JAKARTA, jakrev.com – Arus mudik Lebaran 2026 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, mulai memasuki fase puncak. Berdasarkan data terbaru pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Idul Fitri, sebanyak 22.519 penumpang tercatat telah diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
Meski angka ini menunjukkan kepadatan yang luar biasa, jumlah tersebut sedikit melandai jika dibandingkan dengan puncak keberangkatan pada H-4 kemarin yang menembus angka 24.412 pemudik dalam sehari.
Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Pranoto Wibono menjelaskan bahwa angka kunjungan hari ini masih berpotensi merangkak naik. Hal ini mengingat proses penjualan tiket go-show atau sisa reservasi masih terus dibuka hingga keberangkatan kereta terakhir nanti malam.
“Berdasarkan data penjualan tiket periode 15 hingga 20 Maret, ketersediaan kursi keberangkatan dari wilayah Daop 1 Jakarta sudah sangat menipis,” ujar Pranoto dalam keterangannya.
Destinasi Favorit dan Sisa Kursi
Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Malang masih menjadi destinasi favorit para pemudik tahun ini.
Selain itu, kota-kota seperti Purwokerto, Bandung, hingga Jember juga mencatat tingkat okupansi kursi yang hampir mencapai 100 persen untuk keberangkatan sebelum hari H Lebaran.
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket mudik, Pranoto memberikan secercah harapan. Untuk periode keberangkatan tanggal 21 Maret hingga 1 April 2026, PT KAI mencatat masih ada sekitar 300 ribu kursi yang tersedia untuk dipesan.
Kesiapan Armada dan Kereta Tambahan
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026, PT KAI telah menyiagakan total 68 perjalanan KA Reguler jarak jauh. Tak hanya itu, armada tambahan juga dikerahkan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme warga.
“Kami menyiapkan 20 perjalanan KA tambahan. Rinciannya, 12 perjalanan berangkat dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasar Senen,” kata Pranoto.
Selain layanan komersial, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI juga menyediakan fasilitas khusus bagi pemudik motor.
Tersedia empat perjalanan Kereta Api Motor Gratis (Motis) yang diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi warga yang ingin membawa kendaraan ke kampung halaman.

