BUMD

Bank DKI Gandeng 3 Bank untuk Perluasan Layanan E-Samsat DKI  

Launching Perluasan Pelayanan Pembayaran e-Samsat di Silang Monas Barat Daya, Minggu 8 Oktober 2017. (Istimewa)

Jakarta Review – Bank DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, Pemprov DKI Jakarta, Jasa Raharja dan 3 bank dalam rangka memperluas layanan pembayaran E-Samsat di DKI Jakarta. Demikian diharapkan layanan kepada masyarakat bisa meningkat.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi usai kegiatan perluasan layanan pembayaran E-Samsat DKI Jakarta oleh Bank DKI, Pemprov DKI Jakarta, Jasa Raharja dan 3 bank yakni BNI, BTN dan Bukopin yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra di Jakarta, Minggu, 8 Oktober 2017.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekda DKI Jakarta Saefulah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra, Kasi Yan STNK Ditregident Korlantas Polri AKBP Hendra Wahyudi, Kepala BPKAD Michael Rolandi, Kepala BPRD Provinsi DKI Jakarta Edi Sumantri, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang DKI Jakarta Delya Indra, serta direksi Bank DKI, Bank BNI, Bank BTN dan Bank Bukopin.

E-Samsat merupakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dalam perluasan layanan pembayaran E-Samsat DKI Jakarta ini ke empat bank tersebut berperan sebagai penerimaan pembayaran PKB, PNBP, dan SDWKLLJ di DKI Jakarta.

“Bank DKI dalam hal ini sekaligus sebagai agregator pengumpulan dana hasil penerimaan pembayaran untuk wilayah DKI Jakarta”, ujar Kresno.

Dengan adanya perluasan layanan ini, wajib pajak yang ingin melakukan pembayaran E-Samsat bisa melakukan pembayaran melalui jaringan ATM Bank DKI, BNI, BTN dan Bukopin. Sedangkan khusus untuk nasabah Bank DKI juga dapat melakukan pembayaran melalui e-channel Bank DKI yang lain yakni melalui EDC Bank DKI dan Mobile Banking yakni JakMobile. E-Samsat ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penerimaan pembayaran E-Samsat.

“Cara wajib pajak untuk melakukan pembayaran via ATM cukup mudah. Pemilik kendaraan cukup datang ke ATM Bank DKI terdekat. Pilih menu utama untuk pembayaran PKB/STNK, masukan nomor kendaraan dan masukan kode alfabet. Apabila berhasil di-inquiry maka akan keluar jumlah tagihan yang harus dibayar, untuk No Polisi, Merek, Tipe, Modul Transaksi dan Nominal PKB,” terang Kresno.

Setelah itu, lanjutnya, rekening nasabah akan didebet sesuai jumlah totalnya, kemudian jika setuju maka pilih Bayar. Setelah mendapatkan bukti pembayaran di ATM, wajib pajak harus melakukan pengesahan STNK di seluruh sentra layanan Kantor Bersama Samsat di masing-masing wilayah hukum Polda. Adapun untuk pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dapat dilakukan dengan mendatangi lokasi Samsat dan di Gerai Samsat terdekat.

Lebih lanjut Kresno menjelaskan, bahwa perluasan layanan pembayaran E-Samsat dengan beberapa bank bertujuan untuk mendukung dalam meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah dari sektor pajak. “Payment system Bank DKI sangat mendukung untuk program E-Samsat karena jaringan Bank DKI Host to Host dengan sistem Diskominfomas dan SAMSAT Polda Metro Jaya,” tutur Kresno.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri menyambut baik perluasan layanan pembayaran E-Samsat ini sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi C Brata mengungkapkan bahwa penerapan pembayaran pajak dengan sistem nontunai melalui e-channel dari perbankan akan semakin meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta mengapresiasi seluruh pihak bersama Bank DKI bersinergi dalam layanan perbankan untuk perluasan pembayaran E-Samsat DKI Jakarta yang semakin memudahkan warga DKI Jakarta dalam melakukan pembayaran. Djarot juga mengimbau warga DKI Jakarta untuk semakin tepat waktu dalam melakukan pembayaran pajak karena sudah semakin dimudahkan.

Sedangkan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra menuturkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor via E-Channel dari perbankan akan menciptakan manfaat positif pada sektor pajak daerah, terutama setelah diterapkannya pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online.

Dengan adanya perluasan pembayaran PKB di Bank DKI, Bank BNI, Bank BTN dan Bank Bukopin ini akan lebih mempermudah wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor. Sehingga, masyarakat tidak perlu repot-repot antre di kantor Samsat.

“Kami ucapakan terimakasih kepada Kepala BPKAD Provinsi DKI Jakarta atas terwujudnya perluasan layanan pembayaran e-Samsat ini, yang berguna untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan juga untuk menunjang pendapatan daerah,” tandas Halim.(win)

Tags

Artikel Terkait

Close