NASIONAL

Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan, BNI Bangun Rukatara di Sulawesi Tengah

Seorang pendongeng sedang membaca cerita untuk menghibur murid sekolah dasar di Rukatara yang dibangun BNI di SD Inpres Perumnas Balaroa, Palu Barat pada Selasa (30 Oktober 2018). Kehadiran pendongeng tersebut memberikan hiburan sekaligus mengobati trauma dari anak-anak para korban bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi. (Dok: BNI)

Jakarta Review, Sigi – Demi mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membangun 4 Rukatara (Ruang Kelas Sementara). Keempat Rukatara telah rampung dibangun di Palu, Sigi, dan Donggala.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M Soemarno dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni meninjau langsung aktivitas belajar mengajar yang terjadi di Rukatara di Palu, Selasa (29 Oktober 2018).

Rini menuturkan, BUMN bergerak berdasarkan laporan yang kami terima. Kami pun terinfo bahwa tidak hanya rumah, melainkan juga banyak sekolah yang rusak sehingga mengakibatkan anak-anak di Palu, Sigi, dan Donggala tidak dapat bersekolah.

“Anak-anak Indonesia harus tetap semangat dan tabah dalam menghadapi peristiwa ini. Untuk lebih melengkapi fasilitas di Rukatara ini, kursi dan meja belajar sedang dipesan. Tidak lupa, saya juga mengucapkan terimakasih kepada BUMN yang telah bekerja sama untuk memberikan berbagai bantuan di Sulawesi Tengah,” ujar Rini.

Baiquni menuturkan, BNI telah selesai membangun 2 Rukatara di Palu yang masing-masingnya menampung 301 siswa dari SD Inpres Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu dan 401 siswa dari SD Inpres Perumnas Balaroa, Palu Barat. Selain itu, BNI juga telah menyelesaikan pembangunan 1 Rukatara di Sigi yang menampung 700 siswa dari SMP 1 Sigi Kecamatan Sigi Birumaru dan 1 Rukatara di Donggala yang menampung 199 siswa dari SD Negeri 1 Lolitasiburi.

“Pembangunan Rukatara telah dilakukan dengan cepat agar dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para siswa. Walaupun dibangun dengan cepat, Rukatara tersebut telah memenuhi standard sehingga tahan gempa,” ujar Baiquni.

Selain telah membangun Rukatara, BNI dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) telah sukses membangun Hunian Sementara atau Huntara di daerah-daerah terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Badan – badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk BNI menambah jumlah Huntara yang dibangun untuk korban bencana di Sulawesi Tengah. BNI sebagai salah satu koordinator pembangunan Huntara, baik di NTB maupun di Sulawesi Tengah, menambah jumlah Huntara yang dibangun di Sulawesi Tengah, dari rencana awal 300 unit menjadi 450 unit Huntara.

Ke-450 unit Huntara yang dibangun BNI tersebut termasuk dalam program pembangunan 700 Huntara di seluruh daerah bencana yang melanda Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. BNI sebagai salah satu koordinator pembangunan Huntara di Kabupaten Sigi mendapatkan tugas membangun 450 huntara yang terdiri atas 300 unit di Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi dan 150 unit di Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Sementara sisanya sebanyak 250 Huntara dibangun Bank Mandiri di Desa Sibalaya (sebanyak 100 unit) dan di Desa Kabobona 150 unit.

Fasilitas Pendukung

Tidak hanya fokus pada pembangunan Rukatara dan Huntara saja, BUMN juga berupaya agar Huntara dapat memberi kenyamanan semaksimal mungkin bagi para pengungsi. Untuk itu, BUMN juga membangun berbagai fasilitas pendukung. Dalam hal ini, BNI membangun fasilitas MCK (Mandi, Cuci, dan Kakus), Sumur Bor, dan tandon Air.

BNI membangun 101 unit MCK yang tersebar di beberapa lokasi, yaitu 30 di Proyek Huntara Tahap I di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru; lalu 15 unit di Huntara Tahap II Desa Potoya, Kecamatan Dolo Sigi; dan 20 unit di Desa Kabonena Kecamatan Palu Barat. Selain itu, fasilitas MCK juga dibangun di area Mesjid Agung Palu sebanyak 6 bilik, lalu di kawasan Pengungsian Desa Vatutela sebanyak 6 bilik, di Rumah Dinas Bupati Donggala sebanyak 2 bilik, di Posko BUMN 2 bilik, kemudian di Alun-alun Kota Parigi 6 bilik. MCK juga dibangun di Desa Bantaya, Kecamatan Parigi Tengah sebanyak 6 bilik; di Desa Mahesa Kecamatan Parigi Tengah sebanyak 3 unit; di Desa Kampal Parigi sebanyak 3 bilik; serta di SD Inpres Perumnas Balaroa sebanyak 2 bilik.

Pembangunan di Sembalun

Sebelumnya, BNI telah menjadi koordinator pembangunan 700 unit Huntara di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB yang telah mencapai penyelesaiannya pada akhir Oktober 2018 ini. Sebagai koordinator, BNI merencanakan, mengkoordinir tenaga kerja, membantu penyediaan bahan material bangunan yang digunakan, pembagian kavling Huntara kepada penduduk, membantu pemeliharaan lingkungan Huntara – nya, hingga memastikan warga nyaman dengan hunian sementaranya itu. Pada pembangunan Huntara di NTB, BNI merupakan koordinator dari gabungan beberapa BUMN, yaitu Bank Tabungan Negara (BTN), Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). (win)

Tags

Artikel Terkait

Close