INTERVIEW

Sri Haryati, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta: Kami Ingin Mengulang Prestasi 2017 sebagai TPID Terbaik

Sri Haryati Kepala Biro Perekonomian DKI. (Huda/Humas Food Station)

Tingkat inflasi Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018 yang terkendali dikisaran 0,48% (mtm) sangat disyukuri oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pasalnya angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata historis inflasi bulan Idul Fitri dalam tiga tahun terakhir yang mencapai 0,69% (mtm).

“Tugas kami adalah menjaga inflasi, terutama inflasi yang diakibatkan oleh volatile food. Jadi tentu saja inflasi Bulan Juni membuat kami happy, karena ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa program yang dijalankan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan sudah berjalan dengan baik,” ujar Sri Haryati Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta kepada Buletin FS.

Merujuk tren inflasi hingga 6 bulan pertama ini, Sri meyakini target inflasi hingga akhir tahun 2018 di kisaran 3,5% ± 1 bisa tercapai. Apalagi ditopang oleh sinergi yang harmonis dari semua pihak terkait saya yakin upaya TPID Jakarta untuk mempertahankan prestasi sebagai TPID terbaik yang dicapai tahun lalu bisa tercapai.

“Saya yakin dengan berbagai program yang telah dijalankan dan sinergi yang kuat antar unsur yang ada dalam TPID, Pemprov DKI Jakarta akan mampu mengulang pretasi sebagai TPID Terbaik se Indonesia,” tutur Doktor Lingkungan Hidup dari IPB ini.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa saja yang telah dan akan dilakukan Biro Perekonomian DKI Jakarta untuk tetap memastikan stabilitas harga pangan di Ibukota. Jum’at 6 Juli 2018 lalu, Ibu dua anak Kelahiran Bogor 7 Juli 1971 ini berkenan memberikan penjelasan kepada Buletin FS.

Petikannya :

Bisa dijelaskan tugas utama dari Biro Perekonomian DKI Jakarta ?

Tugas kami yang utama adalah menjaga inflasi di Jakarta agar tetap terkendali. Terutama iflasi yang disebabkan oleh volatile food yang bisa dikendalikan oleh Pemprov DKI melalui TPID nya dan bukan inflasi yang diakibatkan oleh barang-barang yang harganya ditentukan oleh pemerintah (administered prices) seperti harga bahan bakar minyak (BBM), tariff dasar listrik dan angkutan umum.

Siapa saja anggota TPID DKI ?

Anggotanya terdiri Gubernur DKI sebagai ketua, Biro Perekonomian DKI sebagai sekretaris, Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait, BI Kpw DKI, Bulog Divre Jakarta dan BUMD Pangan DKI yang terdiri dari PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya.

Bagaimana mekanisme kerja dari TPID ?

Kami rutin menggelar rapat mingguan yang biasanya digelar setiap Hari Kamis. Dan apabila dipandang perlu volume pertemuan bisa ditingkatkan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Semuanya dilakukan untuk tetap memastikan stabilitas harga bahan pangan di Jakarta.

Seperti apa peran BUMD Pangan dalam TPID tersebut ?

Peran mereka adalah menjadi eksekutor dari kebijakan yang kita buat. Misalnya saat kami mengeluarkan kebijakan Pemprov DKI harus ikut masuk ke sektor perdagangan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan di Jakarta. Nah yang masuk ke sektor perdagangan ya BUMD Pangan tersebut. Ini yang dilakukan Food Statin dengan masuk ke perdagangan beras, dan PD Dharma Jaya disektor perdagagan daging ayam dan daging sapi.

Sejak kapan kebijakan masuk ke sektor perdagangan tersebut dilakukan dan mengapa ?  

Kami merasa fungsi pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga akan lebih efektif dilakukan jika aktif masuk ke sektor perdagangan. Nggak cukup hanya dengan membuat kebijakan saja. Nah kebijakannya sendiri saya kira sudah dilakukan  sejak 2 tahun terakhir dan kini volumenya makin membesar.

Apakah ada rencana untuk mendorong peningkatan penguasaan pangsa pasar pangan berbagai komoditi pangan oleh BUMD Pangan DKI ?

Arahnya memang kesitu. Namun hal tersebut dilakukan dengan melihat sisi makro juga. Misalnya dengan tetap menjaga iklim usaha yang harus tetap kondusif. Artinya pemerintah saat masuk ke sektor perdagangan nggak boleh menggangu dunia usaha, karena kita juga punya tugas menjaga iklim investasi dan perdagangan.

Jadi kebijakan tersebut nggak akan dilakukan segera ?

