OLAHRAGA

Pemprov DKI Kebut Pembangunan Venue dan Infrastruktur Asian Games 2018

Arena Pacuan Kuda Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang masih dalam proses pembangunan di Jakarta, Selasa (3/4). (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penyelesaian venue dan infrastruktur untuk perhelatan Asian Games yang akan digelar di Kota Jakarta pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI bersama Panitia Penyelenggara Asian Games atau Inasgoc, terus melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder lainnya secara rutin. Paling tidak setiap satu minggu sekali diadakan rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan venue dan infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan Asian Games.

Hingga hari ini, Sandiaga melihat persiapan Asian Games di Jakarta sudah matang, tetapi harus terus disempurnakan, sehingga tidak ada celah yang dapat mengecewakan tamu negara atau merusak nama baik Jakarta, sebagai ibu kota negara Indonesia.

“Seperti kalian melihat sendiri, persiapannya sudah matang. Kita akan terus sempurnakan persiapannya. Mudah-mudahan akan ada beberapa simulasi,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (12/4) malam.

Selain membangun velodrom untuk balap sepeda, equestrian untuk pacuan kuda, lapangan bisbol, stadion BMX, dan 10 GOR untuk latihan bola voli dan basket. Pemprov DKI juga mendapat tugas baru, yaitu menyediakan venue ski jet dan layar.

Sandiaga optimistis semua venue yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI tetap akan rampung paling lambat sebelum Agustus saat penyelenggaraan Asian Games 2018 dimulai. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) untuk menyiapkan venue.

Gelanggang untuk cabang layar dan ski jet tengah dibangun di kawasan Ancol, Jakarta. Pembangunan venue olahraga layar disetujui di Asahimas di daerah Ancol Barat, sedangkan ski jet akan dibangun di Pantai Indah Ancol yang berlokasi di belakang Hotel Mercure. Pemilihan dua lokasi tersebut sesuai usulan pengurus besar organisasi kedua cabang olahraga tersebut. Anggaran pembangunan kedua venue tersebut sekitar Rp 185 miliar.

Lalu, untuk pembangunan velodrom, equestrian, dan Stadion BMX, Sandiaga menyatakan semua telah berjalan dengan baik dan sesuai jadwal. Pembangunan velodrom sudah mencapai 85 persen dengan anggaran sekitar Rp 665 miliar. Kemudian, pembangunan equestrian sudah mencapai 99 persen dengan anggaran Rp 417 miliar. Keduanya dikerjakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Untuk Stadion BMX, pembangunannya sudah mencapai sekitar 60 persen. Anggarannya bersumber dari dana kompensasi koefisian lantai bangunan (KLB) dari tiga perusahaan, yaitu Sinar Mas, Parahadi Santoso, dan CSR dari McDonalds.

Pembangunan 10 GOR yang akan digunakan sebagai tempat latihan voli dan basket, Sandiaga memastikan sudah memasuki tahap finishing atau sudah 90 persen pembangunan fisiknya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close