INTERVIEW

Ahmad Hafiz, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta: Potensi Pedagang Pasar Tradisional Sangat Besar untuk Meningkatkan Kepesertaan di Sektor Pekerja Informal

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Ahmad Hafiz. (Sigit Artpro/Jakrev)

Dalam rangka meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor informal, sejak awal tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta sangat serius menjalin kerjasama dengan Perumda Pasar Jaya untuk membidik pedagang pasar tradisional yang ada 153 pasar yang ada di DKI Jakarta.

“Bayangkan ada 127 ribu pedagang yang ada di 153 pasar tradisional yang ada di Jakarta. Ini adalah potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kepesertaan di sektor pekerja informal,” ujar Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Ahmad Hafiz kepada Jakarta Review.

Untuk mencapai target tersebut, BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta menggelar program yang dinamakan wisata akuisisi untuk membidik pedagang pasar tradisional. Pogram digelar dengan memanfaatkan setiap waktu termasuk hari libur untuk merekrut kepesertaan para pedagang pasar.

Wisata akuisisi ini rutin dilaksanakan oleh setiap Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan setempat untuk menyasar lokasi pasar terdekat.

“Sampai dengan akhir tahun ini rencananya kami akan menggelar 10 kali lagi wisata akuisisi ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Jakarta. Di setiap pasar akan diterjunkan 100 hingga 200 orang karyawan BPJS Ketenagakaerjaan untuk menggelar edukasi kepada para pedagang pasar,” jelas Hafiz.

Nah untuk mengetahui sejauhmana sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya dalam rangka meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pedagang pasar tradisional, mantan Kepala Kannwil BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Selatan, Yogyakarta dan Jawa Tengah ini berkesempatan memberikan penjelasan kepada Jakarta Review.

Petikannnya :

Mengapa BPJS Ketenagakerjaan DKI membidik pedagang pasar tradisional sebagai sasaran untuk meningkatkan target kepesertaan ?

Sebagaimana pekerja di sektor formal, para pedagang pasar tradisional sebagai pekerja di sektor informal juga memiliki kehidupan dan butuh perlindungan dalam menjalankan setiap aktifitas kesehariannya. Jadi mereka juga punya resiko yang sama terhadap kemungkinan kecelakaan kerja atau kematian. Selain itu program membidik pasar tradisional adalah program kerja nasional dari BPJS Ketenagakerjaan. Dan potensinya sangat besar untuk menambah kepesertaan.

Sejak kapan program yang membidik kepesertaan pedagang di pasar tradisional ini dimulai ?

Programnya sudah dipersiapkan sejak akhir tahun lalu. Namun mulai serius dikerjakan mulai awal tahun ini dan terus berlanjut hingga kini.

Sejauhmana potensi pedagang pasar tradisional di Jakarta bisa meningkatkan kepesertaan ?

Saat ini ada 127 ribu pedagang yang ada di 153 pasar tradisional yang ada di Jakarta. Jumlah tersebut adalah potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor informal.

Hingga semester pertama tahun ini sudah berapa banyak jumlah kepesertaan yang berasal dari pedagang pasar tradisional ?

Sampai dengan pertengahan tahun ini angkanya sudah mencapai 15.000 orang. Jumlah tersebut berasal dari sejumah pasar yang sudah kami datangi. Ada sekitar 700-an UKM toko-toko kecil yang mendaftar. Mereka terdiri dari para pemilik dan karyawan toko.

Kalau melihat potensinya, jumlah kepsertaannya masih relatif kecil ?

Betul sekali. Kami sendiri inginnya dalam waktu dekat ini semakin banyak pedagang pasar yang ikut. Prinsipnya untuk perlindungan dari resiko kecelakaan kerja dan kematian, maka makin cepat mereka ikut, akan semakin baik. Cuma memang masih ada kendala soal waktu yang tepat untuk menggelar edukasi kepada para pedagang pasar.

Kendala edukasinya seperti apa ?

Kendalanya lebih kepada masalah waktu. Pasalnya waktu edukasi yang kami lakukan nggak boleh menganggu pekerjaan mereka sehari-hari saat berdagang di pasar. Yang kami pahami waktu sangat berharga untuk mereka. Karena itu kami memilih waktu  di akhir pekan atau libur untuk menggelar edukasi kepada para pedagang.

