BUMD

Cek Pasokan Bahan Pangan Jelang Ramadhan, Kantor Staf Kepresiden Gelar Kunjungan ke Food Station

Prof Bustanul Arifin Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP bersama Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo berdialog dengan pedagang yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam rangka memantau perkembangan stok dan kestabilan harga pangan menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggelar kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Food Station Tjipinang Jaya, Senin (8/3/21).

Dalam kunjungan tersebut Prof Bustanul Arifin Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP sebagai pimpinan rombongan dari KSP hadir bersama 3 orang lainnya yakni Ina Nurmalia Kurniati, Ahli Madya Kedeputian III KSP, Siti Khaerani Elhakim dan Abigail. Keduanya adalah Tenaga Ahli Muda Kedeputian III KSP.

Rombongan diterima langung oleh jajaran direksi PT Food Station yang terdiri dari Direktur Utama Pamrihadi Wiraryo, Direktur Keuangan dan Umum Budi Santoso, Direktur Operasional dan Bisnis Andre Maulana serta Sekretaris Perusahaan Suratmin Suria Wijaya.

Bustanul mengatakan kunjungan kerja ke Food Station dilakukan untuk melihat langsung kondisi ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang Bulan Ramdahan dan Hari Raya Idul Fitri.

“kami kedeputian di bidang pangan ditugaskan untuk mengantisipasi gejolak harga pangan menjelang puasa dan lebaran,” ujar Guru Besar Universitas Lampung ini.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo menyambut baik kunjungan dari KSP.

“Kami selalu terbuka untuk menerima kunjungan dari pihak manapun yang ingin berdikusi atau melihat langsung kondisi ketersediaan pasokan bahan pangan yang ada di Food Station dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC),” kata Pamrihadi dalam keterangan resminya, (14/3)

Dalam pertemuan tersebut, Pamrihadi juga menjelaskan tentang peran PIBC sebagai barometer perbesaran nasional dan sejumlah hal yang akan dan sudah dilakukan Food Station sebagai BUMD Pangan DKI Jakarta untuk memastikan ketahanan pangan di Jakarta.

Pamrihadi menjelaskan, PIBC adalah pasar yang tidak sebatas melayani keperluan Jakarta.

“99 persen beras yang masuk ke PIBC berasal dari luar Jakarta. Kemudian dari beras yang masuk tersebut, 60 persen diedarkan untuk keperluan Jabodetabek dan sisanya untuk wilayah lain,” jelasnya.

Selain itu dijelaskan pula mengenai mekanisme early warning system yang ada di PIBC yakni berupa batas minimum stok beras yang dimiliki.

“Idealnya PIBC memiliki stok antara 30 ribu hingga 35 ribu ton. Dibawah angka 30 ribu maka perlu dilakukan berbagai antisipasi. Nah Food Station sendiri memiliki stok antara 8000 hingga 10.000 ton,” ungkap Pamrihadi.

Tak lupa, Pamrihadi juga menjelaskan mengenai market share yang dimiliki oleh Food Station hingga berbagai kerjasama contract farming yang dilakukan oleh Food Station dengan berbagai perusahaan, gapoktan dan koperasi untuk mengamankan pasokan untuk Jakarta.

Terakhir setelah berdiskusi, rombongan diajak berkeliling Pasar Induk Beras Cipinang dan melihat langsung fasilitas produksi dan pergudangan milik Food Station yang terletak di Gudang SRG.

Related Articles

Back to top button