INTERVIEW

Thomas Hadinata, Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya: “Perubahan Sistem yang Kami Lakukan Berbuah Manis”

Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya Thomas Hadinata saat menjadi nara sumber Rapat Koordinasi TPID Se-Solo Raya Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Pasca Lebaran dan Halal Bihalal Dengan Stakeholder – Solo, 10 Juli 2018. (Dok Humas Food Station)

Keputusan menugaskan PT Food Station Tjipinang Jaya untuk masuk ke sektor perdagangan beras sejak beberapa tahun terakhir ternyata berbuah manis. Pasalnya kini Food Station berhasil menjaga stabilitas pasokan dan harga beras untuk warga Jakarta.

Fakta membuktikan selama 2 tahun terakhir harga beras di Jakarta relatif stabil. Dampaknya inflasi di Jakarta khususnya yang diakibatkan oleh komoditi pangan semakin terkendali. Bahkan beberapa bulan terakhir harga beras cenderung mengalami penurunan khususnya menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Inflasi bulan Juni 2018 lebih rendah daripada inflasi pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dalam 3 tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa tujuan kami dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Jakarta berhasil,” ujar Thomas Hadinata Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya.

Pada saat yang sama pendapatan perusahaan dari hasil penjualalan juga menunjukkan angka yang menggembirakan. Per Juni 2018, Pendapatan perusahaan sudah mencapai angka Rp979 miliar. Pencapaian sebesar ini meningkat 101% dibandingkan dengan  periode yang sama tahun lalu.

Seiring dengan kenaikan pendapatan perusahaan tersebut, kontribusi perusahaan kepada PAD Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dipastikan akan meningkat.

“Tahun lalu kami membukukan pendapatan Rp 842 miliar. Tahun ini kami berencana akan merevisi target pendapatan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 menjadi Rp1,4 triliun,” jelas lelaki kelahiran 31 Oktober 1967 ini.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai strategi yang diterapkan oleh Food Station untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018 lalu di ruang kerjanya, Ayah dari Gyta Fransiska dan Gilbert Christama ini berkenan memberikan penjelasan kepada Buletin Food Station.

Petikannya :

Sejak kapan Food Station masuk ke sektor perdagangan dan apa pertimbangannya ?

Sejak 3 tahun lalu tepatnya awal 2016. Ini seiring dengan mandat dan penugasan dari Biro Perekonomian DKI. Mereka menilai untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nggak bisa dilakukan hanya dengan membuat regulasi saja. Karena itu kami ditugaskan untuk mulai masuk ke sektor perdagangan beras.

Setelah masuk ke sektor perdagangan, saat ini seperti apa perkembangan yang dicapai Food Station ?

Tentu saja terjaganya stabilitas pasokan dan harga beras untuk warga Jakarta. Ini bisa terjadi karena kami selalu menjaga pasokan beras dikisaran tertentu yang kami nilai aman. Kecukupan pasokan menjadi penting, karena menimbulkan efek psikologis yang pada akhirnya menekan keinginan pihak-pihak tertentu tertentu yang akan memainkan harga beras. Itu dari sisi stabilitas pasokan dan harga. Dari sisi lain tentu meningkatkatnya pendapatan kami dari perdagangan beras.

Bisa dijelaskan pendapatan perusahaan hingga Mei 2018 ?

Hingga 31 Mei 2018, pendapatan perusahaan sudah mencapai Rp 860 miliar. Dan Per Juni 2018, Pendapatan perusahaan sudah mencapai angka Rp979 miliar. Pencapaian sebesar ini meningkat 101 persen dibandingkan dengan  periode yang sama tahun lalu. Yang perlu digarisbawahi pencapaian ini inline dengan target pendapatan Rp 1 triliun di tahun 2018 yang tetapkan beberapa waktu yang lalu.

Darimana saja perolehan pendapatan tersebut ?