Seberapa jauh animo para pedagang untuk mengikuti edukasi dan kemudian mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan ?

Umumnya setelah mendengar edukasi yang kami gelar tentang manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka langsung tertarik dan segera mendaftarkan diri menjadi peserta.

Jadi edukasi yang digelar sangat efektif ?

Pernah satu hari di Bulan Febuari ada 5400 orang mendaftar. Sebelumnya di Pasar Tanah Abang ada 4000-an yang mendafar. Kemudian saat acara MoU dengan Perumda Pasar Jata di Pasar Induk Kramat Jati ada 5100 orang yang mendaftar. Lalu saat di Tanah Abang dapat 4000-an. Sisanya menyebar di Pasar Kopro Tanjung Duren, Pasar Koja, Pasar Tebet hingga Pasar Mampang.

Berapa pasar yang sudah didatangi ?

Hampir semua pasar sudah kami datangi oleh petugas dari kantor cabang terdekat yang kami miliki. Tapi memang kami lebih intens menggarap pasar-pasar yang potensial seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Induk Kramat Jati dan sejumlah pasar yang relatif besar jumlah pedagangnya.

Hingga akhir tahun targetnya berapa ?

Kami berharap bisa mencapai 30-40 ribu bisa direkrut tahun ini. Dan kami optimis target tersebut bisa tercapai.

Bisa dijelaskan cara mencapai target tersebut ?

Sampai dengan akhir tahun ini rencananya kami akan menggelar 10 kali lagi wisata akuisisi ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Jakarta. Di setiap pasar akan diterjunkan 100 hingga 200 orang karyawan BPJS Ketenagakakerjaan terdekat dengan lokasi pasar.

Umumnya program jaminan apa yang diambil oleh mereka ?

Ada 2 program yang mereka ambil yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)  dan  Jaminan Kematian (JKM). Dua resiko diatas jika terjadi sangat berpotensi menyebabkan kemiskinan. Memang kita dorong untuk 2 program itu dulu. Begitu mereka memahami hak dan kewajiban nanti akan kita kembangkan kesana. Jadi harus bertahaplah.

Lalu benefit yang bisa diperoleh mereka ?

Dengan membayar premi senilai Rp.16.800 kalau meninggal dunia mereka akan menerima Rp 24 juta. Sementara kalau meninggal karena kecelakaan akan menerima sebesar Rp 48 juta. Dan perlu diingat seluruh biaya perawatan kalau diperlukan akan dicover biayanya.

Mekanisme pembayaran preminya bagaimana ?

Ini memang soal kekuatan edukasi. Dan untuk hal teknis pembayaran premi ini, kami sudah berkomunikasi dengan Direksi Perumda Pasar Jaya dan mereka membuka pintu seluas-luasnya kepada kami untuk kapan saja bisa membuka both disana. Tujuanya untuk memperluas komunikasi kepada para pedagang pasar. Intinya kami sendiri juga harus jaga rutinitas disitu. Selanjutnya, kami juga akan merekrut banyak agen untuk collecting premi bulanannya. Ini penting dilakukan, karena kami nggak mungkin mengharapkan para pedagang pasar membayar premi secara mandiri.

Bagaimana dengan sinergi dengan Perumda Pasar Jaya ?

Dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya selama ini berjalan sangat baik. Dalam program wisata akuisisi ini, misalnya terasa betul dukungan keduanya kepada kami. Tentu dengan dukungan tersebut memudahkan kami untuk menjalankan program ini. Sekedar catatan Jakarta adalah wilayah ketiga yang saya pimpin. Selama menjalankan program di Jakarta terasa betul dukungan dari pimpinan Jakarta terutama wakil gubernurnya yang saat itu masih dijabat oleh Sandiaga Uno. Tak heran di setiap agenda kami di pasar, Alhamdulillah beliau selalu hadir. Bagi saya ini bentuk kepedulian kepada warga DKI. Dan perlu dicatat kami punya  visi dan misi yang sama dengan Pemerintah Provinsi DKI untuk meningkatkan harkat dan martabat warga DKI melalui perlindungan jaminan sosial.

Tags

Artikel Terkait

Close