Prinsipnya kita terus menghitung semuanya. Jangan lupa setiap komoditi berbeda market share penguasaannya. Misalnya dengan penguasaan pangsa pasar yang hanya 15-20 persen untuk beras sudah deflasi kok. Jadi buat apa tergesa-gesa dinaikan. Kita nggak ingin, karena kebanyakan turun nanti dunia usaha nggak jalan, itu nggak boleh. Namun untuk daging memang porsinya masih harus ditingkatkan segera.

Bagaimana caranya mendorong BUMD Pangan mencapai pangsa pasar tersebut ?   

Pemerintah dalam hal ini SKPD terkait dan BUMD pangan hadir untuk menjaga kecukupan pangan dengan memperbanyak sumber-sumber pasokan pangan yang dilakukan melalui kerjasama antar daerah. Ini dilakukan agar BUMD dapat menguasai pangsa pasar di DKI Jakarta, dengan terus-menerus mencari daerah penghasil pangan yang baru. Kemudian dari sisi distribusi melakukan penetrasi pasar dengan cara memperluas jaringan pemasaran dari komoditi pangan dengan lebih mendekatkan titik distribusi di masyarakat dan melibatkan partisipasi masayarakat secara langsung (direct meat shop, Pap and Mom Store). Terakhir dari sisi konsumsi, kami terus mengedukasi masyarakat, memastikan pangan yang bermutu dengan harga terjangkau.

Sejauhmana kontribusi BUMD Pangan DKI dalam menjaga ketahanan pangan di DKI, terutama dalam hal menjaga pasokan dan stabilitas dan gejolak harga ?

SKPD dan BUMD berkordinasi secara intensif untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas strategis dari gejolak harga terutama saat menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan Ramadhan, Lebaran dan Tahun Baru. PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) menyiapkan stok selama Puasa dan Lebaran 2018 melalui stok yang dimiliki dan melalui Bulog. FSTJ siap membantu melaksanakan kegiatan pasar murah yang dilaksanakan di beberapa wilayah DKI Jakarta. Adapun komoditi yang disiapkan meliputi beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, susu UHT, ikan beku dan tepung terigu. Adapun PD Dharma Jaya menjaga dan menyiapkan stok daging sapi, daging ayam di Jakarta. Kemudian secara rutin menerima pengiriman sapi hidup dari NTT sebanyak 200-250 ekor dan menerima impor daging dari Australia secara berkala. Sementara PD Pasar Jaya memiliki stok bahan pangan selain beras dan produk asal hewan yang cukup dalam menghadapi Bulan Puasa dan Lebaran.

Sejauhmana peran koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemprov DKI melalui TPID dalam mengendalikan inflasi ?

Kordinasi antara BI Kpw DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini terjadi dalam bentuk Tim TPID Jakarta. BI Kpw DKI Jakarta mendukung seluruh program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan turut memberikan masukan dan analisa terkait pengendalian inflasi serta memberikan sejumlah rekomendasi untuk pengambilan kebijakan.

Untuk menuju kota dengan ketahanan yang kuat, BI Perwakilan DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk membuat peraturan daerah tentang ketahanan pangan. Bisa dijelaskan updatenya ?

Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian sedang membuat kajian naskah akademis dari Perda tersebut. Dengan Perda ini, nantinya BUMD pangan dapat berperan lebih besar dalam menjaga stabilitas harga yaitu dengan menguasai pangsa pasar sebesar 30 %. Dengan pangsa pasar tersebut, BUMD Pangan dapat lebih berpengaruh untuk menjaga harga pangan agar tidak fluktuatif dan dapat dikendalikan. Selain itu keberadaan perda tersebut menjadi payung hukum bagi BUMD DKI untuk membeli pangan dengan harga mahal namun menjualnya dengan harga murah. Atau sebaliknya, membeli harga murah dan menjualnya dengan harga yang terjangkau.

Kantor BI Perwakilan Jakarta baru saja mengumumkan tekanan inflasi Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018 terkendali. Angkanya hanya sebesar 0,48% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata historis inflasi bulan Idul Fitri dalam tiga tahun terakhir, yaitu 0,69% (mtm). Tanggapan anda ?

Terkendalinya inflasi di Jakarta di bulan Juni 2018 antara lain disebabkan karena inflasi kelompok volatile food yang kerap bergejolak menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat ini menunjukkan pergerakan yang stabil. Komoditas beras masih menunjukkan penurunan harga sebesar 1,16% (mtm) seiring dengan pasokan yang berlimpah. Pada kelompok daging dan hasil-hasilnya, harga daging, ayam ras dan daging sapi cukup terkendali, dan tercatat masing-masing naik sebesar 1,30% (mtm) dan 0,93% (mtm). Sekedar informasi 3 tahun sebelumnya, harga kedua komoditas ini kerap bergejolak dan bisa mencapai 3,01% (mtm) dan 2,02% (mtm). Terkendalinya inflasi kelompok bahan pangan juga didukung oleh harga cabai merah yang stabil (0,37% mtm). Adapun secara keseluruhan, pencapaian inflasi bahan makanan pada Juni 2018 sebesar 0,76% (mtm).