Pendapatan tersebut berasal dari hasil perdagangan komoditas pangan dan usaha Food Station lainnya seperti penyewaan properti dan lainnya. Peningkatan pendapatan tersebut dapat terjadi karena saat ini FS tengah berupaya mereformasi diri. Sekedar informasi saat ini, Food Station menjual berbagai komoditas pangan mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, ikan hingga susu. Terakhir kami akan masuk ke komoditi bawang putih. Ini seiring dengan Surat Persetujuan Impor (SPI) yang sudah kami peroleh dari Kementerian Perdagangan. Meski begitu, beras masih menyumbang penjualan yang paling besar.

Masih ada 6 bulan lagi sampai dengan akhir tahun. Anda yakin target pendapatan Rp 1 triliun dapat tercapai ?

Tahun ini kami memang berharap bisa mencapai pendapatan Rp 1 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pendapatan sebelumnya yang diperkirakan lebih dari Rp 746 miliar. Nah kalau melihat posisi pendapatan perusahaan hingga Juni yang sudah mencapai Rp 979 miliar, saya sih yakin pendapatan Rp 1 triliun akan mampu dicapai pada akhir tahun nanti. Bahkan saya meyakini target pendapatan Rp 1 triliun tersebut akan terlampaui.

Kalau benar terlampaui, berapa kira-kira nilainya ?

Melihat tren pendapatan hingga Juni 2018, saya meyakini pendapatan perusahaan  diperkirakan akan menembus angka di kisaran Rp 1,2 hingga Rp.1,4 triliun.

Apakah akan ada revisi target dalam RKAP ?

Dalam waktu dekat kami memang akan merevisi RKAP sehingga pendapatannya akan mencapai Rp1,4 triliun. Sekarang masih dalam proses pembahasan.

Pendapatan naik, bagaimana dengan kontribusi PAD ?

Secara otomatis seiring dengan kenaikan pendapatan perusahaan tersebut, kontribusi perusahaan kepada PAD Pemprov DKI Jakarta juga dipastikan akan meningkat nilainya.

Kelihatannya FS tidak lagi terlalu mengandalkan penyewaan properti dan pergudangan sebagai sumber pendapatan ?

Dulu kami memang sangat mengandalkan properti sewa properti seperti outlet dan gudang. Sekarang kami telah mereformasi diri dengan mengembangkan sektor perdagangan. Core bisnis tetap beras namun kami mulai mengembangkan produk lain yang kontribusinya terhadap inflasi cukup besar. Misalnya Minyak goreng, bawang putih, telur dan lain-lain.

Langkah apa yang sudah disiapkan perusahaan untuk masuk ke komoditi bawang putih ?

Kami sudah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan  SPI dari Kementerian Perdagangan. Dengan bekal regulasi tersebut, kami diizinkan untuk mengimpor bawang putih sebanyak 10.000 ton dari Cina.

Impornya sudah berjalan ?

Sedang dalam proses persiapan. Dalam waktu dekat, Direktur Utama, Direktur Operasional dan Kepala Bagian Perdagangan akan segera menggelar kunjungan ke Cina untuk menerima undangan  dari vendor selama beberapa hari. Di Cina rencananya tim dari Food Station akan bertemu dangan Pimpinan dari Shandong Goodfarmer International Trading Co.Ltd sebagai calon mitra untuk impor bawang putih tersebut.

Anggarannya yang disiapkan untuk impor darimana dan berapa nilainya ?

Untuk menindaklanjuti Surat Persetujuan Impor dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor 10.000 ton bawang putih, kami sudah menyiapkan anggaran dari Internal Perusahaan sebesar Rp80 miliar.

Bagaimana dengan kewajiban tanam sebagai konsekuensi dari izin impor yang diterima ?

Terkait program wajib tanam, kami akan mengikuti aturan pemerintah. Pasal 32 dan 36 Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No38/Permentan/HR.060/11/2017 tentang RIPH menyebutkan setiap importir bawang putih diwajibkan menanam 5% dari total izin yang diajukan.

Berapa banyak kewajiban tanamnya ?

