SEREMONI

Indofood Gelar Penanaman 1.000 Mangrove di Pesisir Marunda

PT Indofood Sukses Makmur Tbk Nurulita Novi Arlaida (tengah) bersama karyawan/ti lainnyan dalam kegiatan aksi menanam pohon bakau di Pesisir Merunda. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – PT Indofood Tbk Divisi Bogasari melakukan penanaman mangrove sebanyak 1.000 buah di di pinggiran pesisir Pantai Marunda yang berada di Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

Vice President Human Resources Bogasari Anwar Agus mengatakan 1.000 bibit tanaman manggrove yang ditanam merupakan hasil pengembangan Bogasari di areal pabrik.

“Bakau ini kita ambil dari jatuhan bibit bakau di sepanjang pesisir Jakarta yang kami semaikan di pabrik kami dan sudah berusia 9 bulan serta siap tanam dengan tinggi sekitar 90 cm. Semoga bibit ini bisa bertahan hidup di pesisir Jakarta Utara,” katanya, Kamis (13/9).

Pelaksanaan penanaman mangrove di wilayah Jakarta Utara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem yang semakin memburuk.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 1,8 juta hektare tanaman manggrove di Indonesia perlu dilakukan peremajaan dengan 95.181 km garis pantai, 130 juta hektare hutan, dan 3,7 hektar juta manggrove terluas di Asia bahkan dunia. Dan mangrove selama ini dikenal dengan tanaman hijau yang memiliki banyak akar, berbatang kokoh mampu menjadi filter air, polisi, dan udara, menahan abrasi.

Menurutnya, Bogasari sebagai pabrik terpung terigu yang sudah ada di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak tahun 1971 tentu sangat mendukung program penanaman pohon mangrove dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).

Sebenarnya ada 4 kegiatan yang digelar dalam rangka  Harhubnas ini yakni Care Port, Health Port, Social Port, dan  Green Port  atau Gerakan Tanam 1000 Pohon. Aksi penanaman pohon ini sejalan dengan salah satu pilar dari 5 pilar CSR Indofood, yakni Menjaga Kelestarian Lingkungan .

Anwar menambahkan, pembudidayaan mangrove gampang-gampang susah, “Kami buat kolam dengan air laut kemudian kita memelihara ikan lele guna mengatasi jentik nyamuk karena efek dari kolam terdapat banyak jentik nyamuk. Dan saat ini Bogasari sedang membudidayakan 1000 bibit lagi dan 4 bulan lagi diperkirakan sudah layak tanam. Setelah itu Bogasari akan membudidayakan bibit baru lagi,” paparnya.

Sebagai pabrik tepung terigu, dia menegaskan Bogasari sangat peduli dengan lingkungan. Bahkan di areal pabrik  terigu, Bogasari menyiapkan dua lokasi pembibitan aneka tanaman yakni tanaman hias dan tanaman toga.  Untuk tanaman hias, Bogasari membudidayakan 71 jenis tanaman dengan stok yang ada saat ini sekitar 10.500. Sedangkan tanaman toga,  ada 21 jenis dengan stok tanaman 658.

“Budidaya tanaman ini bukan hanya untuk kebutuhan  areal tanaman Bogasari seluas 1,5 hektar tapi juga untuk disumbangkan ke masyrakat. Termasuk saat pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA),” ucap Anwar.

Sumber: Bisnis.com

Tags
Close