BUMD

Belajar Pengelolan Pasar Khusus Handycraft, Perumda Pasar Jaya Gelar Kunjungan ke Rupa-Rupi Bandung

Manajemen Perumda Pasar Jaya berfoto bersama manajemen Rupa-Rupi Handycraft Market di sela kunjungan kerja Perumda Pasar Jaya ke pasar tersebut. Kunjungan dilakukan dalam rangka studi banding persiapan pembukaan pasar khusus handycraft di Jakarta. (Dok Humas Perumda Pasar Jaya)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam waktu dekat, Perumda Pasar Jaya berencana membuka pasar khusus yang menjual kriya atau kerajinan tangan khas berbagai daerah di Indonesia. Rencananya pasar khusus tersebut akan dibuka di Pasar Rawa Bening Jakarta Timur dan Petojo Enclek Jakarta Pusat.

“Kalau Thailand punya Pasar Chatuchak dan Indonesia terutama Jakarta punya Pasar Rawa Bening dan Petojo Enclek. Rencananya, tahun ini akan direalisasikan secara bertahap. Pedagang batu akik yang berada di Rawa Bening tetap berjualan di sana, karena itu salah satu dari kerajinan tangan,”ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin kepada Jakarta Review, 9/8/2019.

Dikatakan Arief, selain memperkenalkan aneka kerajinan tangan nusantara, keberadaan pasar khusus ini juga untuk membantu mengangkat perekonomian para perajin di daerah.

“Yang pasti kita utamakan kerajinan tangan khas daerah Betawi dulu, lalu kerajinan daerah-daerah lain seperti NTB yaitu tenun, songket, mutiara, dan sebagainya,” tuturnya.

Sebagai wujud keseriusan membuka pasar khusus handycraft tersebut, 6-7 Agustus lalu, Manajemen Perumda Pasar Jaya menggelar kunjungan kerja di Bandung.

“Saya nggak ikut, tapi ada dua direksi yang ikut serta yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut, yakni Direktur Keuangan dan Administrasi Ramses Butar-Butar serta Direktur Usaha dan Pengembangan Anugrah Esa. Mereka berdua mendampingi sejumlah Kepala Divisi dan Manajer terkait,” ungkap Arief.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan dari Perumda Pasar Jaya menggelar kunjungan ke Rupi Rupi Handycraft Market di Kota Bandung.

Sekedar informasi Rupi Rupi Handycraft Market adalah pasar khusus yang didirikan dengan tujuan utama sebagai wadah bersama untuk memajukan industri kerajinan di Jawa Barat, khusunya Kota Bandung.

“Kami sengaja berkunjung ke Rupa-Rupi, karena ini adalah pasar kerajinan yang dikonsep seperti mall tematik. Selain itu di tempat ini juga bisa ditemukan beraneka jenis kerajinan tangan hasil karya warga Jawa Barat. Jadi kami ingin belajar dari tempat ini,” cetus Arief.

Arief menambahkan sementara ini pihaknya belum menentukan konsep dari pasar khusus yang akan didirikan.

“Sementara ini kami masih matangkan dulu konsepnya dengan memperbanyak referensi. Pada waktunya nanti akan kami putuskan bentuknya seperti apa. Bisa seperti Krisna Bali atau Rupa-Rupi Bandung atau yang lainnya,” tandas Arief. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close