Dihitung dari volume persetujuan RIPH dari Kementerian Pertanian sebesar  20 ribu ton, maka produksi hasil tanam bawang putih yang dilakukan Food Station harus mencapai 1000 ton.

Untuk menjalankan kewajiban tanam tersebut, seperti apa persiapan yang sudah dilakukan ?

Saat ini kami telah siap menanam bawang putih di lahan seluas 60 hektare di Cianjur, Jawa Barat. Lahan tersebut berpotensi terus diperluas hingga 200 hektar untuk mencapai target tanam 1.000 ton produksi bawang putih. Karena untuk 1 hektare lahan diperkirakan hanya mampu menghasilkan sekitar 5 hinga 6 ton bawang putih putih.

Bagaimana dengan bibitnya ?

Untuk biaya bibit dan saprotan akan kami siapkan. Saat ini bibit siap tanam sudah tersedia. Sementara untuk proses penanamannya sendiri, kami rencananya akan bekerja sama dengan beberapa Kelompok Tani (Gapoktan) dan Koperasi di Cianjur. Dengan demikian, Food Station akan bertindak sebagai offtaker. Artinya hasil produksi tanam petani akan kami beli dengan harga yang baik sehingga harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani setempat secara riil.

Jadi Food Station akan segera menjalankan kewajiban tanam tersebut ?

Kami ingin menjadi contoh sebagai importir yang baik dan bertanggung jawab. Karena itu kami commmited soal kewajiban tanam ini. Apalagi kewajiban untuk melakukan penanaman bawang putih ini adalah konsekuensi dari Surat Persetujuan Impor yang kami terima. Dan soal kewajiban tanam ini sangat ditekankan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pesan apa yang ingin FS sampaikan terkait dengan impor bawang putih ini ?

Yang perlu digarisbawahi adalah melalui impor ini, secara perlahan kami ingin mengurangi ketergantungan Jakarta akan impor bawang putih yang telah berlangsung lama. Itu makanya kami akan serius melakukan kewajiban penanaman bawang putih ini dengan bekerjasama dengan Gapoktan dan Koperasi setempat. Harapannya kami berharap kegiatan penanaman ini dapat menggerakkan ekonomi daerah setempat. Dan kami yakin dari kegiatan penanaman sampai dengan penanganan paska panen dapat menggerakkan 15000 lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat sekitar.

Terkait perkembangan sektor perdagangan, pasar modern mana saja yang sudah dimasuki oleh produk Food Station ?

Mengusung brand FS, kini beras milik Food Station bisa dijumpai di berbagai retail modern seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Lotte Mart, Ramayana, Lion Superindo, Farmers Market, Tiptop, Indogrosir, Save Max, Ranch Market, Lulu Departement Store, Naga Pasar Swalayan, Aeon Supermarket, Transmart Carefour, dan sejumlah pasar ritel lainnya. Selain menjual di pasar modern, Food Station juga menjual produknya di jalur e commerce seperti di Bukalapak.com, Alfacart, tokopedia, Lazada, Elevania dan Blibli.com. Bisa dikatakan hampir semua retail modern dan penjualan online terkenal sudah dirambah oleh Food Station.

Bagaimana dengan hasil penjualan beras di pasar modern ?

Hasil penjualan beras kemasan di sejumlah retail modern dan lini pemasaran online pun sangat mengembirakan. Hingga 31 Mei 2018 penjualannya mencapai Rp300 miliar dengan jumlah tonase 265.560 ton. Pencapaian tersebut meningkat 262 persen dibandingkan dengan perolehan yang sama pada periode tahun lalu yang mencapai Rp 82 miliar.

Selain masuk ke sektor perdagangan, kebijakan apalagi yang membuat Food Station bisa berkembang seperti sekarang ?

Tentu saja perubahan sistem yang lebih terintegasi dengan baik. Kami memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang sudah ada menjadi lebih baik lagi. Dengan demikian kontrol lebih mudah dilakukan. Konkritnya kami meningkatkan sistem kontrol menjadi sistem yang terintegrasi antara sektor keuangan dengan perdagangan. Misalnya semua pembayaran tidak ada lagi yang dilakukan tunai tapi melaui transfer bank sehingga tercatat dan terkontrol dengan baik.