Bisa dijelaskan tekanan inflasi Ramadhan dan Idul Fitri selalu terkendali dalam beberapa tahun terakhir ?

Tekanan inflasi Ramadhan dan Idul Fitri selalu terkendali, khususnya inflasi bahan pangan karena, Pemprov DKI Jakarta banyak melaksanakan program antara lain subsidi pangan, pasar murah, kerjasama pangan dengan daerah produsen untuk menjaga pasokan. Kemudian peran BUMD Pangan juga menjadi inovasi dalam pengendalian inflasi, salah satunya dengan pembelian mesin CAS yang digunakan untuk menyimpan komoditi pangan perishable atau komoditi yang tidak tahan lama dan cepat busuk seperti cabai dan bawang.

Melihat tren inflasi hingga pertengahan tahun ini, pakah target inflasi tahun 2018 di kisaran 3,5% ± 1 bisa tercapai ?

Kami optimis target inflasi tersebut dapat tercapai. Ini melihat perkembangan inflasi hingga bulan Juni 2018 yang mencapai 3,31% (yoy). Namun perlu juga memperhatikan berbagai kebijakan dari Pemerintah yang memiliki andil dalam menyumbang inflasi seperti tarif listrik, harga BBM dan tarif angkutan.

Beberapa waktu yang lalu Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menggelar kunjungan kerja ke sentra produksi cabai merah di Magelang dan bawang merah di Brebes. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari kunjungan tersebut ?

Ada dua hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran dari kunjungan kerja ke Magelang dan Brebes. Yaitu melihat langsung kualitas dan kesiapan stok. Pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar akan membuat harga komoditas pangan menjadi stabil dan tidak bergejolak. Berikutnya, perlunya kerjasama lebih erat antara daerah pemasok dengan daerah konsumen seperti Jakarta, terutama dalam bentuk sistem informasi dan teknologi mengenai stok barang, waktu panen dan harga komoditas strategis. Informasi yang terdistribusi secara sempurna akan menyebabkan informasi yang dimiliki oleh semua pelaku pasar sama. Manfaatnya spekulasi harga dan rente akan berkurang dan harga cenderung stabil. Sebaliknya jika terjadi asimetris informasi maka akan muncul spekulasi harga. Nah saat ini kami sedang menyiapkan Perjanjian kerjasama (PKS) tentang penyediaan komoditas pangan dengan Pemda Brebes.

Bisa dijelaskan perkembangan rencana pembelian Mesin CAS oleh PD Pasar Jaya untuk melengkapi yang sudah ada di Pasar Induk Kramat Jati ?

Rencana kedepan, PD Pasar Jaya memang akan membeli tambahan Mesin CAS untuk ditempatkan di 5 wilayah DKI Jakarta. Keberadaan Mesin CAS ini menjadi penting karena bisa menyimpan stok komoditi bahan pangan yang perishable menjadi lebih tahan lama. Dengan demikian stok dan ketahanan pangan di Jakarta lebih aman selama beberapa bulan kedepan.

Bagaimana perkembangan rencana contract farming antara Pemprov DKI melalui PT Food Station Tjipinang Jaya ?

Terkait contract farming, PT Food Station Tjipinang Jaya telah bekerjasama dengan 3 supplier yaitu PT Bumi Wiralodra Indramayu, Pedaringan Solo dan Wahana Lampung. Perjanjian kerjasama telah ditandatangani sejak tahun 2017 untuk komoditi beras.

Penilaian anda soal kinerja BUMD Pangan DKI dalam menjalankan tugasnya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan di Jakarta ?

Peran BUMD Pangan sudah baik, namun akan terus ditingkatkan untuk menjadi lebih baik lagi. Hal ini terbukti beberapa hal, pertama pada Tahun 2017, TPID DKI Jakarta berhasil menjadi TPID terbaik se-Indonesia. Ini artinya kerjasama antara semua stakeholder terkait termasuk BUMD Pangan sudah optimal. Kemudian ini juga bisa dilihat dari banyaknya kunjungan kerja dari banyak TPID daerah dan instansi daerah lainnya ke BUMD Pangan Jakarta.

Apa saja yang masih kurang dan harus dioptimalkan oleh BUMD Pangan DKI ?

