JAKARTA, jakrev.com – Persebaya Surabaya mengusung misi besar saat melakoni laga tandang kontra Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-27 Super League 2025/2026, Sabtu (11/4/2026).
Skuat berjuluk Bajol Ijo tersebut bertekad mengakhiri tren negatif di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang telah bertahan selama lima tahun terakhir.
Meski bertindak sebagai tamu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menegaskan bahwa pasukannya datang bukan untuk bermain aman. Pelatih asal Portugal itu memastikan anak asuhnya mengincar poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen.
Kondisi Fisik Menjadi Kunci
Tavares mengungkapkan bahwa jeda kompetisi yang cukup panjang memberikan keuntungan bagi timnya, terutama dalam aspek pemulihan. Namun, dia tidak menampik adanya beberapa pilar yang belum mencapai kondisi puncak.
“Masa persiapan kali ini memberikan pemain waktu istirahat yang lebih ideal. Ini perkembangan positif,” ujar Tavares, dikutip dari persebaya.id, Jumat (10/4/2026).
“Meski begitu, masih ada beberapa pemain yang kondisinya belum 100 persen. Kami akan terus memantau kesiapan terakhir mereka sebelum laga dimulai,” lanjutnya.
Waspadai Kedalaman Skuat Macan Kemayoran
Selain fokus pada internal tim, Tavares juga telah mengantongi strategi khusus untuk meredam agresivitas Persija.
Dia menyadari bahwa meski lawan mungkin kehilangan beberapa pemain inti, kedalaman skuat Macan Kemayoran tetap menjadi ancaman serius.
“Persija memiliki pemain yang absen, tetapi mereka punya kedalaman tim yang sangat merata. Kami sudah menyiapkan rencana permainan untuk menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.
Rekor Pertemuan dan Motivasi Balas Dendam
Laga ini juga menjadi panggung pembuktian bagi Persebaya untuk membalas kekalahan 1-3 pada putaran pertama musim ini.
Secara statistik, rivalitas kedua tim sebenarnya cukup sengit. Dari 13 pertemuan terakhir, Persebaya mengemas 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 3 kekalahan.
Namun, rekor di SUGBK menjadi tantangan mental tersendiri karena Persebaya belum pernah menang lagi di stadion ikonik tersebut sejak 2019.
“Kami sadar sudah lima tahun tidak menang di sini. Ini bukan misi yang mudah, tetapi dalam sepakbola selalu ada ruang untuk kejutan. Kami tidak pernah bermain untuk hasil imbang, target kami selalu menang,” pungkas pelatih yang dikenal dengan taktik pragmatisnya tersebut.
Laga klasik ini diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin krusial di sisa musim Super League 2025/2026.

