BUMD

Bank DKI Dukung Penyaluran Bantuan Bagi Anak Tenaga Kesehatan Covid-19

Bank DKI dukung penyaluran bantuan dana bagi anak-anak tenaga kesehatan yang meninggal saat menangani pasien Covid-19. secara simbolis bantuan tersebut diserahkan di Balaikota Kamis (27/08) ini merupakan program Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Bank DKI mendukung penyaluran bantuan dana bagi anak-anak tenaga kesehatan Covid-19 yang meninggal dunia dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Covid-19. Bantuan dana yang diserahkan di Balai Kota Jakarta, tersebut berasal dari dana tak terduga Covid-19 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (27/08).

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, hal ini merupakan bentuk simpati perusahaan bagi para tenaga kesehatan yang telah berjuang dalam penanganan Covid-19, dan keberlangsungan anak-anak yang ditinggalkan.

“Kami berharap, melalui penyerahan ini dapat membantu kelangsungan pendidikan bagi anak-anak tenaga kesehatan yang orang tuanya meninggal dunia”, ungkap Herry.

Besaran dana yang diserahkan kepada peserta didik adalah Rp6.000.000,-/tahun bagi anak usia Pendidikan Usia Dini (PAUD), Rp9.000.000,-/tahun (SD), Rp12.000.000,- /tahun (SMP) Rp15.000.000,- /tahun (SMA) dan Rp20.000.000,-/tahun (Perguruan Tinggi). Bantuan dana beasiswa yang disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ini diberikan kepada 12 peserta didik dan disalurkan melalui rekening Bank DKI.

Lebih lanjut Herry mengungkapkan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat, bahwa pandemi Covid-19 belumlah usai, sehingga perhatian terhadap protokol kesehatan serta kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Bank DKI hingga saat ini terus menerapkan serta mengimbau kepada nasabah dan karyawan terhadap protokol kesehatan yang berlaku baik di Kantor Pusat maupun kantor-kantor layanan.

Ia pun kembali menghimbau agar nasabah dapat melakukan transaksi secara non tunai menggunakan aplikasi JakOne Mobile untuk nasabah perorangan dan Cash Management System untuk nasabah instansi dan korporasi.

“Hal ini kami himbau sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan kepada nasabah dan karyawan Bank DKI melalui pembatasan kontak fisik sehingga dapat menekan angka penyebaran Covid-19 secara signifikan” ujar Herry.

Nasabah dapat melakukan transaksi transfer antar rekening ataupun antar bank, pembayaran berbagai tagihan dari rumah dengan menggunakan JakOne Mobile. Melalui JakOne Mobile, calon nasabah juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan ataupun deposito online dengan bunga yang lebih menarik dan dapat dilakukan tanpa harus mengunjungi kantor layanan Bank DKI. (win)

Related Articles

Back to top button