BUMD

Wakil Bupati Cilacap Resmikan Pengiriman Beras Perdana ke Jakarta

Wakil Bupati Cilacap memimpin prosesi pengiriman perdana beras dari Gapoktan Sumber Makmur ke PT Food Station Tjipinang Jaya, Rabu, 6/3/2019. (Dok:Istimewa)

Jakarta Review, Cilacap – Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman meresmikan pengiriman beras perdana dari Gapoktan Sumber Makmur ke PT Food Station Tjipinang Jaya dalam rangka kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cilacap dengan TPID DKI Jakarta, Rabu, 6/3/2019.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Trisno Nugroho, Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Agus Chusaini Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya Frans Tambunan, Direktur Pengembangan Usaha Perumda Pasar Jaya Anugrah Esa, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Maruf, Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taswan, beberapa pejabat dari Forkompinda Kabupaten Cilacap dan perwakilan dari SKPD DKI antara lain dari Biro Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian serta Badan Pembina BUMD DKI.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan pengiriman perdana beras ini berawal dari tindak lanjut kerja sama yang digelar oleh PT Food Station dan Gapoktan Sumber Makmur setahun yang lalu.

“Jadi acara pengiriman perdana ini adalah tindak lanjut dari kerja sama yang sudah mulai dirajut sejak setahun yang lalu. Saat itu kami difasilitasi oleh Bank Indonesia, terutama Kantor Perwakilan BI Jakarta dan Kantor Perwakilan BI Purwokerto. Jadi peran BI itu luar biasa dalam mepertemukan kita semua,” kata Arief saat membacakan sambutannya.

Arief menambahkan peluang kerja sama untuk menjadi pemasok kebutuhan bahan pangan untuk warga Jakarta masih sangat luas. Pasalnya, kebutuhan bahan pangan warga Jakarta hampir 100 persen dipasok dari daerah lain.

“Jakarta sama sekali nggak punya lahan untuk memproduksi hasil pertanian. Jadi tidak terbatas hanya beras. Tetapi peluang untuk menjadi pemasok kebutuhan bahan pangan lainnya masih terbuka luas,” tutur Arief.

Terkait hal tersebut ia berharap, peluang kerja sama ini bisa ditangkap oleh Gapoktan dan Pemkab Cilacap.

“Kalau hanya kirim 200 truk nggak ada apa-apanya buat Jakarta. Karena Food Station sendiri dalam sebulan memproduksi 10.000 ton beras. Jadi saya minta tolong Gapoktan lain bisa diajak kerja sama juga. Nanti kita buat kerjasama B to B yang kemudian bisa diperluas menjadi G to G,” ungkapnya.

Arief memastikan PT Food Station Tjipinang Jaya akan membeli dengan harga yang baik serta pembayaran yang cepat. Karena itu ia berharap agar pengirimannya juga bisa berlangsung dengan lancar dan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Untuk itu ia berharap kerja sama ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

“Percayalah kami adalah mitra terbaik, karena kami mengerti petani itu kepentingannya harga stabil dan tenang, sementara kami butuh stabilitas pasokan. Jadi kuncinya saling percaya dan nggak saling selingkuh,” tandasnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Trisno Nugroho menyambut baik kerja sama antara PT Food Station dengan Gapoktan Sumber Makmur. Menurutnya kerja sama ini akan membantu menekan inflasi Jakarta.

“Inflasi Jakarta menyumbang 20 persen untuk inflasi nasional. Jadi mengendalikan inflasi Jakarta dengan sendirinya membantu mengendalikan inflasi nasional. Terkait pengendalian inflasi inilah, BI aktif mendorong BUMD Pangan Jakarta seperti PT Food Station untuk mencari pasokan bahan pangan ke berbagai sentra produksi bahan pangan yang ada di Indonesia,” ujar Trisno.

Lebih lanjut Trisno berharap acara pengiriman beras perdana hari ini bisa berlanjut dan membuka peluang Gapoktan lain yang ada di Kabupaten Cilacap untuk melakukan kerja sama serupa.

“Semoga kerja sama hari ini membuka peluang untuk kerja sama pasokan komoditi pangan lainnya antara PT Food Station dengan Pemkab Cilacap,” tandas Trisno.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Agus Chusaini menyambut baik tawaran kerja sama dari PT Food Station. Ia berharap tawaran tersebut bisa segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Cilacap. Apalagi selain beras, Kabupaten Cilacap selama ini juga banyak menghasilkan bahan pangan lainya, antara lain kopi, pala, manggis, gula semut.

“Saya kira produk-produk Kabupaten Cilacap tersebut bisa ditawarkan kepada PT Food Station atau Perumda Pasar Jaya sebagai sesama BUMD Pangan Jakarta yang memiliki Pasar Induk Kramat Jati,” tuturnya. (win)

Related Articles

Back to top button