Kekurangan dan permasalahan yang dihadapi BUMD akan terus-menerus diperbaki. Namun yang lebih penting adalah mengoptimalkan peran mereka,  terutama dengan mencari inovasi-inovasi baru, misalnya melakukan penetrasi pasar dengan memperluas kerjasama agar produknya dengan harga terjangkau dapat dibeli di pasar tradisional dan retail modern di 5 wilayah DKI Jakarta seperti yang telah dilakukan oleh PT Food Station. Adapun PD Pasar Jaya membangun Mini Distribution Centre dan Pap and Mom store yang bertujuan untuk menjual bahan pangan utama kepada masyarakat dengan harga yang murah, dan membangun Jakgrosir di Kepulauan Seribu untuk menjaga stabilisasi harga dan menyamakan harga di darat dan kepulauan. Sementara PD Dharma Jaya memiliki program DJ meat direct sale yang bertujuan untuk mengurangi mata rantai distribusi dan menstabilisasi harga daging.

Yang juga tak kalah penting adalah BUMD pangan DKI juga harus dapat menguasai pangsa pasar sebesar 30 persen dari kebutuhan masyarakat DKI Jakarta. Ini agar mereka dapat menjadi price maker dan market leader dari berbagai komoditi pangan strategis. Namun eksekusinya harus dilakukan secara gradual dengan tetap mempertimbangkan iklim usaha.

Tanggapan anda dengan langkah Food Station yang mulai masuk ke komoditi non beras ?

Saya pikir kebijakan untuk masuk ke komoditi pangan non beras itu hal yang sangat positif. Apalagi saya dengar komoditi yang dirambah adalah komoditi pangan yang sangat terkait dengan inflasi. Jangan lupa namanya saja sudah Food Station bukan Rice Station. Saya melihat untuk komoditi beras, tugas Food Station sudah sangat baik. Apalagi untuk beberapa bulan ini harga beras deflasi. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dan ini membuktikan manajemen pasokan yang dilakukan oleh Food Station berjalan dengan baik.

Tahun lalu dalam Rakornas pengendalian inflasi, TPID DKI meraih prestasi gemilang. Menurut anda, apakah prestasi tersebut bisa dipertahankan tahun ini ?

Dengan dukungan dari berbagai pihak, TPID Jakarta berupaya untuk mempertahankan prestasi yang dicapai tahun lalu. Berbagai program yang telah dijalankan diharapkan mampu mengantarkan TPID Jakarta mengulang prestasi sebagai TPID Terbaik se Indonesia.

Selain memiliki tugas untuk ikut serta menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pangan, BUMD Pangan DKI juga punya tugas untuk meraih keuntungan dan berkontribusi kepada PAD. Apa yang dilakukan Biro Perekonomian untuk memastikan agar BUMD tersebut bisa menjaga keseimbangan peran tersebut ?

Biro Perekonomian ikut serta dan aktif pada saat BUMD menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Hal ini agar fungsi bisnis untuk mencari keuntungan dan menyumbang PAD serta fungsi sosial untuk menjaga pasokan dan stabilitas bahan pangan tetap berjalan seimbang. Selain itu kami juga aktif melakukan evaluasi dan monitoring dengan memberikan amsukan pada saat pembahasan program yang direncanakan dapat berjalan baik dan dicarikan solusi terbaik jika BUMD menghadapi suatu kendala atau

Boks

Nggak Bisa Diving, Renangpun Jadi 

Untuk menghilangkan penat akibat rutinitas pekerjaan saat masih bertugas di Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan, biasanya Ibu 2 anak ini diving dengan teman-teman di Kepulauan Seribu. Namun hobi lamanya tersebut sulit dilakukan semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta.

“Pekerjaan saya di Biro Perekonomian sangat menyita waktu, jadi saya sulit untuk diving lagi,” ujarnya.

Sebagai gantinya, Doktor Ilmu Lingkungan Hidup IPB ini menggantinya dengan olahraga berenang di sekitar komplek rumahnya.

“Kalau ada waktu sesekali saya berenang di kolam renang dekat rumah,” tuturnya.

Namun demikian Sri tak pernah lupa nikmatnya aktifitas diving. Baginya diving adalah olahraga yang banyak memberikan manfaat terutama dalam hal pengendalian diri, ketenangan dan fokus.

“Dengan diving, kita bisa menyaksikan sendiri keindahahan alam bawah laut yang biasanya hanya bisa kita saksikan di televisi,” tandasnya.

Selebihnya sebagai seorang isteri dan ibu dari dua orang anak, Sri sering menyempatkan diri jalan bareng untuk makan bersama keluarga kecilnya.

“Prinsipnya jangan sampai pekerjaan saya mengurangi hak suami dan anak-anak. Jadi kalau orang bilang quality time itu yang sering saya lakukan,” tutur Ibu dari Fabian Nurfariza dan Fahri Lutfi Hadi ini.

Tags

Artikel Terkait

Close