OLAHRAGA

Manajer Bhayangkara FC Sebut Wasit Kurang Ajar

Fokus pada Liga 1 dan menunggu ajakan Piala Gubernur Kaltim

JAKARTA REVIEW- Kekecewaan masih melingkupi kubu Bhayangkara FC atas duel panas saat menghadapi Arema FC pada Selasa (30/01/2018) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Bukan hasil pertandingan seri yang membuat klub Bhayangkara FC terjungkal dalam kompetisi Piala Presiden, melainkan akibat ketidaktegasan wasit.

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji merasa gusar dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi asal Bandung. Sebab, tekel keras dari pemain Arema, Hanif Sjahbandi membuat gelandang muda Bhayangkara FC; Muhamad Ichsan di menit ke-37 harus digantikan Wahyu Subo Seto lantaran kesakitan dan mengalami cidera. Sebab, tekel keras Hanif membuat membuat Ichsan sempat terpelanting lalu tersungkur di tengah lapangan akibat kesakitan. Sedangkan, Hanif hanya diganjar kartu kuning oleh wasit.

“Kekecewaannya bukan karena hasil imbang, atau menang-kalah. Kekecewaannya itu karena wasitnya kurang ajar. Seharusnya wasit di dalam pertandingan menerapkan aturan yang sesuai dia lihat dengan matanya. Kalau ada tackling keras yang mengakibatkan cedera pemain, maka sanksinya juga harus keras, supaya pemain lain tidak mengulanginya,” ungkapnya geram saat ditemui di stadion milik PTIK di Jakarta Selatan, pagi ini.

“Akibatnya kan fatal. Dia cedera, harus istirahat lama sekitar 6 sampai 7 bulan. Padahal dia anak-anak muda usia 20 tahunan. Bagaimana masa depannya? Di sisi lain hukumannya begitu-begitu saja,” tambah lelaki yang juga menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya ini.

Selain itu, Sumardji memberi tahu kalau tidak ada aksi perusakan yang dilakukan para pemain Bhayangkara FC di kamar ganti. “Tidak ada yang dirusak. Anak-anak hanya menggeberak-gebrak botol cold storage,” akunya.

Selama pertandingan Sumardji sendiri terlihat gelisah dan merasa tak nyaman atas keputusan wasit. “Saya sangat kecewa memang. Saya sangat kecewa sama wasit. Kami juga sudah membuat surat teguran protes. Tapi, entah Komdis (Komisi Disiplin) yang akan memberikan teguran atau sanksi kepada wasit?,” tanyanya.

“Kita prihatin dengan kepemimpinan wasit dalam pertandingan karena akibatnya fatal. Silahkan cek saja di rekaman pertandingan kemarin,” tegasnya lagi.

Meski begitu, absennya Ichsan menurutnya tidak terllu mengganggu performa skuad Bhayangkara pada kompetisi mendatang. “Enggak ada masalah. Memang dia pemain inti, tapi kami punya pemain lapis yang banyak.
Bhayangkara FC sendiri, lanjutnya, bakal mempertahankan juara liga 1.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu apakah mendapat undangan dalam kompetisi Piala Gubernur Kaltim (Kalimantan Timur). “Kita tidak tahu, diundang atau tidak,” sergahnya. (Nap)

Tags
Close