LONDON, jakrev.com – Dunia tinju kelas welter super harus merelakan salah satu talenta terbaiknya. Regis Prograis, mantan juara dunia dua kali yang dikenal dengan julukan ‘Rougarou’, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari ring tinju profesional.
Keputusan emosional ini diambil Prograis sesaat setelah dia menderita kekalahan angka mutlak dalam duel sengit melawan petarung Inggris, Conor Benn (25-1, 14KO) di London, akhir pekan kemarin.
Realita di Balik Tali Ring
Pertarungan melawan Benn seolah menjadi cermin bagi Prograis bahwa waktu tidak bisa dilawan. Meski menunjukkan semangat juang luar biasa, petarung 37 tahun itu tampak kesulitan mengimbangi kecepatan dan agresivitas Benn yang jauh lebih muda.
Dalam pernyataan pasca-pertarungan, Prograis dengan ksatria mengakui bahwa refleks dan ketajamannya tidak lagi sama seperti saat dia merajai kelas welter junior beberapa tahun silam.
“Saya sudah memberikan segalanya untuk olahraga ini. Namun malam ini, saya menyadari bahwa tubuh saya tidak lagi bisa mengikuti apa yang diinginkan otak saya. Ini adalah waktu yang tepat untuk berhenti,” ujar Prograis dengan nada tegar, seperti dinukil dari Boxing Scene.
Warisan sang Mantan Juara
Regis Prograis pensiun dengan meninggalkan warisan yang membanggakan. Dia pernah memegang sabuk gelar juara dunia WBA dan WBC di kelas 140 pon. Petinju asal Amerika Serikat ini membukukan rekor 30-4 (24KO).
Perjalanannya mencapai puncak dunia, termasuk partisipasinya dalam turnamen World Boxing Super Series (WBSS), akan selalu diingat sebagai salah satu era paling kompetitif di kelas tersebut.
Kekalahan dari Conor Benn memang menjadi penutup yang pahit secara statistik, namun bagi para penggemar tinju, Prograis akan selalu dikenang sebagai petarung yang tidak pernah pilih-pilih lawan dan selalu menyuguhkan tontonan yang menghibur.
Estafet untuk Conor Benn
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi lompatan besar bagi karier Conor Benn. Berhasil menumbangkan nama besar seperti Prograis membuktikan bahwa Benn siap untuk menantang gelar juara dunia dalam waktu dekat.
Bagi penikmat tinju, mundurnya Prograis adalah akhir dari sebuah era, sekaligus pembuka jalan bagi singa-singa muda seperti Benn untuk mendominasi panggung dunia.