Berapa jumlah karyawan Food Station saat ini ?

Per Juni 2018 jumlahnya sudah mencapai 92 orang. Tapi kalau ditambah dengan karyawan kontraknya jumlahnya melebihi 100 orang.

Seiring dengan pertumbuhan bisnis perusahaan, apakah ada penambahan SDM ? 

Seiring dengan pertumbuhan kinerja perusahaan SDM di perusahaan tentu saja bertambah. Karena bisnis yang berkembang dengan sendirianya memerlukan tenaga untuk menyukseskan program dan target perusahaan.

Strategi pengembangan SDM nya seperti apa ?

Prinsipnya kami mengkombinasikan antara karyawan lama yang punya pengalaman di bidang komoditi beras dengan karyawan professional yang punya pengalaman di bidang retail.

Apakah ada rencana perluasan kantor ?

Seiring dengan pertambahan jumlah SDM, kami memang telah merencanakan perluasan kantor. Perluasan kantor ini dibarengi dengan perluasan areal komersial untuk disewakan. Sehingga ada income yang bisa kami gunakan untuk menutupi oparasional kantor tersebut. Adapun dana yang kami siapkan Rp3 miliar rupiah dari kas perusahaan.

Dengan perluasan kantor yang baru, bangunan lama yang luasnya hanya 500 meter persegi akan bertambah menjadi 700 meter persegi. Jadi ada penambahan 200 meter dan perluasan kantor ini nantinya bisa menampung tambahan 30 orang.

Boks

Antara Traveling dan Hewan Peliharaan

Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya Thomas Hadinata bersama Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi dan Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE Coach Faran dalam sebuah acara di Balai Kota DKI. (Dok Humas Food Station)

Walaupun sehari-hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan, Direktur Keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya, tetap berusaha meluangkan waktunya untuk traveling bersama keluarga.

“Saya memang suka travelling bersama keluarga. Karena dengan travelling saya bisa meyeimbangkan hidup (balance of life),” ujar Thomas.

Untuk travelling biasanya saya pergi bersama keluarga dalam hal ini isteri dan anak-anak ke daerah ketinggian seperti Gunung atau Puncak.

“Itu makanya saya sering travelling ke daerah Lembang di Bandung. Pokoknya daerah yang hawanya dingin dan sejuk,” terangnya.

Bandung dipilih karena lokasinya relatif dekat dengan Jakarta. Tapi kalau waktu liburnya lebih lama, tentu tujuan rekreasinya ke tempat yang lebih jauh lagi.

Selain travelling, ayah 2 anak ini juga sangat menikmati hobinya memelihara anjing di rumahnya. Kebetulan saya punya 2 ekor anjing peliharaan berjenis kelamin laki-laki yang sudah saya pelihara sejak 4 tahun lalu. Jenisnya Golden Retriever Pug.

“Setiap Sabtu pagi dengan bercelana pendek sambil berolahraga biasanya saya bawa keduanya keliling disekitar komplek rumah,” jelasnya.

Pilihannya terhadap anjing bukan tanpa sebab. Baginya anjing adalah hewan peliharaan yang sangat setia dan bisa memahami perasaan pemiliknya.

“Kadang kalau majikan lagi sakit, hewan peliharaan kita ini bisa merasakan juga. Dan biasanya mereka langsung nyamperin untuk menghibur majikannya,” terangnya.

Thomas mengakui ada kerepotan tersendiri ketika memelihara hewan, tapi karena hobi kerepotan tersebut tidak menjadi masalah.

“Yang namanya memelihara hewan pasti ada ribetnya. Tapi ada kepuasan tersendiri bisa berbagi dengan mahluk hidup,” tandas lelaki yang pernah mengabdikan diri di Dairy Farm Indonesia dan Kedaung Group ini. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close