LONDON, jakrev.com – Mantan juara dunia tinju kelas berat versi WBC, Tyson Fury (35-2-1, 24KO) sukses menandai comeback-nya ke atas ring dengan kemenangan mutlak atas petinju Rusia, Arslanbek Makhmudov dalam duel 12 ronde di London, akhir pekan kemarin.
Kemenangan ini bukan sekadar ajang unjuk gigi setelah 16 bulan absen, melainkan karpet merah bagi The Gypsy King untuk melontarkan tantangan terbuka kepada rival abadinya, Anthony Joshua.
Bagi Fury, duel melawan Makhmudov (21-3, 19KO) seolah menjadi sesi sparring mewah di hadapan 50 ribu penonton yang memadati Tottenham Hotspur Stadium. Menghadapi lawan yang tangguh namun miskin taktik, petinju 37 tahun itu leluasa mendikte jalannya pertarungan.
Tiga juri di sisi ring memberikan skor dominan untuk kemenangan Fury. Makhmudov tercatat hanya mampu mencuri keunggulan pada ronde pertama lewat satu pukulan overhand kanan. Sisanya, 11 ronde berikutnya mutlak menjadi arena bermain petinju asal Inggris tersebut.
Kendati Makhmudov sempat merepotkan lewat postur raksasanya, dia kerap kehilangan keseimbangan akibat gaya bertinjunya yang terlalu mengandalkan ayunan liar. Memanfaatkan celah itu, Fury memamerkan kecerdasan dan teknik tingkat tingginya untuk membuat lawan frustrasi.
Puncaknya terjadi pada ronde ke-10, sebuah uppercut kanan tajam dari Fury mendarat telak hingga membuat pelindung gigi Makhmudov terpental.
Namun, alih-alih merobohkan lawannya secara prematur, Fury tampak lebih menikmati alur pertarungan dan membiarkan Makhmudov bertahan hingga bel akhir berbunyi, ditutup dengan pelukan respek antar kedua petarung.
Tensi Panas ‘The Battle of Britain’
Akan tetapi, sorotan utama malam itu justru terjadi di luar ring. Anthony Joshua (AJ), yang sedari awal duduk di kursi ringside dan merekam jalannya laga menggunakan ponsel, langsung menjadi target sasaran Fury.
Begitu kemenangannya diumumkan, Fury segera merebut mikrofon dan menantang mantan pemegang sabuk juara dunia WBA, IBF, dan WBO tersebut.
“Seperti yang sudah saya katakan, biarkan saya menyingkirkan Arslanbek Makhmudov terlebih dahulu, dan setelah ini kita bicara. Selanjutnya, kita akan berikan duel yang kalian semua tunggu-tunggu, The Battle of Britain,” teriak Fury dari atas ring yang langsung disambut gemuruh penonton.

“Saya menantangmu, Anthony Joshua, untuk bertarung dengan saya selanjutnya. Apakah kamu menerima tantangan ini? Ayo bertarung atau tidak sama sekali?” lanjutnya, seperti dikutip Boxing Scene.
Mendapat provokasi terbuka, AJ tak tinggal diam. Dengan nada dingin namun menohok, dia membalas tantangan sang rival.
“Tyson, kamu cuma cari sensasi. Saya tidak pernah punya masalah untuk naik ring melawanmu. Saya sudah menghajarmu saat kita masih bocah, dan setelah melihat kemampuanmu malam ini, saya akan menghajarmu lagi,” balas Joshua.
“Saya sudah mengejarmu selama 10 tahun terakhir. Kalau kamu sudah siap, datang temui saya, sampaikan syarat dan ketentuanmu. Kamu bekerja untuk saya. Saya bosnya di sini. Ingat itu,” tutup AJ dengan tajam.
Perseteruan panas pasca-pertandingan ini seketika mengubah atmosfer London. Laga “pemanasan” Fury yang santai kini telah berganti menjadi kebencian dan tensi tinggi.
Apabila mega-duel The Battle of Britain ini benar-benar terealisasi, ini tak hanya akan menjadi pertarungan perebutan takhta sesungguhnya, tetapi juga sejarah baru yang paling dinantikan oleh jagat tinju dunia.


