BUMDMEGAPOLITAN

Anies Angkat Novita Dewi Pimpin PT Jakarta Tourinsindo

Jajaran Direksi Baru PT Jakarta Tourisindo ditemani Komisaris Utama saat berkunjung ke Kantor BP BUMD DKI Jakarta. (dok: Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merombak jajaran direksi PT Jakarta Tourisindo (Jaktour). Perombakan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak di bidang perhotelan tersebut dilakukan di semua posisi direksi.

Direksi baru dilantik tersebut adalah Novita Dewi yang diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Tourisindo mengantikan Geraard Jeffrey Zacharias Rantung. Selain Novita, Anies juga mengangkat Zulfarshah menjadi Direktur Keuangan dan Administrasi yang sebelumnya ditempati Mulyanis Putra. Adapun  posisi Direktur Operasional untuk menggantikan Iskandar Zulkarnain belum diumumkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Riyadi membenarkan proses pergantian direksi PT Jakarta Tourisindo tersebut.

Riyadi menuturkan perombakan jajaran direksi PT Jakarta Tourisindo dilakukan semata-mata dengan alasan penyegaran dan untuk mendorong kinerja perseroan agar lebih maju lagi.

“Semua posisi direksi di PT Jakarta Tourisindo dirombak, namun baru 2 direksi yang bisa diumumkan sisanya masih dalam proses ,” ujar Riyadi.

Maksimalkan PMD

Senada dengan Riyadi, Komisaris Utama PT Jaktour Budi Siswanto mengatakan perombakan jabatan ini merupakan hal biasa dan bagian dari penyegaran struktur di instansi.

Dengan adanya kepemimpinan baru, Budi berharap bisa membawa perusahaan yang bergerak dalam bisnis perhotelan tersebut semakin maju.

“Kami berharap akan ada pemikiran, inovasi, dan terobosan baru untuk menjadikan PT Jaktour sebagai BUMD yang berprestasi dan disegani,” ujar Budi di kantornya, Jumat (29/11/2019).

Lebih lanjut Budi juga berharap direksi yang baru bisa memanfaatkan sebaik-baiknya Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp 92,2 miliar yang disetujui DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu untuk mengembangkan seluruh unit perusahaan PT Jaktour agar lebih maju.

Budi menilai, baik Novita maupun Zulfarshah merupakan figur-figur berpengalaman sesuai bidang keahliannya, karena itu dia yakin mereka bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi PT Jaktour.

“Kami sebagai wakil pemegang saham dan Pemprov DKI mengharapkan direksi baru ini bisa segera bekerja dengan cepat dan tuntas. Jadi, tidak hanya di tataran konsep, tapi eksekusinya,” kata dia.

Budi berpesan kepada direksi baru untuk bisa meningkatkan sinergitas antara PT Jaktour dengan BUMD lainnya, serta Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Pemprov DKI Jakarta.

“Kemitraan ini penting karena bisa membuka pangsa pasar yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Jaktour Novita Dewi menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PT Jaktour merupakan amanah sekaligus tantangan.

Sebagai tahap awal Novita akan melakukan konsolidasi secara internal untuk menentukan strategi dalam memimpin PT Jaktour.

Novita juga berjanji bakal memaksimalkan PMD untuk memperbaiki sarana dan prasarana, termasuk di Grand Cempaka Business Hotel.

“Melalui fasilitas dan pelayanan yang baik, saya berkeyakinan okupansi di seluruh hotel yang menjadi unit usaha PT Jaktour bisa dimaksimalkan,” ujar Novita.

Dia menilai, saat ini PT Jaktour memerlukan langkah besar agar bisa menjadi perusahaan yang dapat memberi lebih banyak keuntungan kepada Pemprov DKI.

Sebab, ada dua misi utama yang harus diemban dan menjadi fokus yakni, menyelamatkan PT Jaktour dan lebih menyejahterakan karyawan.

“PT Jaktour ini saya mengibaratkan sudah sakit kronis. Untuk itu, ini menjadi tantangan bagi saya, dan dengan bekal pengalaman serta jaringan yang dimiliki, saya yakin bisa membawa PT Jaktour lebih baik ke depannya,” kata Novita. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close