BUMD

Bidik Peningkatan Penjualan Daring, PT Food Station Gelar Pelatihan E-Commerce

Suasana pelatihan E-commerce yang digelar PT Food Station Tjipinang Jaya (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Perkembangan penjualan melalui E-commerce terus berkembang pesat saat ini, apalagi dalam situasi pandemi covid 19 yang menyebabkan banyak orang memilih berdiam diri dirumah untuk mengerjakan segala aktifitas termasuk belanja. Terkait hal tersebut, Manajemen PT Food Station Tjipinang Jaya merasa perlu untuk menggelar pelatihan tentang E-Commerce yang diselenggarakan di Kantor Pusat Food Station (Senin 8/2/2021).

Pelatihan E-Commerce yang diberikan oleh Ihsan Wahab pakar e-commerce dari Universitas Pajajaran. Adapun karyawan yang ikut serta mulai dari para Kepala Divisi, para Kepala Bagian dan Staf yang dibuka oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo.

Materi yang disampaikan antara lain mencakup sejarah dan perkembangannya di Indonesia dan jenis-jenis E-commerce yang berkembang di Indonesia.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, melalui pelatihan ini, Food Station ingin lebih meningkatkan lagi pemasaran produk melalui E-Commerce.

Melalui pelatihan ini lanjut Pamrihadi, ia ingin para peserta pelatihan dapat lebih memahami mengenai e-commerce dan bagaimana mengelolanya dalam dunia Bisnis.

“Pelatihan digelar juga untuk meningkatkan penjualan produk-produk Food Station melalui pasar yang lebih luas yang  dengan memanfaatkan teknologi internet (daring) sebagai media penjualan melalui jalur e-Commerce. ‘’ ujar Pamrihadi.

Sekedar informasi, Food Station sejak beberapa tahun terakhir sudah menggunakan kanal penjualan E-commerce. Berbagai platform marketplace E-commerce pun sudah banyak yang bekerjasama dengan Food Station. Bebeberapa platform marketplace tersebut antara lain JD.iD, blibli, tokopedia, Lazada, Shoppe, bukalapak dan GrabMart.

“Hingga kini kerjasama dengan marketplace tersebut masih terus berlanjut,” tandas Pamrihadi.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Divisi Komersial Food Station Ferry Fardiansyah mengatakan pelatihan E-commerce ini membuka wawasan pengetahuan teman-teman di Food Station tentang potensi bisnis E-commerce yang masih besar. Karena itu kedepan, FS akan lebih mengembangkan lagi jalur pemasaran E-commerce.

“Kedepan kami benahi marketing plan-nya, manajerialnya hingga pemanfaatan website perusahaan yang selama ini lebih terlihat sebagai wesite korporasi dan sama sekali belum dioptimalkan untuk kepentingan bisnis,” jelas Ferry.

Namun demikian kerjasama yang sudah ada dengan berbagai marketplace akan tetap terus berjalan. Kalau rencana ini berjalan, pendapatan Food Station dari jalur E-commerce akan meningkat lebih pesat lagi.

“Jalur exsisting tetap akan kita besarkan. Kami hanya akan memanfaatkan web yang ada untuk official store dan ini sangat mungkin dilakukan karena Food Station terbilang lengkap karena punya pabrik, logistik, gudang hingga jalur pemasok yang sudah mapan,” tandas Ferry.

Related Articles

Back to top button