat Ketua PPI Provinsi DKI Jakarta: Saatnya Fokus Memberdayakan Purna

Armijn Navaro, Pejabat Ketua PPI Provinsi DKI Jakarta. (Dok Pribadi)

Jakarta Review – Sebagai sebuah organisasi yang mewadahi mantan pasukan pengibar bendera merah putih pada saat Upacara Pengibaran Peringatan HUT RI di tingkat nasional, provinsi dan Kabupaten/kota, Purna Paskibraka Indonesia atau yang biasa disebut PPI sejatinya adalah organisasi yang besar. Ini bisa dilihat dari sisi keanggotaan.

Di Provinsi DKI Jakarta misalnya, tiap tahun menghasilkan tak kurang 400-an anggota baru PPI mulai dari tingkat provinsi sampai dengan kotamadya. Tahun ini jumlahnya akan bertambah lagi, dari 54 untuk setiap wilayah menjadi 70 orang. Kecuali Kepulauan Seribu yang diwajibkan melantik 30 orang anggota.

“Tahun lalu setiap wilayah ditetapkan untuk melantik 54 orang. Tahun ini karena alasan banyaknya kebutuhan personel untuk kegiatan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI meminta kuotanya ditambah menjadi 70 orang,”kata Armijn Navaro ’98, Pejabat Ketua PPI Provinsi DKI Jakarta.

Namun untuk Kepengurusan PPI DKI bukan peningkatan jumlah anggota tersebut yang menjadi isu. Sebagai organisasi yang berbasis purna mulai saat ini kami mulai fokus untuk menjalankan program pemberdayaan purna. Mengapa, karena kita sangat menjaga bahwa sebagai organisasi Purna kita tentu nggak boleh lagi mengenyampingkan anggota-anggota yang sudah jadi Purna.

“Jadi kita memang fokusnya kepada purnanya. Karena kalau hanya paskibraka saja itu template dan ranahnya (Dispora) sementara kita hanya supporting saja. Polanya sudah ketahuan mau ngapain misalnya soal formasi pasukan tinggal bagaimana kita mendelegasikan kepada adik-adik yang junior. PR-nya justru terdapat pada anggota yang sudah purna ini,” tuturnya.

Terkait hal tersebut kedepan Pengurus PPI DKI akan fokus menggarap program pemberdayaan anggota. Terutama untuk mereka yang baru lulus SMA, lanjut kuliah dan sedang menggeluti pekerjaan baru. Itu semua kita bina dan kita siapkan beberapa aktifitas.

Untuk menjangkau mereka, kini kami mulai aktif menggelar beberapa kegiatan seperti public speaking, personal branding, manajemen organisasi, hubungan antar lembaga dan sterusnya. Adapun narasumber kita pilih dan upayakan dari kakak-kakak senior PPI yang sudah berhasil dalam karirnya masing-masing. Kalau tidak ada, baru kita cari praktisi dari luar yang kompeten yang sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan alasan organisasi non profit yang sedang concern memberdayakan anggotanya, kepada mereka kita lobi untuk bisa tidak dibayar saat memberikan materi.

Selain itu program pemberdayaan anggota, kami juga aktif menggelar berbagai aktifitas berbasis kepedulian social (social care). Misalnya kami mengaktifkan kerjasama dengan lembaga-lembaga social care. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain donor darah, cek kesehatan gratis, talkshow dari HOPE, join campaign dengan Yayasan Kanker Payudara (Love Pink) dan seterusnya.

Kemudian, kami juga sedang ancang-ancang untuk mendirikan koperasi. Terkait hal tersebut, kami menyambut baik langkah Pengurus Pusat PPI yang baru saja mendirikan  koperasi.

“Ini bisa jadi sarana belajar bagi adik-adik mahasiswa atau yang baru lulus kuliah untuk belajar berwirausaha sampai mereka masuk dunia kerja, kami akan berikan platformnya dengan dukungan produk dan system dari pusat,” paparnya.

Lebih jauh dari itu, bersama rekan-rekanya sesama pengurus Deputy Head Marketing di Galeries Lafayette Jakarta ini sudah berfikir untuk menggelar pelatihan buat UKM, supply chain management, intermediasi dengan stakeholder, pembuatan marketing plan dan seterusnya. Ini perlu dilakukan agar teman-teman yang baru belajar wirausaha nantinya nggak hanya mengandalkan anggota PPI DKI saja sebagai basis marketnya.

