BUMD

Belajar Tata Kelola BUMD Pangan, BI KpW Jabar Gelar Kunker ke PT Food Station

Rombongan Bank Indonesia KpW Jawa Barat yang dipimpin oleh Darjono berfoto bersama dengan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi dan Direktur Operasional Frans Tambunan di Fasilitas RMU milik PT Food Station. (Dok: Humas PT Food Station)

Jakarta Review, Jakarta – Kantor Perwakilan Wilayah (KpW) Bank Indonesia (BI) Jawa Barat menggelar kunjungan kerja ke Kantor PT Food Station Tjipinang Jaya, di Jalan Pisangan Lama Selatan Nomer 1 Jakarta Timur, Selasa 13 Agustus 2019.

Rombongan BI KpW Jawa Barat tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasional Frans Tambunan dan Direktur Keuangan Thomas Hadinata.

Analis BI KpW Jabar Darjana mengatakan kunjungan kerja digelar untuk belajar model bisnis pengelolaan BUMD Pangan yang dikerjakan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya.

“Kami ingin belajar tata kelola dan model bisnis BUMD Pangan di Jakarta untuk kemudian kami terapkan di BUMD Pangan yang ada di Jawa Barat yakni Agro Jabar,” ujar Darjana.

Darjana menambahkan, pihaknya agak khawatir dengan inflasi Jabar yang lebih tinggi dari inflasi nasional. Oleh karena itu melalui perbaikan tata kelola BUMD Pangan tersebut, harapannya BUMD Pangan yang ada di Jabar akan bisa meniru BUMD Pangan Jakarta yang mampu membantu Pemerintah Daerah untuk menekan laju inflasi.

Direktur Operasional PT Food Station Frans Tambunan mengatakan PT Food Station menyambut baik kunjungan kerja yang dilakukan oleh BI KpW Jabar.

Menurutnya yang paling penting dalam pengelolaan BUMD Pangan tersebut adalah persoalan intergritas dan kompetensi. Tanpa kedua hal tersebut mustahil BUMD di sebuah daerah akan maju dan berkembang.

Itu makanya lanjiut Frans, pada saat awal-awal berdiri manajemen PT Food Station sibuk membangun sistem dan SDM yang kuat untuk menopang perusahaan. Namun demikian untuk membangun keduanya dibutuhkan integritas yang kuat dari SDM yang ada di perusahaan.

“orang pintar gampang dilatih, namun orang yang jujur lebih sulit dibentuk, karena itu kami lebih mengedepankan nilai-nilai intergritas dan transparansi saat penerimaan karyawan,” ujar Frans.

Selain itu lanjut Frans di jajaran manajemen juga harus ditempatkan oleh sosok-sosok yang professional.

“Di PT Food Station jajaran direksi dan komisaris semuanya adalah kalangan professional. Tidak ada yang aktivis partai atau politisi. Kami mayoritas berasal dari kalangan ritel. Jadi apa yang kami kerjakan saat ini adalah sesuatu yang biasa dikerjakan ditempat sebelumnya, “ cetus Frans. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close