OLAHRAGA

Gravenberch Belum Pasti Tampil, Liverpool Ditunggu Ujian Berat di Markas Crystal Palace

Ryan Gravenberch meragukan tampil membela Liverpool lawan Crystal Palace. Intip kondisi skuat terbaru dan eksperimen lini depan Iraola.

LIVERPOOL, jakrev.com – Liverpool bersiap melakoni laga tandang yang tak mudah ke markas Crystal Palace di Selhurst Park pada Minggu (8/11/2026) malam.

Manajer The Reds, Andoni Iraola mengonfirmasi tidak ada tambahan masalah cedera baru usai laga pertengahan pekan, meski kondisi gelandang Ryan Gravenberch masih menyisakan tanda tanya besar.

Gravenberch sebelumnya terpaksa absen saat Liverpool melawat ke markas Fenerbahce di Liga Champions akibat masalah pada tumitnya. Cedera itu juga yang membuat pemain asal Belanda tersebut tak bisa diturunkan ketika menghadapi Arsenal akhir pekan lalu.

Dalam sesi konferensi pers menjelang laga kontra Palace, Iraola menjelaskan situasi kebugaran timnya secara terbuka. Menurut sang juru taktik, kondisi Gravenberch sangat bergantung pada sejauh mana sang pemain mampu menahan rasa sakit pada tumitnya.

“Satu-satunya keraguan yang kami miliki hanyalah Ryan. Pemain lainnya tetap sama seperti situasi sebelumnya,” ujar Iraola seperti dikutip dari liverpoolfc.com.

“Kondisi Ryan Gravenberch dipantau dari hari ke hari, ini soal ambang rasa sakit. Kita lihat saja apakah dia bisa mengatasinya dan membantu tim di lapangan,” lanjutnya.

Selain Gravenberch, laga di Selhurst Park dipastikan terlalu dini bagi Jeremie Frimpong yang sudah melewatkan lima laga terakhir akibat masalah otot. Nama-nama seperti Conor Bradley, Hugo Ekitike, dan Giovanni Leoni juga masih harus menepi dalam jangka panjang.

Eksperimen Posisi Bradley Barcola di Lini Depan

Di luar urusan cedera, perhatian media juga tertuju pada keputusan taktik Iraola saat memasang Bradley Barcola sebagai penyerang tengah ketika tumbang di Istanbul. Banyak pihak mempertanyakan kemungkinan eksperimen tersebut bakal sering diterapkan sepanjang musim ini.

Iraola menegaskan bahwa peran alami Barcola sejatinya adalah seorang pemain sayap. Kendati demikian, fleksibilitas Barcola yang pernah dimainkan sebagai penyerang tengah saat membela Paris Saint-Germain memberi opsi taktis tambahan bagi The Reds.

“Bradley itu winger. Dia paling sering bermain sebagai winger kiri, kadang di kanan, tetapi dia juga pernah jadi striker di PSG. Itu sesuatu yang ingin saya coba,” ungkap Iraola.

Iraola menilai pergerakan Barcola di antara bek tengah lawan bisa menjadi ancaman serius, terutama dalam memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan. Meski begitu, dia menegaskan 90 persen posisi utama Barcola tetap berada di pos sayap.

“Saya sempat mencoba hal serupa pada Cody (Gakpo) saat lawan Chelsea di Carabao Cup. Ini jadi alternatif yang bisa kami manfaatkan ketika Alex (Isak) lelah dan kami membutuhkan tipe penyerang yang berbeda,” tambah manajer asal Spanyol tersebut.

Crystal Palace Juga Krisis Penyerang Utama

Tuan rumah Crystal Palace sendiri tidak dalam kondisi yang benar-benar kukuh. Skuat asuhan Pierre Sage dipastikan kehilangan dua penyerang mereka saat menjamu Liverpool, yakni Jean-Philippe Mateta dan Ismaila Sarr.

Mateta harus menjalani hukuman larangan bertanding setelah menerima kartu merah dalam kekalahan atas Tottenham Hotspur pekan lalu. Sementara itu, Sarr sudah absen dalam empat laga terakhir dan baru diperkirakan kembali merumput usai jeda internasional November.

Kendati kehilangan pilar utama di lini serang, Pierre Sage tetap optimistis. Manajer Palace itu sudah menyiapkan nama Eddie Nketiah dan Jorgen Strand Larsen untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mateta.

“Awal musim lalu JP (Mateta) sempat cedera, dan itu memberi kesempatan bagi Jorgen Strand Larsen serta Eddie Nketiah untuk tampil. Sekarang dia absen lagi, tapi kami harus mengatasinya. Kami punya kepercayaan besar pada pemain lain,” kata Sage.

Strand Larsen sendiri sempat diparkir di bangku cadangan saat Palace bermain imbang 1-1 melawan Hoffenheim di Liga Eropa.

Sage mengonfirmasi bahwa penyerang tersebut kini sudah cukup bugar untuk tampil selama 60 hingga 75 menit di lapangan. Di sisi lain, Nketiah juga memberi fleksibilitas karena mampu diperankan sebagai pemain nomor 10.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button