ETALASE

HIPPI DKI Gelar Santunan untuk Ratusan Anak Yatim

Ketua HIPPI DPD DKI Jakarta, Sarman Simanjorang. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DPD DKI Jakarta menggelar santunan bersama anak yatim di Yayasan Riyadus Shalihin, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/6/2018).

Kegiatan santunan dilakukan dengan cara unik, yakni diselingi dengan edukasi mengenai kewirausahaan baik Prof Indra Cahya Uno selaku Advisor Perkumpulan Gerakan OK Oce, Herlin Syarita founder muslimah.com, maupun dari Batik Gobang Jakarta.

Ketua HIPPI DPD DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, acara santunan kali ini sengaja dikemas dengan cara lain yakni dengan mengenalkan program OK Oce kepada anak-anak dan kaum dhuafa yang hadir dalam kesempatan tersebut.

“Ini kegiatan kedua HIPPI DKI Jakarta dan konsepnya memang agak berbeda. Selain memberikan santunan, kami juga melakukan edukasi dan pengenalan awal kewirausahaan,” kata Sarman ditemui di lokasi.

HIPPI DKI Jakarta sebagai asosiasi, kata Sarman, turut memangku tanggung jawab untuk mendukung program OK Oce untuk membentuk 200 ribu wirausahawan baru dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan.

“Memang pengenalan dilakukan sederhana, minimal kita bangkitkan semangat anak-anak untuk punya keinginan jadi pengusaha. Tujuannya jelas, supaya setelah lulus pendidikan, mereka tidak berpikir mencari kerja namun bagaimana mereka menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Anak-anak antusias menyimak penjelasan terkait wirausaha dari sejumlah narasumber. Di sesekali waktu, mereka menimpali pertanyaan yang diberikan.

Advisor Perkumpulan Gerakan OK Oce (PGO), Prof Indra Cahya Uno yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan, kampanye OK Oce dilakukan secara luas ke masyarakat untuk meningkatkan semangat wirausaha.

“Untuk anak-anak seperti ini kita bentuk dulu karakter mereka. Kita kasih motivasi dulu sesuai porsinya. Kita juga konsepkan edukasi dengan interaktif atau tanya jawab mengenai minat anak-anak,” kata Indra.

Sejauh ini, kata dia, antusiasme masyarakat untuk bergabung dengan program OK Oce cukup besar. Bahkan, di berbagai sektor usaha, masyarakat mencoba menerapkan konsep yang dibangun dalam OK Oce.

“Dalam Ok Oce kita ada yang namanya metode tujuh langkah PAS (pasti sukses). Dimulai dengan pendaftaran, pelatihan mainset dan skill, pendampingan, perijinan, pemasaran, laporan keuangan kemudian permodalan,” katanya.

Indra tak ambil pusing dengan kritik sejumlah pihak, khususnya lawan politik dari Anies-Sandi yang kerap mempertanyakan soal permodalan. Ia dan orang-orang OK Oce hanya ingin bekerja sungguh-sungguh untuk membangun ekonomi rakyat.

“Soal permodalan, kenapa kami letakkan di akhir? Karena modal itu bukanlah yang utama. Betul modal itu penting, tapi lebih penting bagaimana kita membangun mindset wirausaha serta bagaimana menguasai manajemen usaha. Kalau belum apa-apa sudah dikasih modal, ya usahanya bisa gagal,” ungkapnya.

Sumber: Wartakota

Tags

Artikel Terkait

Close