“Anggota PPI DKI memang banyak setidaknya kalau dilihat dari 30 tahun terakhir. Jumlahnya bisa ribuan. Tapi kita nggak mau mereka hanya mengambil market itu saja, tapi market yang lebih luas, kalau perlu penduduk DKI Jakarta misalnya,” tandasnya.

Selama ini banyak anggota kami yang memiliki berbagai kreasi produk menarik. Ada produk minuman, kaos (clothing), handycraft, dan lain-lain yang desainya bisa jadi disesuaikan dengan momen tertentu misalnya Hari Kemerdekaan. Tinggal diberikan sentuhan dan pendampingan dari lembaga terkait. Semuanya akan coba kita hubungkan dengan pihak terkait antara lain Kementerian Koperasi dan UKM dan Bekraf.

Sinergi dengan PPI Pusat

Anggota PPI Provinsi DKI berbagai angkatan foto bersama usai menggelar sebuah kegiatan. (dok PPI DKI)

Selain program koperasi, Pengurus PPI DKI juga menyambut baik beberapa program lain yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat PPI. Misalnya, Pemberantasan dan Pencegahan Narkoba, Bela Negara, Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Hukum se Indonesia dan Apel kebangasaan.

“Belum lama ini kami sudah bertemu dengan BNN Provinsi (BNNP) dan saat itu kami kedatangan kami disambut baik oleh Kepala BNNP DKI Brigjen Johnny Ratuperisa,” tuturnya.

Untuk mendukung susksesnya program apel kebangsaan yang akan digelar tanggal 23 Agustus mendatang, kami sudah komitmen untuk menyiapkan 300-500 anggota.

“Sebagai daerah poros dan penyangga dari pengurus pusat, kami siap mendukung kegiatan apel kebangsaan tersebut dengan mengirim peserta dalam jumlah yang lebih banyak ketimbang daerah lainnya,” ungkapnya.

Kemudian untuk program Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Hukum se Indonesia, kami sudah komunikasikan kepada seluruh anggota. Terutama untuk anggota yang membutuhkan.

Untuk mendukung program dari pengurus pusat, kami juga terus menguatkan konsolidasi dengan pengurus di tingkat kotamadya. Dengan konsolidasi yang lancar program-program dari pengurus pusat ataupun program dari kami sendiri akan mudah diteruskan kepada pengurus kotamadya.

Sinergi dengan alumni senior PPI juga tak kalah penting. Saat ini kami dalam tahap mengumpulkan database senior. Tapi bukan cuma data yang hanya mencantumkan nama, tanggal lahir dan alamat saja. Tapi data lengkap bekerja dimana dan posisinya apa, sehingga kita punya link yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan anggota seperti job fair, koperasi dan berbagai program lainnya.

“Banyak yang bisa kita berdayakan, apalagi banyak senior PPI yang sudah berhasil di profesinya masing-masing. Sinergi dengan mereka sangat membantu program pemberdayaan yang kita lakukan dan database menjadi sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu yang tak boleh dilupakan adalah sinergi dengan Pemerintah Provinsi  DKI terutama dengan Kepala Dispora. Mengapa, karena sehari-hari ini kami bersentuhan dengan mereka.

“Kebetulan kita di DKI solid, semua wilayah terintegrasi satu sama lain sehingga   apapun kegiatan yang dilaksanakan pasti difasilitasi,” tandasnya.

Tugas Khusus Untuk Capaska 2017

Ada tugas menarik yang diberikan oleh Pengurus PPI DKI kepada adik-adik calon paskibraka (Capaska) DKI tahun 2017. Berbeda dengan senior-seniornya yang biasanya setiap tahun diminta membuat laporan dari kunjungan ke berbagai museum yang ada di Jakarta. Kali ini Capaska) DKI tahun 2017 ditugaskan untuk membuat vlog.

“Kami meyakini generasi sekarang yang biasa disebut sebagai generasi milenial  sudah berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu untuk mereka kita perintahkan untuk membuat vlog dengan mewawancarai public figure. Mereka boleh saja artis, presenter, anggota DPRD, pokoknya tokoh masyarakat dan temanya soal seberapa jauh pemahaman public figur tersebut soal paskibraka,” tutur Navaro.

Yang menarik ternyata hasilnya bagus. Mereka antusias dengan tugas seperti ini karena sudah familiar dengan media digital dan public figure yang diwawancarai juga terbuka menerima mereka. (win/derap paskibraka)

 

 

Tags

Artikel Terkait

Close